Tekad Mkhitaryan: Tutup Karier dengan Performa Terbaik di Inter

Gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan memberi pernyataannya yang penuh emosi dan motivasi.

Dalam sebuah wawancara bersama kanal YouTube Pyunik, klub tempat ia memulai karier profesionalnya, pemain asal Armenia itu membuka kisah perjalanan panjangnya dari akademi hingga panggung elite Eropa.

Saat ini Mkhitaryan tengah menikmati masa liburan di Armenia sekaligus bernostalgia dengan klub yang membesarkan namanya.

Kembali ke Akar: Pyunik Jadi Tempat Penuh Kenangan

Mkhitaryan mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali ke Pyunik, klub pertama yang memberinya fondasi dalam dunia sepak bola.

Ia mengenang momen ketika pertama kali datang bersama ibunya untuk mendaftar ke akademi.

“Saya telah menempuh perjalanan panjang dari sini hingga ke Inter. Ini adalah kebanggaan besar. Pyunik adalah klub pertama saya, tempat yang memberi saya segalanya,” ujarnya.

Bagi Mkhitaryan, Pyunik bukan sekadar klub, tetapi titik awal dari mimpi besar yang kini telah menjadi kenyataan.

“Banyak kenangan yang mengikat saya dengan tempat ini, seperti hari ketika saya datang bersama ibu saya untuk mendaftar ke akademi. Ini adalah klub pertama saya, tim yang memberi saya semua yang saya butuhkan. Ada dua jenis pemain muda: mereka yang bermimpi dan mereka yang benar-benar ingin mencapai tujuan besar,”

Perjalanan Panjang Penuh Tantangan

Sepanjang kariernya, Mkhitaryan telah bermain di berbagai klub besar Eropa, termasuk Borussia Dortmund, Manchester United, Arsenal, AS Roma, hingga kini Inter Milan.

Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Ada momen-momen sulit yang sempat membuatnya ragu, namun tidak berlangsung lama.

“Ada beberapa kekecewaan, tapi hanya beberapa hari. Setelah itu saya selalu menemukan kekuatan untuk bangkit kembali,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan keluarga dan teman menjadi faktor penting dalam menjaga mentalitasnya sebagai pemain profesional.

“Saya yakin bahwa apa yang saya alami hanyalah momen sementara. Dengan bantuan teman dan keluarga, saya bisa melewati masa-masa sulit,”

Motivasi Besar di Usia Senja Karier

Meski sudah memasuki fase akhir karier, Mkhitaryan menegaskan bahwa semangatnya belum padam. Ia masih memiliki motivasi kuat untuk terus bermain di level tertinggi.

“Saya tidak bisa membiarkan semuanya berakhir setengah jalan. Saya ingin menyelesaikan apa yang saya mulai,” katanya.

Menutup Karier dengan Cara Terbaik

Mkhitaryan menolak gagasan mengakhiri karier dengan performa yang menurun. Ia ingin tetap tampil kompetitif hingga akhir.

“Saya ingin menutup karier dengan indah dan berharap bisa bermain satu tahun lagi, setelah itu semuanya akan menjadi lebih jelas,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun usianya tidak lagi muda, standar profesionalnya tetap tinggi.

Kunci Sukses: Kerja Keras dan Cinta pada Sepak Bola

Dalam wawancaranya, Mkhitaryan juga menekankan pentingnya kerja keras sebagai fondasi utama kesuksesan.

Ia percaya bahwa dedikasi harian, kecintaan terhadap sepak bola, dan mental positif adalah kunci untuk tetap bertahan di level tertinggi.

“Untuk meraih kesuksesan hanya ada satu cara: bekerja keras dan mencintai diri sendiri. Saya tidak ingin karier saya berakhir dengan kualitas sepak bola yang rendah. Setiap pagi saya bangun dengan perasaan baik, pergi latihan dan pertandingan dengan semangat, dan saya pikir itulah yang dibutuhkan untuk tetap berada di level tertinggi.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*