Chivu Tetap Membumi Usai Inter Menang Telak Atas Sassuolo: “Masih Nol Persen ke Scudetto”

Inter Milan tampil luar biasa saat membantai Sassuolo dengan skor telak 5-0 di Mapei Stadium dalam laga pekan ke-24 Serie A 2025-26, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.

Lima gol dari lima pemain berbeda menjadi bukti nyata dominasi Nerazzurri yang kini semakin kokoh di puncak klasemen Serie A. Namun di balik pesta gol tersebut, Cristian Chivu justru memilih menahan euforia dan menegaskan satu hal penting: perjalanan Inter masih panjang.

Pelatih Inter itu menilai kemenangan besar ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju fase paling krusial musim ini.

Gol-gol Inter dicetak oleh Yann Bisseck dan Marcus Thuram di babak pertama, disusul Lautaro Martinez, Manuel Akanji, serta Luis Henrique di paruh kedua. Hasil ini semakin menegaskan status Inter sebagai pemimpin klasemen yang menjauh dari para pesaingnya.

Meski demikian, Chivu mengingatkan bahwa laga tidak sepenuhnya mudah. Sassuolo sempat memberi ancaman di awal pertandingan lewat intensitas dan keberanian mereka menguasai bola.

“Kami memahami momen pertandingan. Mereka menekan dengan intensitas tinggi di awal. Gol dari situasi bola mati membantu kami, lalu soliditas tim menjadi kunci,” ujar Chivu kepada DAZN.

Menurutnya, kematangan tim terlihat dari kemampuan Inter beradaptasi dengan situasi sulit tanpa kehilangan kontrol permainan.

“Tim ini kini terlihat lebih matang dalam hal bagaimana mereka menerima dan beradaptasi pada momen-momen tertentu di dalam pertandingan,” tambahnya.

Tidak Ada Kesempurnaan dalam Sepak Bola

Dengan keunggulan delapan poin di puncak klasemen setelah 24 pertandingan, Inter mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat Scudetto. Namun Chivu dengan tegas menolak label favorit.

“Kami tidak boleh lupa dari mana kami datang. Tidak ada kesempurnaan. Kami masih bisa dan harus berkembang,” tegasnya.

Ia mengibaratkan Serie A sebagai maraton panjang, bukan sprint. Konsistensi dan kedewasaan, menurut Chivu, akan menjadi penentu di fase-fase menentukan.

“Ini tidak mudah karena masih ada jalan panjang di Serie A dan ini adalah fase penting musim ini. Kita sudah setengah jalan dalam maraton, kita harus menjaga kedewasaan dan tetap kompetitif,”

Frattesi dan Kedalaman Skuad Jadi Kunci

Absennya Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu membuat banyak pihak berharap Davide Frattesi tampil sebagai starter.

Namun Chivu kembali menegaskan bahwa kekuatan Inter terletak pada kolektivitas, bukan individu.

“Frattesi, Diouf, Dimarco, semua bekerja keras. Kami membutuhkan seluruh skuad untuk menjaga level kompetitif,” jelasnya.

Pendekatan ini menunjukkan filosofi Chivu yang menempatkan kedalaman tim sebagai senjata utama Inter dalam jadwal padat dan tekanan tinggi.

Jelang Juventus: Fokus, Bukan Euforia

Ujian besar berikutnya sudah menanti: Derby d’Italia melawan Juventus. Meski laga ini selalu sarat gengsi, Chivu memilih pendekatan dingin dan rasional.

“Ini pertandingan seperti yang lain. Ekspektasinya tinggi, tapi saya ingin tim tetap dewasa dan sadar,” katanya.

Nol Persen ke Scudetto

Ketika ditanya soal peluang Inter meraih gelar Serie A musim ini, jawaban Chivu sangat tegas dan membumi.

“Nol persen. Masih ada 14 pertandingan. Teori belum memenangkan apa pun,” ucapnya singkat.

Pesan ini jelas: Inter sedang berada di jalur yang tepat, tapi jalan menuju Scudetto masih penuh rintangan. Dominasi atas Sassuolo hanyalah satu langkah, dan pekerjaan besar baru saja dimulai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*