
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan komentar penuh apresiasi setelah timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli di San Siro dalam laga pekan ke-3 Serie A 2026-27, Sabtu (5/9/26) malam WIB.
Chivu tersebut menilai pertandingan berlangsung terbuka, menghibur, dan menjadi pertunjukan positif bagi sepak bola Italia.
Nerazzurri sempat berada dalam posisi sulit setelah Napoli unggul 2-0 pada awal babak kedua. Namun, Nerazzurri menunjukkan karakter luar biasa dengan membalikkan keadaan melalui gol Lautaro Martinez dan Marcus Thuram sebelum Lautaro kembali mencetak gol kemenangan pada menit ke-91.
Bagi Chivu, keberanian menjadi salah satu faktor utama di balik comeback tersebut.
Chivu: Pertandingan yang Indah untuk Sepak Bola Italia
Chivu mengakui bahwa Inter-Napoli merupakan pertandingan yang sangat menarik untuk disaksikan. Kedua tim tidak memilih bermain aman meskipun pertandingan berlangsung dalam situasi yang sangat ketat.
“Pertandingan yang indah untuk dilihat, menghibur, dan menjadi publikasi yang bagus untuk sepak bola Italia,” ujar Chivu kepada DAZN.
Pelatih asal Rumania itu terutama menyoroti respons kedua tim setelah skor berubah menjadi 2-2.
Menurutnya, Inter dan Napoli tetap bermain terbuka dan sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan.
“Saat skor 2-2, dua tim bermain terbuka. Saya melihat peluang dari kedua sisi. Pada akhirnya kami yang merayakan karena berhasil mencetak gol ketiga,” lanjutnya.
Chivu juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada Napoli.
Chivu Akui Napoli Tim yang Sangat Kuat
Meskipun berhasil mengalahkan Napoli, Chivu tidak menganggap kemenangan tersebut datang dengan mudah.
Ia menilai Napoli memiliki kualitas yang sangat tinggi, baik dari sisi individu maupun organisasi permainan.
“Kita harus memberikan selamat kepada Napoli karena mereka adalah tim yang kuat, memiliki pemain-pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan dan dilatih dengan baik,” kata Chivu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chivu memahami betapa beratnya pertandingan yang baru saja dilalui Inter.
Napoli mampu memberikan tekanan besar dan bahkan sempat unggul dua gol. Namun, Inter akhirnya berhasil menemukan cara untuk keluar dari tekanan tersebut.
Chivu Kritik Kesalahan Inter saat Kebobolan
Meski puas dengan kemenangan, Chivu tetap melihat beberapa aspek yang harus diperbaiki.
Ia menilai gol pertama Napoli seharusnya bisa dikelola dengan lebih baik oleh Inter.
“Gol 1-0 seharusnya bisa kami kelola dengan lebih baik. Gol 2-0 merupakan konsekuensi karena kami terlalu banyak berpikir mengenai apa yang terjadi pada gol pertama,” jelasnya.
Kesalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Inter, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Napoli.
Namun, Chivu jauh lebih puas dengan respons para pemain setelah tertinggal.
Mentalitas Inter Dipuji Chivu
Bagi Chivu, hal paling positif dari pertandingan tersebut bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana Inter merespons situasi sulit.
Setelah tertinggal 0-2, Inter tidak kehilangan identitas permainan.
“Saya menyukai reaksinya. Tim tidak tercerai-berai dan tetap mempertahankan identitas,” ungkapnya.
Gol Lautaro Martinez kemudian mengubah momentum pertandingan.
Chivu menyadari bahwa Inter masih memiliki peluang untuk bangkit, tetapi ia juga mengingatkan para pemain agar tidak bermain terlalu gegabah.
“Gol 2-1 memberikan kami sedikit lebih banyak harapan, dengan kesadaran bahwa kami tidak boleh mengambil terlalu banyak risiko.”
Pada akhirnya, keberanian Inter membuahkan hasil.
“Pada akhirnya keberanian kami terbayar,” tegas Chivu.
Mengapa Chivu Berlari di Pinggir Lapangan?
Selebrasi Chivu setelah gol kemenangan Inter juga menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan.
Pelatih Nerazzurri tersebut menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya berlari bukan semata-mata untuk merayakan gol.
Menurut Chivu, ia ingin memberikan beberapa instruksi kepada pemainnya pada menit-menit akhir pertandingan.
“Saya berlari karena ingin memberikan beberapa arahan. Dalam beberapa menit terakhir suasananya sangat luar biasa, penonton memberikan dorongan yang besar kepada kami dan kami tidak bisa berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.
Atmosfer San Siro memang menjadi salah satu faktor yang membantu Inter mempertahankan tekanan hingga pertandingan berakhir.
Dukungan suporter membuat pertandingan semakin intens dan menciptakan tekanan besar bagi Napoli.
Chivu Puji Kinerja Wasit
Salah satu momen yang sempat menjadi perdebatan adalah insiden yang melibatkan Stanislav Lobotka di kotak penalti Napoli.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan handball tersebut, Chivu justru memilih tidak memperpanjang perdebatan.
Ia memberikan pujian kepada tim wasit atas cara mereka mengelola pertandingan.
“Saya ingin memberikan selamat kepada para wasit atas pengelolaan pertandingan,” kata Chivu.
Menurutnya, permainan sepak bola saat ini sudah semakin mengalir dan menghibur.
Ia juga menyoroti upaya wasit untuk mengurangi tindakan membuang-buang waktu.
“Permainan berjalan, menghibur, tidak ada lagi banyak waktu yang terbuang. Pemain yang terjatuh tahu bahwa mereka bisa keluar lapangan,” jelasnya.
Chivu menilai garis keputusan yang diterapkan wasit tersebut memberikan dampak positif terhadap jalannya pertandingan.
“Saya ingin memberikan pujian kepada semuanya. Saya tidak ingin berbicara mengenai insiden karena itu tidak menarik bagi saya,”
Chivu Klarifikasi soal “Scontri Diretti”
Chivu kemudian menjelaskan pernyataannya mengenai istilah “scontri diretti”, yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan persaingan Inter melawan klub-klub seperti Juventus dan Milan.
Pelatih Inter tersebut menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk meremehkan klub mana pun.
Ia bahkan mengaku sudah merasa lelah dengan narasi yang muncul pada musim sebelumnya.
“Saya sudah lelah dengan apa yang saya dengar tahun lalu, ketika tim juga dikritik atas hal-hal yang tidak mampu mereka lakukan,” ungkap Chivu.
Menurutnya, pada periode tersebut Inter sering dianggap dapat diserang melalui dua aspek, yaitu hasil pertandingan langsung melawan rival dan kekalahan dari Bodo/Glimt.
Karena itu, ketika ia menggunakan istilah “scontri diretti”, Chivu mengatakan bahwa pernyataannya sebenarnya bersifat retoris.
“Itu adalah pertanyaan retoris yang saya tujukan kepada wartawan. Saya tidak bermaksud tidak menghormati Milan dan Juventus. Saya memiliki rasa hormat yang besar terhadap kedua klub tersebut,” tegasnya.
Bagi Chivu, Semua Pertandingan adalah “Scontri Diretti”
Chivu kemudian memperjelas maksudnya.
Menurutnya, semua pertandingan yang dihadapi Inter dapat dianggap sebagai pertandingan langsung atau scontri diretti, terutama dalam konteks persaingan untuk meraih target besar.
“Bagi saya, semuanya adalah scontri diretti,” katanya.
Ia juga menyoroti bagaimana sebuah pernyataan dapat dipahami secara berbeda ketika diberitakan.
“Semua bisa diputarbalikkan sesuai bagaimana seseorang ingin memberitakannya, karena hal negatif menghasilkan berita dan klik,”
Chivu menyadari bahwa hal tersebut merupakan bagian dari dunia sepak bola modern. Namun, ia meminta semua pihak tetap menjaga keseimbangan dalam menyampaikan informasi.
Chivu Minta Semua Pihak Menjaga Keseimbangan
Menurut Chivu, sepak bola Italia akan lebih baik jika media, klub, pelatih, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat mampu menjaga objektivitas.
“Semua dari kita memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan. Sedikit deontologi dari semua pihak akan baik bagi dunia sepak bola,” ujarnya.
Chivu kemudian menilai bahwa kualitas pertandingan Serie A dalam beberapa pekan terakhir sebenarnya sangat positif.
“Dalam tiga pertandingan terakhir, saya melihat Serie A dengan level yang tinggi,”
Komentar tersebut menjadi pesan penting dari Chivu di tengah ketatnya persaingan Serie A.
Ia ingin fokus pada kualitas sepak bola dan persaingan di lapangan, bukan pada kontroversi atau narasi negatif di luar pertandingan.
Dimarco Siap Hadapi Real Madrid?
Setelah mengalahkan Napoli, perhatian Inter langsung beralih ke pertandingan Liga Champions menghadapi Real Madrid.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah kondisi Federico Dimarco, yang kembali memainkan peran penting dalam kemenangan atas Napoli.
Ketika ditanya apakah Dimarco akan tampil melawan Real Madrid, Chivu belum memberikan kepastian.
“Saya tidak tahu. Kami punya dua hari, kita lihat nanti,” jawabnya.
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa Chivu akan mengambil keputusan berdasarkan kondisi fisik pemain setelah pertandingan berat melawan Napoli.
Inter memang membutuhkan seluruh pemain terbaiknya untuk menghadapi Real Madrid, terutama karena pertandingan tersebut akan berlangsung dalam waktu yang sangat berdekatan.

Leave a Reply