
Aleksandar Stankovic akhirnya semakin dekat dengan kesempatan yang selama ini ditunggunya di Inter Milan.
Cristian Chivu disebut sudah memiliki rencana jelas untuk sang gelandang, dengan Parma dan Club Brugge menjadi dua pertandingan yang berpotensi membuka jalan bagi pemain muda Serbia tersebut.
Stankovic kembali ke Inter pada musim ini setelah menjalani dua musim di luar Italia. Sebelumnya, pemain kelahiran 2005 itu menghabiskan waktu bersama Lucerne di Swiss dan kemudian Club Brugge di Belgia.
Namun, kembalinya ke Giuseppe Meazza belum berjalan seperti yang diharapkan. Hingga saat ini, Stankovic baru mendapatkan dua kali kesempatan tampil sebagai pemain pengganti dengan total hanya 15 menit bermain.
Lebih sering duduk di bangku cadangan, Stankovic harus bersabar menunggu kepercayaan dari Chivu.
Kini, penantian tersebut diyakini segera berakhir.
Parma dan Club Brugge Bisa Jadi Panggung Stankovic
Jadwal padat Inter dalam beberapa pekan mendatang membuka peluang besar bagi Stankovic untuk mendapatkan menit bermain.
Dua pertandingan yang paling mungkin menjadi panggungnya adalah menghadapi Parma dan Club Brugge.
Bahkan, bukan tidak mungkin Chivu sudah memberikan kesempatan sejak menit pertama kepada gelandang berusia 21 tahun tersebut.
Keputusan itu tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rotasi. Stankovic juga dinilai menunjukkan determinasi dan sikap positif dalam latihan.
Selain itu, cedera yang dialami Curtis Jones membuat Chivu kehilangan salah satu alternatif penting di lini tengah. Kondisi tersebut membuat opsi yang tersedia menjadi lebih terbatas, terutama ketika Inter harus menghadapi rangkaian pertandingan dalam waktu berdekatan.
Chivu Sudah Menentukan Posisi Stankovic
Hal menarik lainnya adalah posisi yang disiapkan Chivu untuk Stankovic.
Pelatih Inter tersebut disebut sudah memiliki pandangan yang cukup jelas. Untuk saat ini, Stankovic dianggap sebagai playmaker atau regista murni, bukan gelandang yang harus berpindah-pindah posisi.
Peran tersebut sangat penting dalam sistem permainan Inter karena pemain di posisi ini bertugas mengatur tempo sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah.
Saat ini, posisi tersebut menjadi milik Hakan Calhanoglu, dengan Piotr Zielinski sebagai alternatif berikutnya.
Namun, situasi kedua pemain tersebut membuka peluang bagi Stankovic.
Calhanoglu belum berada dalam kondisi fisik yang benar-benar ideal, sementara Zielinski baru saja menjalani empat pertandingan berturut-turut sebagai starter bersama tim nasionalnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi fisik, rotasi, serta padatnya jadwal Inter, Stankovic bisa menjadi solusi yang sangat masuk akal bagi Chivu.
Stankovic Tak Memilih Hengkang dari Inter
Yang membuat situasi Stankovic semakin menarik adalah keputusan yang diambilnya pada musim panas lalu.
Pemain berusia 21 tahun tersebut sebenarnya menyadari bahwa dirinya berada di belakang beberapa nama senior dalam hierarki lini tengah Inter.
Ia tahu persaingan untuk mendapatkan tempat utama sangat ketat. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mempertimbangkan kembali opsi untuk meninggalkan klub.
Stankovic justru memilih bertahan dan berjuang mendapatkan tempat di skuad utama.
Keputusan itu bukan tanpa alasan.
Inter bukan sekadar klub tempatnya bekerja. Stankovic memiliki hubungan emosional dengan Nerazzurri karena tumbuh di lingkungan klub tersebut dan dikenal sebagai penggemar Inter sejak kecil.
Terlebih lagi, ia merupakan putra legenda Inter, Dejan Stankovic, sehingga perjalanan sang pemain di Giuseppe Meazza memiliki nilai emosional tersendiri.
Kini, ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa memiliki cerita sendiri bersama Inter.

Leave a Reply