
Pertandingan Inter Milan vs Parma pada pekan ke-6 Serie A 2026-27 memiliki cerita tersendiri bagi Marcus Thuram. Penyerang Nerazzurri tersebut bukan hanya memiliki catatan impresif ketika menghadapi tim berjuluk Gialloblu, tetapi juga mempunyai hubungan emosional dengan kota Parma.
Thuram lahir di Parma pada 6 Agustus 1997, ketika sang ayah, Lilian Thuram, masih memperkuat Parma. Karena itu, kota tersebut menjadi bagian penting dari kisah awal kehidupan penyerang Inter tersebut.
Namun, ketika pertandingan dimulai, ikatan emosional itu tampaknya tidak akan membuat Thuram memberikan kelonggaran kepada Parma.
Justru sebaliknya, sang striker memiliki rekor yang sangat mengesankan setiap kali menghadapi klub yang pernah diperkuat ayahnya tersebut.
Thuram Selalu Cetak Gol Lawan Parma
Thuram memiliki catatan sempurna dalam empat pertemuannya dengan Parma di Serie A.
Dalam empat pertandingan tersebut, Thuram selalu berhasil mencetak gol.
Rekor tersebut menjadikan Parma sebagai salah satu lawan yang secara konsisten berhasil dibobol penyerang asal Prancis tersebut.
Kini, Thuram kembali berpeluang memperpanjang catatan tersebut ketika Inter menghadapi Parma pada Sabtu (10/10/26) pukul 23.00 WIB di San Siro.
Jika kembali mencetak gol, Thuram akan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain yang paling merepotkan Parma dalam beberapa pertemuan terakhir.
Catatan tersebut tentu menjadi modal kepercayaan diri bagi sang pemain sekaligus ancaman serius bagi pertahanan Parma.
Thuram Sedang dalam Performa Impresif
Bukan hanya rekornya melawan Parma yang membuat Thuram patut diperhatikan.
Sejak awal April, penyerang Inter tersebut mencatatkan statistik yang menempatkannya di antara pemain paling produktif di lima liga top Eropa.
Thuram menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang sejak awal April berhasil mencatatkan sedikitnya lima gol dan lima assist.
Catatannya adalah 8 gol dan 5 assist.
Dua pemain lain yang mencapai standar tersebut adalah Lamine Yamal dan Corentin Tolisso.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Thuram tidak hanya berasal dari kemampuannya mencetak gol.
Ia juga mampu menciptakan peluang dan memberikan assist untuk rekan-rekannya.
Ikatan emosional dengan Parma mungkin membuat pertandingan ini terasa lebih spesial secara pribadi. Tetapi rekor Thuram menunjukkan bahwa ketika berhadapan dengan Gialloblu, ia tidak pernah kehilangan naluri mencetak gol.
Kini Parma harus berusaha menghentikan pemain yang belum pernah gagal mencetak gol dalam empat pertemuan sebelumnya.
Sementara bagi Thuram, laga ini menjadi kesempatan untuk kembali membuktikan bahwa Parma mungkin merupakan kota kelahirannya, tetapi di atas lapangan, tidak akan ada diskon untuk tuan rumah.

Leave a Reply