
Wesley Sneijder menilai Inter Milan memiliki kesempatan mengirim pesan kuat kepada dunia saat menghadapi Napoli dan Real Madrid.
Namun, mantan gelandang Nerazzurri itu menegaskan bahwa skuad Inter saat ini belum bisa dibandingkan dengan tim yang memenangkan Treble pada 2010.
Inter Milan sedang memasuki salah satu periode paling menentukan di awal musim. Dalam waktu berdekatan, Nerazzurri harus menghadapi Napoli di Serie A sebelum bertandang ke Santiago Bernabeu untuk menantang Real Madrid di Liga Champions.
Dua pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi tim asuhan Cristian Chivu. Bagi Wesley Sneijder, rangkaian pertandingan tersebut justru merupakan kesempatan sempurna bagi Inter untuk menunjukkan ambisi mereka di level domestik dan Eropa.
Sneijder yang merupakan bagian penting dari skuad Inter ketika memenangkan Treble 2010 memberikan pandangannya mengenai tantangan mantan klubnya tersebut.
Sneijder: Inter Bisa Kirim Pesan kepada Dunia
Menurut Sneijder, pertandingan melawan Napoli dapat menjadi persiapan ideal sebelum menghadapi Real Madrid.
Ia menilai para pemain Inter harus berada dalam kondisi maksimal karena mengetahui bahwa setelah Napoli, mereka akan langsung menghadapi salah satu klub terbesar Eropa.
“Menghadapi Napoli memungkinkan Anda mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk Liga Champions, karena para pemain tahu bahwa mereka harus berada dalam kondisi 100 persen,” ujar Sneijder.
Mantan pemain tim nasional Belanda itu bahkan melihat peluang besar bagi Inter untuk mengirimkan pesan kepada para pesaingnya.
“Inter bisa mengirim pesan kepada dunia. Jika mereka mengalahkan Napoli dan mendapatkan hasil positif melawan Real Madrid, mereka akan menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat untuk mencapai final Liga Champions dan memenangkan Scudetto,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya dua pertandingan tersebut bagi perkembangan Inter musim ini.
Kemenangan atas Napoli kemudian mendapatkan hasil positif di Bernabeu bukan hanya akan menambah poin dan kepercayaan diri, tetapi juga memperlihatkan bahwa Inter mampu bersaing menghadapi tim-tim elite Eropa.
Dua Laga yang Bisa Menentukan Persepsi terhadap Inter
Secara psikologis, kemenangan di Dua laga besar tersebut dampaknya bisa sangat besar.
Napoli merupakan salah satu rival utama dalam perebutan Scudetto. Sementara Real Madrid menjadi lawan dengan reputasi dan pengalaman luar biasa di Liga Champions.
Jika mampu melewati dua ujian tersebut dengan hasil positif, Inter akan mendapatkan suntikan kepercayaan diri sekaligus validasi bahwa mereka berada di jalur yang tepat.
Chivu juga akan mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai sejauh mana skuadnya mampu menghadapi lawan dengan kualitas dan tekanan berbeda.
Sneijder Puji Perkembangan Cristian Chivu
Sneijder memiliki hubungan khusus dengan Chivu. Keduanya merupakan bagian dari skuad Inter yang dilatih Jose Mourinho ketika Nerazzurri memenangkan Treble pada 2010.
Karena itu, Sneijder sudah mengenal Chivu jauh sebelum pria asal Rumania tersebut menjadi pelatih Inter.
Sneijder bahkan mengingat bagaimana Chivu memiliki ambisi untuk menjadi pelatih sejak masih menjadi pemain.
“Dia datang ke Ajax pada usia 20 tahun dan langsung menjadi kapten. Ketika di Inter, kami berbagi kamar dan dia hanya membicarakan sepak bola. Dia cukup membosankan,” ujar Sneijder sambil bercanda.
Namun, di balik candaan tersebut, Sneijder mengungkapkan bahwa dirinya sudah melihat potensi kepelatihan Chivu sejak lama.
“Saya selalu tahu dia akan menjadi pelatih hebat. Bahkan saat itu dia sudah mengatakan bahwa ingin menjadikan ini profesinya,” katanya.
Menurut Sneijder, Chivu memang sempat mengalami masa sulit di awal masa kepelatihannya bersama Inter. Tetapi setelah beberapa bulan, perkembangan tim mulai terlihat.
“Dia sudah mengalami beberapa momen sulit, tetapi setelah dua atau tiga bulan, tim benar-benar mulai berkembang,” jelas Sneijder.
Tidak Ada Pemain Inter Saat Ini yang Setara Tim Treble 2010?
Sneijder kemudian memberikan penilaian yang cukup mengejutkan ketika ditanya mengenai perbandingan skuad Inter saat ini dengan tim Treble 2010.
Inter musim lalu berhasil memenangkan Scudetto dan Coppa Italia, sehingga perbandingan dengan era Mourinho kembali muncul.
Namun, Sneijder menilai kedua tim tidak bisa disamakan.
“Saat ini tidak ada yang seperti tim Treble tersebut. Kami benar-benar memiliki semuanya saat itu. Itu adalah kelompok yang tidak bisa diulang,” tegasnya.
Bahkan, Sneijder memberikan penilaian yang sangat ketat mengenai kualitas individu.
Menurutnya, tidak ada pemain Inter saat ini yang secara otomatis akan masuk ke dalam starting XI tim Treble 2010.
“Tak satu pun pemain dari tim saat ini akan masuk ke tim 2010. Yah, mungkin Lautaro Martinez,” ujar Sneijder.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa tinggi standar yang dimiliki Sneijder terhadap skuad legendaris Inter pada era Mourinho.
Lautaro Martinez Jadi Satu-Satunya Pengecualian
Jika harus memilih satu pemain dari skuad Inter saat ini, Sneijder menunjuk Lautaro Martinez.
Kapten Inter tersebut dinilai memiliki kualitas yang memungkinkan dirinya setidaknya dipertimbangkan untuk masuk ke dalam tim Treble 2010.
Penilaian tersebut cukup menarik mengingat lini depan Inter pada 2010 dihuni sejumlah pemain kelas dunia.
Lautaro saat ini bukan hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi pemimpin dan simbol utama Nerazzurri.
Karakter, agresivitas, kemampuan menciptakan peluang, serta kontribusinya terhadap permainan membuatnya menjadi salah satu pemain terpenting Inter saat ini.
Meski demikian, Sneijder tetap menggunakan kata “mungkin”, yang menunjukkan betapa sulitnya menembus skuad legendaris tersebut.

Leave a Reply