Stefan de Vrij: “Inter Jangan Lengah, Scudetto Belum Di Tangan”

Bek Inter Milan, Stefan de Vrij memberikan pernyataan penuh makna usai kemenangan Nerazzurri atas Cagliari pada pekan ke-33 Serie A 2025-26, Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB.

Meski posisi Inter semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, De Vrij menegaskan bahwa perjuangan menuju Scudetto belum berakhir.

Target Semakin Dekat, Tapi Belum Selesai

Dalam wawancaranya bersama Sky Sport, De Vrij mengakui pentingnya kemenangan atas Cagliari, namun ia tetap mengingatkan tim untuk tidak terlena.

“Ini pertandingan penting dan kami berhasil memenangkannya. Target semakin dekat, tetapi belum selesai. Kami harus terus menang,” ujar Vrij.

Pernyataan ini mencerminkan fokus tinggi dalam skuad Inter yang tidak ingin mengulang kesalahan di masa lalu.

Belajar dari Musim Lalu

De Vrij juga menyinggung pengalaman pahit musim sebelumnya, ketika Inter tampil impresif namun gagal mengamankan gelar.

“Tahun lalu kami menjalani musim yang sangat bagus, tetapi tidak memenangkan apa pun. Kami sadar harus melakukan lebih untuk bisa juara,”

Pengalaman tersebut menjadi bahan bakar tambahan bagi Nerazzurri musim ini untuk tampil lebih konsisten dan lapar akan kemenangan.

Peluang Raih Dua Trofi

Musim ini, Inter berada di jalur yang tepat untuk meraih lebih dari satu gelar. De Vrij menegaskan bahwa tim akan berjuang maksimal untuk mewujudkan ambisi tersebut.

“Musim ini kami bisa meraih dua trofi, dan kami akan melakukan segalanya untuk membawanya pulang,”

Ambisi ini menunjukkan bahwa Inter tidak hanya fokus pada liga, tetapi juga kompetisi lain yang masih mereka jalani.

Mentalitas Inter: Bangkit dari Kegagalan

Lebih lanjut, De Vrij menyoroti mentalitas kuat yang dimiliki tim. Ia menekankan bahwa setiap pemain memahami arti mengenakan seragam Inter.

“Setiap pemain tahu apa artinya bermain untuk Inter. Banyak yang telah menularkan mentalitas itu,”

Ia juga mengakui bahwa kekalahan adalah bagian dari perjalanan, namun yang terpenting adalah bagaimana tim meresponsnya.

“Kami memang sempat kalah, tetapi selalu bangkit. Ini soal karakter dan keinginan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*