
Setelah melewati musim panas yang panjang dan penuh aktivitas, Serie A 2026/27 akhirnya kembali bergulir. Menariknya, pertandingan pembuka langsung mempertemukan sang juara bertahan dengan tim yang baru kembali ke kasta tertinggi Italia.
Inter Milan akan mengawali perjuangan mempertahankan Scudetto dengan menjamu Monza di Stadio Giuseppe Meazza pada Sabtu (22/8/26) pukul 23.00 WIB.
Atmosfer San Siro dipastikan kembali semarak karena Nerazzurri memasuki musim baru dengan status sebagai juara Italia.
Bagi Inter, laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka. Ini menjadi kesempatan pertama Cristian Chivu menunjukkan bagaimana timnya berevolusi setelah sejumlah perubahan di skuad, terutama di sektor bek sayap.
Sementara itu, Monza datang dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Avellino di Coppa Italia.
Inter: Fondasi Lama Masih Menjadi Andalan Chivu
Cristian Chivu tampaknya belum berniat melakukan revolusi besar dalam pertandingan pertama. Pelatih asal Rumania itu masih mengandalkan sebagian besar pemain yang sudah memahami sistem permainan Inter Milan.
Hal tersebut cukup masuk akal karena beberapa pemain anyar baru bergabung pada fase akhir bursa transfer.
John Stones diperkirakan belum menjadi starter dan harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Begitu pula dengan Curtis Jones dan Djed Spence, yang belum masuk dalam opsi untuk laga ini.
Kondisi tersebut membuat Chivu kembali mengandalkan kombinasi pemain yang sudah lama menjadi bagian penting Nerazzurri.
Namun, ada satu nama yang sangat menarik perhatian, yakni Andy Diouf.
Andy Diouf Mendapat Ujian Besar di Sisi Kanan
Diouf kini mendapatkan tanggung jawab besar di sektor kanan Inter. Setelah kepergian Denzel Dumfries ke Real Madrid, posisi tersebut menjadi salah satu area yang paling banyak mendapat sorotan.
Sebelum Spence benar-benar mengambil alih posisi tersebut, Diouf memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi solusi utama di sayap kanan.
Tugasnya tentu tidak mudah.
Dumfries selama beberapa musim memberikan kontribusi besar melalui kecepatan, kekuatan fisik, penetrasi, serta kemampuan menciptakan peluang. Karena itu, Diouf harus segera membuktikan bahwa Inter tidak akan terlalu merasakan kehilangan pemain asal Belanda tersebut.
Laga melawan Monza menjadi ujian awal yang ideal.
Dengan formasi 3-5-2, pemain di posisi wing-back memiliki peran yang sangat penting. Mereka bukan hanya dituntut membantu serangan, tetapi juga harus cepat turun ketika tim kehilangan bola.
Lautaro Martinez Sudah Tidak Sabar Kembali Beraksi
Perhatian lain tertuju kepada Lautaro Martinez.
Kapten Inter tersebut memang belum berada dalam kondisi terbaik, tetapi keinginannya untuk tampil sangat besar. Ia diproyeksikan menjadi tandem Francesco Pio Esposito di lini depan.
Jika benar dimainkan, kombinasi Lautaro dan Esposito akan menjadi salah satu hal menarik dalam pertandingan ini.
Esposito membawa energi, kekuatan fisik, dan keberanian sebagai pemain muda, sedangkan Lautaro memiliki pengalaman serta naluri mencetak gol yang sangat tajam.
Chivu tentu berharap keduanya bisa menciptakan chemistry sejak pertandingan pertama.
Di bangku cadangan masih tersedia sejumlah opsi ofensif, termasuk Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny. Artinya, Inter tetap memiliki banyak alternatif jika pertandingan berjalan sulit.
Josep Martinez Dipercaya Mengawal Gawang Inter
Pergantian juga terjadi di posisi penjaga gawang.
Setelah kepergian Yann Sommer, Pepo Martinez dipercaya menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Laga menghadapi Monza akan menjadi kesempatan penting bagi Martinez untuk menunjukkan bahwa dirinya layak mendapatkan kepercayaan sebagai kiper utama Inter.
Dengan lini belakang yang tetap dihuni nama-nama berpengalaman seperti Yann Bisseck, Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni, Martinez memiliki fondasi yang cukup kuat di depannya.
Di sektor tengah, Nicolò Barella dan Hakan Calhanoglu tetap menjadi figur penting dalam mengatur ritme permainan.
Henrikh Mkhitaryan harus absen karena skorsing, sehingga Piotr Zielinski diperkirakan mendapat kesempatan tampil sejak awal.
Monza Datang dengan Modal Positif
Monza bukan datang ke San Siro tanpa persiapan.
Kemenangan 3-0 atas Avellino di Coppa Italia memberikan sinyal positif mengenai kesiapan tim besutan Ivan Juric.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Varela, penyerang baru yang tampil menjanjikan dan diharapkan menjadi salah satu sumber gol utama Monza musim ini.
Juric diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1. Varela akan menjadi ujung tombak, dengan Andrea Colpani dan Patrick Cutrone bergerak di belakangnya.
Namun, Monza menghadapi masalah cukup serius karena beberapa pemain penting tidak tersedia.
Dany Mota dan Thiam harus menjalani hukuman skorsing. Sementara itu, Akinsanmiro, Pessina, Touré, Lorenzo Colombo dan Ciurria harus absen karena masalah kebugaran.
Situasi tersebut membuat Juric harus memaksimalkan pemain yang tersedia.
Prediksi Susunan Pemain Versi FCInterNews
INTER MILAN (3-5-2): Josep Martinez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Diouf, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Esposito, Lautaro.
Cadangan: Provedel, Di Gennaro, John Stones, Bovio, Pavard, Carlos Augusto, Luis Henrique, Stankovic, Sucic, Bonny, Thuram.
Pelatih: Cristian Chivu.
Skorsing: Mkhitaryan (1).
Absen: Curtis Jones, Spence.
MONZA (3-4-2-1): Pizzignacco; Kouadio, Delli Carri, Carboni; Birindelli, Mout, Foe Ondoa, Mangas; Colpani, Cutrone; Varela.
Cadangan: Strajnar, Lucchesi, Antov, Bakoune, Galazzi, Ballabio, Robinson, Loubao, Forson.
Pelatih: Juric.
Skorsing: Dany Mota (1), Thiam (1).
Absen: Akinsanmiro, Pessina, Touré, Colombo, Ciurria.

Leave a Reply