
Pertandingan Real Madrid vs Inter Milan di matchday pertama Liga Champions 2026-27 benar-benar menyajikan drama sejak menit pertama hingga peluit akhir.
Real Madrid memang keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1, tetapi Jose Mourinho menilai pertandingan di Santiago Bernabéu tersebut jauh dari kata mudah. Bahkan, menurut pelatih Real Madrid itu, laga bisa saja berakhir dengan skor ekstrem seperti 7-6.
Bagi Mourinho, pertandingan tersebut merupakan salah satu duel paling terbuka dan penuh peluang yang bisa disaksikan penonton.
Mourinho: Ini Pertandingan Gila
Real Madrid memasuki pertandingan dengan kondisi skuad yang tidak ideal. Sejumlah pemain harus absen karena cedera, skorsing, maupun kondisi fisik yang belum sepenuhnya fit.
Namun, Los Blancos tetap mampu memanfaatkan kesalahan Inter secara maksimal.
Kylian Mbappé membuka keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan umpan Curtis Jones. Federico Valverde kemudian menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan Josep Martínez di area pertahanannya sendiri.
Inter kemudian memberikan respons dan terus menciptakan peluang.
Mourinho pun mengakui bahwa pertandingan tersebut sangat sulit dikendalikan.
“Saya menyukai hasilnya, tiga poin pada pertandingan pembuka melawan tim yang sangat kuat. Tetapi pertandingan ini spektakuler bagi siapa pun yang menontonnya dari rumah, hanya tidak bagi saya atau Cristian Chivu,” ujar Mourinho, seperti yang dikutip oleh Football-Italia.
Mourinho kemudian menggambarkan pertandingan itu dengan satu kata: gila.
“Pertandingan ini gila. Bisa berakhir 5-0 untuk kami, 5-5, 7-6, atau 5-6, sebuah laga dengan begitu banyak peluang,” lanjutnya.
Menurutnya, kedua tim memiliki begitu banyak peluang sehingga skor akhir bisa saja berubah drastis.
Inter Terus Menekan Real Madrid
Mourinho mengakui bahwa Inter merupakan lawan yang sangat kuat.
Real Madrid kesulitan mempertahankan kontrol ketika Inter terus memberikan tekanan, terutama melalui lini tengah.
“Inter kuat. Sulit bagi lini tengah kami untuk menekan mereka ketika bermain lebih dalam,”
Meski begitu, Mourinho merasa Real Madrid seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat.
Ia menilai Los Blancos memiliki kesempatan untuk membuat skor menjadi 3-0 sebelum turun minum. Jude Bellingham juga mendapatkan peluang tambahan.
“Namun, kami sebenarnya bisa saja mengunci kemenangan dengan skor 3-0 sebelum turun minum,”
Di sisi lain, Inter memiliki sejumlah peluang yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Karena itulah, Mourinho menyebut pertandingan tetap terbuka hingga menit-menit terakhir.
Dua Kesalahan Inter Jadi Pembeda
Secara keseluruhan, Real Madrid mampu menunjukkan efektivitas yang lebih baik.
Dua kesalahan Inter menjadi momen penting yang berhasil dimanfaatkan oleh tim tuan rumah.
Kesalahan umpan Curtis Jones memberikan ruang kepada Mbappé untuk berhadapan dengan pertahanan Inter. Sementara itu, Valverde mendapatkan kesempatan setelah kesalahan Josep Martínez ketika mencoba memainkan bola di area yang sangat berbahaya.
Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini, kesalahan kecil memang bisa menjadi pembeda.
Inter mampu menciptakan banyak peluang, tetapi Real Madrid menunjukkan mengapa mereka begitu berbahaya di Liga Champions: satu kesalahan bisa langsung dihukum.

Leave a Reply