Akanji Bercanda Usai Gagal Penalti: “Itu Penalti Terakhir Saya untuk Timnas Swiss”

Tim nasional Swiss berhasil mencatat sejarah dengan kembali mencapai babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah penantian panjang selama 72 tahun.

Namun, bagi bek Inter Milan, Manuel Akanji, kemenangan tersebut menghadirkan perasaan yang bercampur antara kebahagiaan dan kekecewaan.

Bek andalan Nerazzurri itu menjadi salah satu pemain yang gagal menjalankan tugasnya dalam drama adu penalti melawan Kolombia.

Tendangan Akanji tidak berhasil menemui sasaran, tetapi kali ini kesalahannya tidak berujung pada kegagalan Swiss.

Berkat keberhasilan rekan-rekannya dalam menjalankan penalti serta penyelamatan penting dari penjaga gawang Gregor Kobel, Swiss akhirnya memastikan tiket menuju babak Delapan besar.

Bagi Akanji, kemenangan tersebut menjadi bukti kekuatan mental timnya dalam menghadapi tekanan besar di panggung dunia.

Akanji Gagal Penalti untuk Ketiga Kalinya di Turnamen Besar

Kegagalan penalti tersebut menjadi catatan kurang menyenangkan bagi Akanji. Itu merupakan kegagalan penalti ketiganya secara beruntun dalam fase akhir turnamen besar, baik di Piala Eropa maupun Piala Dunia.

Namun, kali ini situasinya berbeda. Kesalahan tersebut tidak menghukum Swiss karena para pemain lain mampu menjalankan tugas dengan baik.

Usai pertandingan, Akanji lebih memilih menyoroti karakter tim daripada kesalahannya sendiri.

“Saya sangat bangga dengan tim dan bagaimana kami bereaksi. Semua pemain mengambil penalti dengan penuh keyakinan,” ujar Akanji.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bek Inter itu tetap melihat sisi positif dari kemenangan Swiss, meskipun dirinya mengalami momen sulit.

Candaan Akanji: Penalti Terakhir Bersama Timnas

Setelah pertandingan, Akanji mencoba mencairkan suasana dengan sebuah candaan terkait kegagalannya dari titik putih.

Ia mengaku sudah berbicara kepada pelatih Swiss, Murat Yakin, bahwa dirinya tidak akan lagi mengambil penalti untuk tim nasional.

“Saya mengatakan kepada pelatih Murat Yakin bahwa itu adalah penalti terakhir dalam karier saya bersama tim nasional. Itu benar-benar sebuah bencana,” kata Akanji sambil bercanda.

Ucapan tersebut menggambarkan bagaimana Akanji mampu menerima kesalahan dengan sikap positif.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, pemain Inter tersebut memilih menjadikan pengalaman itu sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

Akanji Ungkap Penyebab Gagal Penalti Melawan Kolombia

Akanji kemudian menjelaskan apa yang terjadi ketika dirinya mengambil tendangan penalti.

Menurutnya, ia melakukan kesalahan karena mengubah keputusan di detik-detik terakhir sebelum menendang bola.

“Saya melanggar aturan emas. Pada saat terakhir saya mengubah keputusan karena melihat penjaga gawang dua kali bergerak ke kiri,” jelas Akanji.

Keraguan tersebut membuat eksekusinya tidak maksimal. Ia juga mengaku sedikit terpeleset saat melakukan tendangan sehingga bola melambung jauh di atas mistar gawang.

“Saya sedikit ragu, kemudian terpeleset sedikit dan bola berakhir sekitar empat meter di atas mistar,” tambahnya.

Meski momen penalti melawan Kolombia menjadi catatan negatif secara pribadi, keberhasilannya membawa Swiss melaju jauh di Piala Dunia tetap menjadi pencapaian besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*