Inter Milan memasuki fase krusial dalam perburuan Scudetto musim ini. Setelah serangkaian hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir, tim asuhan Cristian Chivu dituntut segera bangkit dan menemukan kembali ritme permainan terbaiknya.
Di tengah tekanan tersebut, satu nama menjadi sorotan utama adalah Hakan Calhanoglu.
Momentum Kebangkitan Usai Jeda Internasional
Jeda internasional sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi memberi waktu pemulihan, namun di sisi lain bisa meninggalkan efek mental bagi pemain.
Bagi Inter, situasi ini cukup kompleks. Beberapa pemain seperti Alessandro Bastoni, Nicolo Barella, hingga Federico Dimarco kembali dengan kekecewaan setelah gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2026.
Namun berbeda dengan itu, Hakan Calhanoglu justru kembali ke Inter dengan penuh kebahagiaan. Bersama Timnas Turki, ia sukses mengamankan tiket ke Piala Dunia, sebuah mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud.
Kini, Inter berharap energi positif tersebut bisa ditransfer ke performanya di klub.
Calhanoglu: Dua Wajah dalam Satu Musim
Musim ini menunjukkan dua sisi berbeda dari Calhanoglu, sebuah kontras yang sangat terasa dalam statistik.
Paruh Pertama Musim
- 12 kali starter dari 15 laga
- 959 menit bermain
- 6 gol
- Peran vital sebagai motor permainan
Paruh Kedua Musim
- Hanya 5 kali starter
- 450 menit bermain
- 2 gol
- Sering absen karena cedera
Perbedaan ini menegaskan bahwa Inter kehilangan sosok kunci ketika performa Calhanoglu menurun.
Chivu Butuh Versi Terbaik Calhanoglu
Menurut laporan Sky Sport, pelatih Cristian Chivu kini menghadapi tantangan, yakni mengembalikan performa terbaik sang gelandang.
Dengan kondisi skuad yang tidak ideal, lantaran cedera Yann Bisseck dan absennya beberapa pemain, peran Calhanoglu menjadi semakin krusial.
Ia diharapkan mampu:
- Mengatur tempo permainan
- Menjadi penghubung lini tengah dan serangan
- Memberi kontribusi gol dari lini kedua
Ujian Berat: Roma di Depan Mata
Laga melawan AS Roma di San Siro pada pekan ke-31 Serie A Senin mendatang menjadi momen pembuktian.
Roma datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tiket Liga Champions, sehingga Inter tidak akan menghadapi pertandingan mudah.
Di sisi lain, kembalinya Lautaro Martinez ke lini depan memberi angin segar bagi Nerazzurri. Kombinasi dengan Marcus Thuram diharapkan kembali tajam.
Namun, kunci keseimbangan tetap ada di lini tengah, dan di situlah peran Calhanoglu menjadi penentu.
Saatnya “Membayar” Kepercayaan
Calhanoglu sebelumnya mengakui bahwa Inter dan Chivu memberinya waktu untuk pulih dari cedera, terutama demi membantunya tampil di play-off Piala Dunia.
Kini, saatnya sang gelandang membalas kepercayaan tersebut.
Bukan hanya dengan performa biasa, tetapi dengan:
- Kepemimpinan di lapangan
- Konsistensi permainan
- Mental juara di momen krusial

Leave a Reply