
Inter Milan memasuki musim baru Serie A (2026-27) dengan status sebagai juara bertahan sekaligus tim yang paling banyak mendapatkan perhatian.
Bagi Massimo Ambrosini, mantan gelandang AC Milan yang kini menjadi talent DAZN, status tersebut bukan tanpa alasan.
Menurut Ambrosini, Inter justru semakin kuat setelah kedatangan sejumlah pemain baru. John Stones, Djed Spence, dan Curtis Jones dinilai mampu memperlebar jarak kualitas Nerazzurri dengan para pesaingnya.
Namun, dari ketiga pemain tersebut, ada satu nama yang paling menarik perhatian Ambrosini, yakni Curtis Jones.
Inter Masih Jadi Tim yang Harus Dikalahkan
Inter akan membuka perjalanan mempertahankan Scudetto dengan menghadapi Monza.
Ketika ditanya apakah Nerazzurri masih merupakan tim yang harus dikalahkan di Serie A, Ambrosini memberikan jawaban tegas.
Ya, bahkan menurutnya Inter bisa semakin sulit dikejar.
Kehadiran Stones, Spence dan Jones dianggap memberikan tambahan kualitas di beberapa area penting dalam skuad Cristian Chivu.
Bagi Ambrosini, Inter tidak hanya mempertahankan kekuatan yang sudah ada, tetapi juga menambahkan profil pemain yang memperlebar jarak kualitas Nerazzurri dengan para pesaingnya.
“Apakah Inter masih menjadi tim yang harus dikalahkan? “Tentu saja. Dengan kehadiran Stones, Spence, dan Curtis Jones, jarak kualitas Inter dengan tim-tim lainnya mungkin justru semakin lebar,” ujar Ambrosini.
Curtis Jones Dinilai Berbeda dari Gelandang Inter Lainnya
Dari seluruh pemain baru, Ambrosini paling tertarik dengan Curtis Jones.
Alasannya bukan sekadar kualitas teknis pemain Liverpool tersebut, tetapi karakter permainannya yang dianggap berbeda dari gelandang lain di skuad Inter.
Jones memiliki kemampuan untuk menjangkau area lapangan yang luas sekaligus bermain secara vertikal.
Karakter tersebut membuatnya berpotensi menjadi alternatif penting dalam lini tengah Inter.
“Menurut saya Jones, karena dia adalah gelandang yang berbeda dari pemain lain dalam skuad dalam kemampuannya menutup area lapangan dan bermain vertikal,” ujar Ambrosini.
Ia bahkan menyebut Jones sebagai perekrutan yang sangat bagus bagi Nerazzurri.
“Dia tidak diragukan lagi adalah rekrutan yang hebat. Tetapi kekuatan sejati Inter terletak di tempat lain..,”
“Yang mana? Fondasi yang terdiri dari para pemain yang sudah bermain dan meraih kemenangan bersama selama bertahun-tahun. Manajemen Nerazzurri sangat bagus dalam beberapa tahun terakhir dalam membangun inti skuad yang kuat, yang mampu bertahan dalam jangka panjang bahkan ketika menghadapi masa-masa sulit,”
Kekuatan Terbesar Inter Bukan Sekadar Pemain Baru
Meski memuji pemain-pemain baru, Ambrosini justru menilai kekuatan terbesar Inter berada pada sesuatu yang sudah mereka miliki sejak lama, yakni fondasi skuad.
Menurutnya, Inter memiliki sekelompok pemain yang telah bermain dan memenangkan banyak pertandingan bersama selama bertahun-tahun.
Inilah yang membuat Nerazzurri memiliki stabilitas.
Manajemen Inter dinilai berhasil membangun sebuah “tulang punggung” skuad yang kuat, yang mampu bertahan melewati berbagai periode sulit.
Bagi Ambrosini, kontinuitas tersebut merupakan keunggulan besar dibandingkan klub-klub pesaing yang masih melakukan perubahan besar dalam struktur tim.
Dengan kata lain, Inter tidak harus membangun ulang dari awal.
Mereka hanya perlu menyempurnakan sesuatu yang sudah terbukti berhasil.
Chivu Berhasil Bungkam Keraguan
Nama Cristian Chivu juga mendapatkan apresiasi khusus dari Ambrosini.
Setahun sebelumnya, keputusan menunjuk Chivu sempat dipandang sebagai perjudian besar karena pengalaman sang pelatih di Serie A masih sangat terbatas.
Namun, Chivu berhasil menjawab keraguan tersebut dengan prestasi.
“Dan Chivu memang layak mendapatkan apresiasi,”
Ia tidak hanya melanjutkan pekerjaan Simone Inzaghi, tetapi juga memberikan sentuhan taktiknya sendiri.
Ambrosini menilai kemampuan Chivu membangun hubungan dengan ruang ganti menjadi salah satu faktor penting. Akan tetapi, ada perubahan dalam permainan Inter yang menurutnya juga tidak boleh diabaikan.
Salah satunya adalah peningkatan intensitas pressing.
“Chivu tidak melakukannya hanya dengan meneruskan pekerjaan Inzaghi serta sekadar mengelola skuad, seperti yang banyak orang katakan. Tentu saja, kemampuan membangun kedekatan dengan ruang ganti Nerazzurri menjadi salah satu faktor penting. Tetapi, Chivu juga memberikan sentuhan dan gagasannya sendiri dalam permainan, terutama dengan meningkatkan intensitas pressing,”
Artinya, keberhasilan Chivu bukan sekadar karena ia mampu menjaga apa yang sudah dibangun pendahulunya. Ia juga membawa ide permainan yang berbeda dan membuat Inter berkembang.

Leave a Reply