Fabrizio Romano Ungkap Alasan Inter Gagal Datangkan Bek Kanan: Target Utama Sebenarnya Joao Cancelo

Bursa transfer Inter Milan Januari ini menyisakan tanda tanya besar di kalangan tifosi. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: mengapa Nerazzurri tidak mendatangkan bek sayap kanan yang sangat dibutuhkan.

Kini, misteri tersebut akhirnya terjawab. Pakar transfer ternama Fabrizio Romano mengungkapkan alasan di balik keputusan Inter melalui wawancaranya bersama DAZN.

Romano Buka Suara soal Strategi Transfer Inter

Dalam wawancaranya, Fabrizio Romano menjelaskan bahwa kegagalan Inter merekrut bek kanan bukan karena kurangnya usaha, melainkan karena kondisi pasar yang tidak memungkinkan.

“Mengapa Inter tidak mendatangkan bek kanan? Karena tidak ada kondisi yang tepat. Bahkan pagi ini Inter kembali menghubungi Perisic, tetapi PSV meminta harga yang sangat tinggi untuk pemain seusianya,” ujar Romano.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Inter tetap aktif hingga detik terakhir bursa transfer.

Upaya Terakhir: Perisic dan Diaby

Menurut Romano, Inter sempat mencoba beberapa opsi sebelum akhirnya mundur dari perburuan.

1. Ivan Perisic

Inter sempat melakukan pendekatan terhadap mantan pemainnya itu. Namun, permintaan harga tinggi dari PSV membuat negosiasi tidak berlanjut.

2. Moussa Diaby

Situasi Diaby juga tidak berjalan mulus. Klub Arab Saudi, Al-Ittihad, tengah menghadapi berbagai masalah internal.

Kepindahan Karim Benzema ke Al-Hilal turut memengaruhi kebijakan Al-Ittihad, yang akhirnya menolak tawaran Inter berupa pinjaman dengan opsi beli yang bisa berubah menjadi wajib.

“Untuk Diaby, banyak hal yang terjadi. Al-Ittihad memiliki masalah lain. Benzema pindah ke Al-Hilal, sehingga Al-Ittihad kemudian tidak menerima tawaran Inter untuk Diaby, berupa pinjaman dengan opsi beli yang berubah menjadi kewajiban,”

Efek Domino Transfer di Liga Arab Saudi

Romano juga menyoroti bagaimana dinamika transfer di Arab Saudi berdampak langsung pada rencana Inter.

Perpindahan Benzema membuat Al-Ittihad mengubah strategi finansial dan olahraga mereka. Akibatnya, negosiasi untuk Diaby pun terhenti.

Situasi ini menjadi contoh nyata bagaimana satu transfer besar bisa memengaruhi banyak klub di berbagai liga.

Target Sebenarnya: Joao Cancelo

Fakta paling menarik yang diungkap Romano adalah bahwa target utama Inter sebenarnya bukan Perisic atau Diaby, melainkan Joao Cancelo.

Bek sayap asal Portugal itu masuk dalam radar utama Inter sejak awal bursa transfer. Namun, Barcelona bergerak cepat dan berhasil mengamankan jasanya.

“Sebenarnya target utama Inter adalah Joao Cancelo, yang kemudian bergabung dengan Barcelona di awal bursa. Setelah itu, Inter memutuskan tidak melanjutkan perburuan,” jelas Romano.

Kegagalan mendapatkan Cancelo membuat Inter kehilangan opsi ideal di sektor kanan.

Mengapa Inter Akhirnya Mundur?

Setelah berbagai komplikasi, manajemen Inter memilih bersikap realistis. Mereka menilai bahwa:

  • Harga pemain terlalu mahal
  • Skema transfer tidak menguntungkan
  • Risiko finansial terlalu tinggi
  • Tidak sesuai strategi jangka panjang

Karena itu, Inter memilih tidak memaksakan diri.

Kepercayaan Penuh pada Dumfries

Keputusan tidak merekrut bek kanan baru juga menunjukkan kepercayaan penuh klub kepada Denzel Dumfries.

Pelatih dan manajemen yakin bahwa Dumfries masih mampu menjadi andalan utama di sektor kanan, dengan dukungan rotasi internal yang ada.

Selain itu, fleksibilitas beberapa pemain membuat Inter masih memiliki alternatif dalam situasi darurat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*