Augusto: “Kemarahan Gagal ke Piala Dunia Jadi Bahan Bakar, Chivu Tahu Cara Jaga Mental Juara”

Di balik kekuatan skuad Inter Milan, terdapat sosok penting yang terus memberikan stabilitas di sektor kiri pertahanan. Carlos Augusto menjadi salah satu pemain yang semakin matang sejak bergabung dengan Nerazzurri dan kini memasuki musim keempatnya sebagai bagian dari proyek klub.

Pemain asal Brasil tersebut bukan hanya menjadi pelapis atau opsi rotasi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pemain yang dipercaya oleh pelatih dan rekan setimnya.

Dengan catatan 142 penampilan bersama Inter, Carlos Augusto membuktikan konsistensinya meski harus bersaing dengan pemain seperti Federico Dimarco dan Alessandro Bastoni.

Dalam wawancara eksklusif bersama FCInter1908, Carlos Augusto berbicara mengenai persiapan Inter menghadapi musim baru, ambisi mempertahankan gelar, hubungan dengan Cristian Chivu, hingga rasa kecewa karena gagal memperkuat timnas Brasil di Piala Dunia.

Inter Tetap Lapar Meski Sudah Raih Banyak Trofi

Musim lalu menjadi periode spesial bagi Inter setelah berhasil meraih Scudetto dan trofi domestik. Namun, Carlos Augusto menegaskan bahwa kesuksesan tersebut tidak boleh membuat tim kehilangan motivasi.

Menurutnya, pengalaman dan mentalitas para pemain senior menjadi kunci agar Inter tetap menjaga standar tinggi.

“Ketika mendapatkan pencapaian besar, memang ada risiko mengalami penurunan. Tetapi kami adalah tim yang sudah sangat berpengalaman dan tahu bahwa level konsentrasi harus tetap tinggi,” ujarnya.

Carlos percaya skuad Inter memahami bahwa mempertahankan gelar sering kali lebih sulit dibandingkan meraihnya.

“Kami ingin bekerja dengan baik dan menjalani musim yang hebat. Target kami tidak berubah: mencoba memenangkan lebih banyak trofi,”

Ingin Selalu Bermain, Tapi Tim Adalah Prioritas

Dari sisi pribadi, Carlos Augusto mengakui ambisinya untuk mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin. Namun, ia menempatkan kepentingan tim di atas ambisi individu.

“Jelas saya ingin selalu berada di lapangan, tetapi tujuan utama saya adalah membantu tim,”

Pemain berusia 27 tahun itu memahami bahwa Inter membutuhkan persaingan sehat di setiap posisi untuk bisa bersaing di berbagai kompetisi.

“Saya yakin pada akhirnya grup yang kuatlah yang membuat perbedaan selama musim berjalan dan di pertandingan-pertandingan penting,”

Kegagalan di Piala Dunia Jadi “Bensin” untuk Carlos Augusto

Salah satu motivasi terbesar Carlos Augusto pada musim 2026-27 datang dari kegagalannya masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.

Meski kecewa, ia tidak menyalahkan siapa pun. Justru pengalaman tersebut menjadi bahan bakar untuk berkembang.

“Saya menonton Piala Dunia dari televisi dan saya marah. Tapi kemarahan itu kepada diri saya sendiri, karena saya tahu ada beberapa hal yang bisa saya lakukan lebih baik,”

Carlos menyebut rasa kecewa tersebut kini berubah menjadi energi positif.

“Kemarahan itu akhirnya menjadi bensin untuk bekerja lebih keras selama semusim dan latihan,”

Targetnya jelas: kembali mendapatkan panggilan tim nasional Brasil.

“Saya akan melakukan yang terbaik untuk kembali ke tim nasional. Itu adalah tujuan pribadi saya,”

Chivu dan Tantangan Menjaga Mental Juara Inter

Carlos Augusto juga memberikan pujian kepada Cristian Chivu yang menurutnya memiliki pengalaman besar sebagai mantan pemain elite.

Menurutnya, Chivu memahami bahwa tantangan terbesar setelah memenangkan banyak gelar adalah menjaga mentalitas.

“Dia tahu bahwa setelah memenangkan sesuatu, level mental harus dinaikkan lagi,”

Pelatih asal Rumania itu disebut terus mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan kesuksesan.

“Pesan yang ingin dia sampaikan adalah jangan pernah menurunkan level mental dan selalu tetap fokus,”

Carlos juga mengungkapkan hubungan positifnya dengan sang pelatih.

“Kami sering berbicara. Dia memberikan ruang kepada pemain, banyak mendengarkan. Ada komunikasi yang baik di antara kami,”

Peran Baru Sebagai Bek Tengah Membuat Carlos Augusto Berkembang

Dalam beberapa kesempatan terakhir, Carlos Augusto lebih sering dimainkan sebagai bek tengah kiri dibandingkan wing-back.

Ia mengaku nyaman dengan peran tersebut karena sejak awal kariernya memang bermain sebagai pemain bertahan.

“Saya berkembang sebagai bek kiri, tetapi dalam sistem kami, posisi bek ketiga juga memberikan banyak kesempatan untuk membantu serangan,”

Carlos menyebut dirinya banyak belajar dari Alessandro Bastoni dan Federico Dimarco.

“Kami memiliki Bastoni yang menjalankan peran ini dengan sempurna. Saya mencoba belajar darinya dan dari Dimarco,”

Menurutnya, persaingan di posisi tersebut justru menjadi keuntungan bagi Inter.

Pujian untuk Bastoni, Dimarco, dan Para Pemain Muda Inter

Carlos Augusto juga berbicara mengenai kedekatannya dengan Bastoni dan Dimarco, baik di dalam maupun luar lapangan.

Menurutnya, ketiganya memahami bahwa klub besar membutuhkan kedalaman skuad.

“Jika ingin berada di tim yang ingin memenangkan liga dan semua kompetisi, Anda membutuhkan pemain penting di setiap posisi,”

Selain itu, Carlos memberikan penilaian positif terhadap para pemain muda yang bergabung dalam sesi pramusim.

Ia menyoroti perkembangan Aleksandar Stankovic dan Yanis Massolin yang menurutnya memberikan kesan positif.

“Stankovic sudah berkembang banyak dalam setahun terakhir. Massolin juga membuat saya terkesan, dia berlatih dengan sangat baik,”

Carlos juga menyebut Andy Diouf yang sedang beradaptasi dengan peran barunya.

“Dia mencoba memberikan yang terbaik untuk membantu tim,”

Inter Ingin Akhiri Penantian di Liga Champions

Setelah dua kali mencapai final Liga Champions namun gagal mengangkat trofi, Carlos Augusto menegaskan bahwa ambisi Inter di Eropa tetap besar.

“Kami adalah Inter, ambisi kami selalu menang,”

Menurutnya, gelar Liga Champions menjadi target yang ingin dikejar bersama.

“Kami sudah mencapai dua final, tetapi belum berhasil memenangkannya. Jika mendapat kesempatan lagi, kami akan memberikan yang terbaik untuk melangkah jauh,”

Persaingan Scudetto Akan Semakin Ketat

Carlos Augusto memperkirakan persaingan Serie A musim depan akan berlangsung sengit.

Ia menyebut beberapa rival utama seperti Milan, Juventus, dan Napoli akan menjadi pesaing serius.

“Tim-tim besar selalu berada dalam persaingan Scudetto,”

Namun, fokus Inter tetap pada diri sendiri.

“Kami harus melakukan pekerjaan kami untuk mempertahankan Scudetto dan mencoba membawanya kembali ke rumah.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*