Lawan Atalanta, Chivu: “Inter Butuh Keberanian, Intensitas, dan Tanggung Jawab”

Inter Milan akan menutup tahun 2025 dengan ujian berat. Nerazzurri dijadwalkan bertandang ke markas Atalanta di Bergamo, Senin (29/12) pukul 02.45 WIB pada pekan ke-17 Serie A.

Laga ini bukan sekadar duel papan atas, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana kematangan Inter di bawah arahan Cristian Chivu.

Dalam konferensi pers di BPER Training Centre, Appiano Gentile, Chivu menyampaikan pesan yang jelas: mentalitas akan menentukan segalanya.

“Di Bergamo akan dibutuhkan keberanian, intensitas, dan rasa tanggung jawab,” tegas pelatih berusia 45 tahun itu.

Atalanta Tetap Berbahaya, Terlepas dari Pergantian Pelatih

Chivu menegaskan bahwa Atalanta selalu menjadi lawan yang menyulitkan, siapa pun pelatihnya. Meski kini dipimpin Raffaele Palladino, identitas agresif La Dea tetap terjaga.

“Pertandingan melawan Atalanta selalu sulit, terlepas dari siapa pelatihnya,”

“Mereka membangun sesuatu yang penting selama sembilan tahun bersama Gasperini dan tetap mempertahankan identitas itu,”

“Di bawah Raffaele Paladino, mereka telah menemukan konsistensi dan motivasi yang tepat. Atalanta adalah tim yang intens, vertikal, dan bertahan dengan sistem man to man,” jelas Chivu,”

Menurutnya, Inter harus berani mengambil risiko, memenangkan duel-duel penting, serta memaksimalkan peluang langka yang biasanya diberikan Atalanta.

“Kami harus bermain berani, memenangkan bola-bola kedua, dan memaksimalkan sebaik mungkin sedikit peluang yang akan mereka berikan,”

Soal Bursa Transfer: Chivu Tegas Lindungi Skuadnya

Menjelang dibukanya bursa transfer Januari dan di tengah absennya Denzel Dumfries, Chivu menolak membicarakan kebutuhan pemain baru.

“Berbicara soal transfer berarti tidak menghormati pemain yang saya miliki. Dua puluh lima pemain ini sesuai dengan ide-ide saya,” ujarnya.

Sikap ini menegaskan kepercayaan penuh Chivu terhadap kedalaman skuad Inter saat ini.

Evaluasi 2025: Proses Belum Selesai, Ambisi Harus Tetap Hidup

Chivu menilai lima bulan pertamanya sebagai pelatih Inter penuh tantangan, terutama karena warisan emosional musim sebelumnya. Namun, ia puas dengan progres yang ditunjukkan tim.

“Kami menambahkan sesuatu dari sisi taktik dan mental. Kami belum sempurna, ini masih proyek yang sedang berjalan,” kata Chivu.

Ia menekankan bahwa tim kompetitif sejati harus memiliki ambisi dan tuntutan setiap hari, bukan hanya hasil instan.

“Bagi kami, semua pertandingan itu penting. Inilah yang harus menjadi mentalitas Inter: jangan pernah berpikir bahwa semuanya akan berjalan mudah. Kami terus bekerja untuk berkembang dalam segala aspek, terutama dari sisi motivasi dan tanggung jawab. Tim ini kuat dan memiliki ambisi yang tepat untuk bersaing hingga akhir,”

Luis Henrique, Dumfries, dan Tanggung Jawab Kolektif

Absennya Dumfries memunculkan pertanyaan soal solusi di sisi kanan. Chivu membela Luis Henrique, yang mulai mendapat kepercayaan.

“Tanggung jawab adalah milik semua pemain. Meskipun baru bergabung, Luis Henrique memberi kontribusi, secara taktik dan performa dia melakukan apa yang diminta,” tegasnya.

Chivu juga menegaskan bahwa Dumfries tetap penting, namun pemain baru harus diberi kondisi terbaik untuk berkembang.

“Dumfries penting, tetapi Luis Henrique memiliki kualitas dan perlu ditempatkan dalam kondisi yang tepat untuk mengekspresikannya,”

Inter di Puncak Klasemen: Percaya Diri atau Frustrasi?

Meski memimpin Serie A dan masih bertahan di Liga Champions, Chivu mengakui bahwa kekecewaan, terutama usai tersingkir di Supercoppa masih terasa.

“Kami harus lebih kuat dari frustrasi dan persepsi eksternal. Kami tahu apa yang kurang dan sedang bekerja keras untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Frattesi, Calhanoglu, dan Rotasi Penjaga Gawang

Chivu menepis ide memainkan Davide Frattesi sebagai wingback kanan.

“Kami melihat Frattesi lebih dekat ke area kotak penalti, untuk memaksimalkan kualitas masuk ke ruang kosong,” jelasnya.

Kabar baik datang dari Hakan Calhanoglu, yang sudah siap kembali tampil sejak awal, sementara Josep “Pepo” Martinez berpeluang kembali dipercaya di bawah mistar karena padatnya jadwal.

“Calhanoglu telah berlatih secara konsisten dan siap untuk pertandingan melawan Atalanta. Pepo Martinez memberi kami pertanda baik di Piala Super, dan dengan jadwal yang padat, kami akan memiliki kesempatan untuk melihatnya lagi,”

Pelajaran dari Riyadh dan Mentalitas Ruang Ganti

Meski kecewa tersingkir dari Supercoppa, Chivu melihat banyak sisi positif, khususnya babak kedua melawan Bologna.

“Dengan penguasaan bola saja tidak selalu cukup untuk menang. Saya tidak ingin mengurangi nilai tim ini, saya ingin menambahkan sesuatu,” katanya.

Di ruang ganti, Chivu menegaskan budaya keterbukaan dan tanggung jawab sudah tertanam.

“Di dalam ruang ganti, semuanya dibicarakan secara terbuka, kami melakukan evaluasi diri dan mengambil tanggung jawab. Di luar, saya tidak akan pernah menceritakan semuanya demi menghormati para pemain. Grup ini bekerja keras, memiliki keberanian untuk mempertaruhkan diri dan terus berkembang,”

Sorotan untuk Aleksander Stankovic dan Tekanan Melatih Inter

Chivu juga memberi pujian khusus kepada Aleksander Stankovic, yang tengah bersinar bersama Club Brugge.

“Saya sangat senang untuknya. Dia produk akademi kami, interista sejati. Kami memantau perkembangannya dengan sangat dekat,” ungkapnya.

Soal tekanan melatih Inter, jawabannya lugas:

“Itu memotivasi saya. Saya tahu siapa diri saya dan apa yang saya bawa. Saya ingin membangun tim yang kompetitif dan terus berkembang.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*