Runjaic: Inter Tim Terkuat di Serie A, Udinese Siap Menderita di San Siro

Pelatih Udinese, Kosta Runjaic menyadari betapa berat tantangan yang menanti timnya saat menghadapi Inter Milan di San Siro dalam laga pekan ke-4 Serie A 2026-27, Selasa (15/9/26) pukul 01.45 WIB.

Sang pelatih bahkan tanpa ragu menyebut Nerazzurri sebagai tim terkuat di Serie A saat ini.

Udinese datang ke markas Inter dalam situasi yang tidak mudah. Sejumlah pemain harus absen karena cedera, sementara lawan yang dihadapi memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu yang sangat tinggi.

Namun, Runjaic menegaskan bahwa pasukannya tidak akan datang ke San Siro hanya untuk bertahan. Udinese ingin bermain dengan keberanian, energi, serta mentalitas bahwa mereka tidak memiliki apa pun untuk kehilangan.

Runjaic: Inter Tim Terkuat di Italia

Menurutnya, Nerazzurri bukan hanya tim terbaik di Serie A, tetapi juga semakin kuat dibandingkan musim lalu. Kehadiran Cristian Chivu di kursi pelatih dinilai berhasil mempertahankan prinsip permainan yang sebelumnya dibangun Simone Inzaghi, sekaligus memberikan energi baru.

“Inter adalah tim terbaik di Italia dan mereka bahkan semakin kuat dibandingkan musim lalu,” ujar Runjaic.

Runjaic juga menyoroti pengalaman para pemain Inter. Banyak pemain Nerazzurri telah bermain bersama selama bertahun-tahun sehingga memiliki pemahaman yang sangat baik di atas lapangan.

Kekuatan tersebut membuat Udinese harus tampil nyaris sempurna jika ingin membawa pulang poin dari San Siro.

“Mereka memiliki pemain-pemain berpengalaman yang sudah bermain bersama selama bertahun-tahun,”

“Tentu saja kami membutuhkan penampilan yang luar biasa melawan Inter. Ketika menghadapi tim seperti ini, kami harus bermain dengan sangat baik,”

Penampilan Inter di Madrid Jadi Peringatan

Salah satu hal yang paling membuat Runjaic terkesan adalah penampilan Inter ketika menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabéu.

Bagi sang pelatih, pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa Inter mampu mendominasi permainan bahkan ketika menghadapi salah satu klub terkuat di dunia.

“Kami melihat mereka di Madrid. Meskipun menghadapi salah satu tim terkuat di dunia, mereka mampu mendominasi permainan,”

Karena itu, Udinese tidak boleh kehilangan konsentrasi sejak menit pertama.

Runjaic memperkirakan anak asuhnya harus berlari lebih banyak, bertahan dengan disiplin, sekaligus tetap tenang ketika mendapatkan kesempatan menyerang.

“Kami harus banyak berlari, bermain dengan penuh perhatian dan kejernihan, serta menggunakan semua kemampuan yang kami miliki untuk menghadapi Inter,”

Udinese Harus Siap Menderita

Runjaic memahami bahwa tidak mungkin bagi Udinese untuk sepenuhnya mematikan seluruh opsi serangan Inter.

Kualitas individu dan variasi permainan Nerazzurri memungkinkan mereka menyerang melalui berbagai cara. Karena itu, Udinese harus bermain sebagai satu kesatuan dan siap menghadapi tekanan.

Bertahan dengan baik, bekerja keras dalam dua fase, serta memiliki mentalitas positif menjadi kunci.

“Kami juga harus tahu bagaimana caranya menderita di lapangan, karena itu adalah dasar dari semuanya. Kami harus mempersiapkan pertandingan dengan sebaik mungkin, termasuk dari sisi mental,”

Banyak Pemain Absen, Tapi Runjaic Tak Mau Mengeluh

“Kami memiliki beberapa pemain yang cedera, tetapi kami tidak suka mengeluh. Situasinya memang seperti ini dan kami akan berusaha mendapatkan yang terbaik dari kondisi yang ada. Kami akan melakukan segala sesuatu yang berada dalam kemampuan kami untuk memainkan pertandingan yang bagus,”

Apakah absennya beberapa pemain akan memaksa perubahan gaya bermain?

“Kami akan menghadapi Inter yang mampu mendominasi di Madrid. Kami tahu bahwa kami harus bertahan dengan baik dan bekerja sangat keras dalam kedua fase permainan. Kami harus menghadapi pertandingan ini dengan pendekatan yang positif karena kami tidak punya apa pun untuk kehilangan,”

“Kami tahu betapa kuatnya Inter. Tidak mungkin menghentikan seluruh solusi ofensif mereka karena mereka mampu mengalahkan tim mana pun di dunia. Mereka mendominasi pertandingan Liga Champions dengan memanfaatkan kedalaman skuad mereka. Kami harus membawa energi dan semangat ke lapangan serta bermain sebagai sebuah tim yang kompak.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*