
Carlos Augusto mengungkapkan betapa spesialnya perjalanan yang ia jalani bersama Inter Milan.
Pemain asal Brasil tersebut berbicara mengenai pengalamannya bersama Nerazzurri dalam edisi khusus Matchday Programme menjelang pertandingan melawan Udinese pada pekan ke-4 Serie A 2026-27 di San Siro.
Pertandingan Inter vs Udinese menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perkenalan Third Kit Inter 2026/27.
Namun, perhatian juga tertuju kepada Carlos Augusto yang tampil impresif di awal musim, termasuk mencetak gol dalam debut Inter di Liga Champions saat menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabéu.
Bagi Carlos Augusto, bermain untuk Inter bukan sekadar tentang pertandingan dan trofi. Ia menemukan sesuatu yang jauh lebih penting di dalam skuad Nerazzurri: rasa kekeluargaan.
“Tahun-tahun saya di Inter sangat istimewa. Hal pertama yang saya pelajari di sini adalah bahwa grup ini benar-benar seperti sebuah keluarga,” ujar Carlos Augusto.
Jersey Lautaro Jadi Kenangan Paling Berharga
Kedekatan antarpemain juga tercermin dari salah satu kenangan yang paling melekat bagi Carlos Augusto.
Ketika ditanya mengenai jersey hasil pertukaran yang paling ia sayangi, mantan pemain Monza tersebut langsung menyebut nama Lautaro Martinez.
“Jika saya memikirkan jersey yang saya tukarkan dan paling saya sayangi, itu sangat spesial: jersey Lautaro dari Argentina, setelah pertandingan melawan Brasil di Maracanã,”
Momen tersebut memiliki nilai emosional tersendiri bagi Carlos Augusto. Pertukaran jersey dengan Lautaro bukan hanya menjadi memorabilia dari sebuah pertandingan, tetapi juga menggambarkan hubungan yang terbangun di dalam ruang ganti Inter.
Dari Campinas hingga Menjadi Pemain Inter
Perjalanan Carlos Augusto sebagai pesepak bola dimulai di Campinas, kota kelahirannya di Brasil.
Ia mengenang lapangan pertama tempat dirinya bermain sekaligus momen ketika mencetak gol pertamanya. Menariknya, gol tersebut lahir dari titik penalti ketika dirinya masih bermain sebagai bek tengah.
“Lapangan pertama tempat saya bermain dalam hidup saya berada di Campinas, kota tempat saya lahir. Gol pertama saya justru berasal dari penalti, meskipun saat itu saya bermain sebagai bek tengah,”
Carlos Augusto ternyata pernah menjalani berbagai posisi ketika masih kecil. Ia sempat bermain sebagai penyerang, winger, bek sayap hingga bek tengah.
Fleksibilitas tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya.
Marcelo Jadi Inspirasi di Masa Kecil
Saat masih kecil, Carlos Augusto memiliki sosok yang menjadi inspirasinya. Pemain tersebut adalah Marcelo, legenda Brasil dan Real Madrid.
“Ketika masih kecil, saya terinspirasi oleh cara bermain Marcelo, seorang legenda,”
Namun, titik penting dalam perkembangan kariernya datang ketika ia bergabung dengan akademi Corinthians.
Di sana, Carlos Augusto bertemu seorang pelatih yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangannya. Sang pelatih kemudian mengubah posisinya secara permanen dari pemain sayap menjadi bagian dari lini pertahanan.
“Saya memahami bahwa saya bisa menjadi pesepak bola ketika bergabung dengan Primavera Corinthians. Di sana saya bertemu pelatih yang mengajarkan banyak hal kepada saya, memindahkan saya secara definitif dari winger ke lini pertahanan,”
Perubahan tersebut pada akhirnya menjadi fondasi penting bagi karier Carlos Augusto. Dari pemain yang sempat mengisi banyak posisi, ia berkembang menjadi bek yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan.
Javier Zanetti, Idola Carlos Augusto di Inter
Ketika berbicara mengenai pemain terbesar dalam sejarah Inter yang paling ia kagumi, Carlos Augusto tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan.
Namanya adalah Javier Zanetti.
“Pemain yang paling saya kagumi dalam sejarah Inter sudah pasti Javier Zanetti. Cukup namanya saja, tanpa perlu penjelasan,”
Pilihan tersebut terasa sangat tepat mengingat perjalanan karier Zanetti yang identik dengan profesionalisme, loyalitas, kepemimpinan, serta kemampuan bermain di berbagai posisi.
Karakteristik tersebut juga memiliki kemiripan dengan Carlos Augusto yang dikenal fleksibel dan mampu menjalankan berbagai tugas di sisi kiri maupun lini pertahanan.
Assist untuk Frattesi Jadi Momen Terbaik
Carlos Augusto juga mengungkap satu momen yang menurutnya menjadi aksi terbaik sepanjang kariernya.
Bukan gol, melainkan sebuah assist yang menghasilkan gol dramatis Davide Frattesi.
Momen tersebut terjadi pada leg pertama perempat final Liga Champions ketika Inter menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena.
“Permainan terbaik dalam karier saya? Assist untuk gol penentu Frattesi pada menit terakhir leg pertama perempat final Liga Champions di kandang Bayern Munich,”

Leave a Reply