Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, akhirnya angkat bicara secara jujur tentang perjalanan emosional timnya menuju gelar juara Serie A 2025/26.
Di balik kesuksesan meraih Scudetto ke-21, tersimpan cerita penuh tekanan, konflik internal, hingga perubahan besar yang menjadi titik balik kebangkitan Nerazzurri.
Lautaro: “Saya Mengatakan Apa yang Saya Rasakan”
Lautaro mengakui bahwa pernyataan kerasnya di awal musim bukan tanpa alasan. Ia melihat sesuatu dalam tim yang tidak sesuai dengan ekspektasinya sebagai kapten.
“Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah lama saya pendam. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan,” ujar Lautaro, seperti dikutip oleh Football-Italia.
Pernyataan tersebut sempat memicu ketegangan di ruang ganti, termasuk sorotan terhadap rekan setim seperti Hakan Calhanoglu.
Namun kini, Lautaro menegaskan bahwa semua itu adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.
Bangkit dari Musim Tanpa Gelar
Inter memulai musim ini dengan beban berat setelah gagal meraih trofi di musim sebelumnya. Bahkan, perubahan pelatih dari Simone Inzaghi ke Cristian Chivu sempat menimbulkan tanda tanya besar.
Namun Lautaro melihat perubahan itu sebagai sesuatu yang dibutuhkan.
“Kami merasa sangat bahagia sekarang. Tidak mudah untuk memulai lagi setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi di akhir, tetapi saya sangat senang hari ini dengan pencapaian ini,”
“Itu adalah target yang sangat penting bagi kami. Mungkin banyak yang tidak melihat kami sebagai favorit mengingat apa yang terjadi musim lalu, tetapi kami bekerja sangat keras, baik di dalam maupun di luar lapangan,”
Efek Chivu: Energi Baru di Ruang Ganti
Kehadiran Cristian Chivu membawa angin segar bagi Inter. Meski minim pengalaman di Serie A, pelatih asal Rumania itu mampu menghidupkan kembali semangat tim.
“Pelatih melakukan pekerjaan luar biasa, membawa energi dan antusiasme baru. Setelah empat tahun bersama Simone, mungkin kami memang membutuhkan perubahan,”
Chivu juga menciptakan suasana yang lebih positif di tim, di mana setiap pemain merasa dilibatkan.
“Setelah Final Liga Champions itu. Chivu memastikan semua orang merasa terlibat dan bahkan bisa berlatih dengan senyum, itu sangat membantu,”
Inter: Mesin Gol dan Tim Solid
Kesuksesan Inter musim ini tidak datang secara kebetulan. Selain meraih gelar, mereka juga mencatatkan:
- Lebih dari 100 gol di semua kompetisi
- Konsistensi tinggi di liga
- Kekompakan tim yang luar biasa
“Dalam liga yang sangat kompetitif, kami mampu tetap fokus sebagai satu grup. Itu hal yang paling membuat saya bangga,”
Mental Juara: Belum Puas dengan Satu Trofi
Meski sudah meraih Scudetto, Lautaro menegaskan bahwa ambisi Inter belum berhenti.
Dengan peluang meraih gelar tambahan di Coppa Italia, serta kesempatan menjadi top skor liga, mentalitas juara tetap terjaga.
“Selalu ada ruang untuk trofi lain! Ini adalah mentalitas saya dan Inter. Jadi, saya sangat bangga mengenakan seragam ini.”

Leave a Reply