
Kedatangan Djed Spence menjadi salah satu amunisi baru yang menarik perhatian dalam skuad Inter Milan musim ini (2026-27).
Wing-back serbaguna tersebut membeberkan rasa bangga dan antusiasmenya usai resmi mengenakan seragam kebanggaan Nerazzurri.
Dalam wawancara mendalam bersama DAZN, pemain yang memilih nomor punggung 99 ini menceritakan emosi saat pertama kali dihubungi Inter, ikatan keluarga yang kuat, filosofi hidup “Godspeed”, hingga kekagumannya pada atmosfer magis Stadion San Siro.
Bangga Berada di Klub Juara dan Dukungan Penuh Keluarga
Bagi Spence, panggilan dari manajemen Inter Milan adalah momen yang sangat emosional dan berharga, tak hanya bagi dirinya tetapi juga seluruh keluarganya.
“Ketika Inter menghubungi saya, perasaan saya sangat luar biasa. Ini adalah klub besar dan saya sangat bahagia. Menjadi bagian dari tim Juara Italia di klub sebesar ini adalah sensasi yang fantastis. Kami berharap bisa mengulang prestasi tersebut dan menjalani musim yang hebat seperti tahun lalu,” ujar Spence.
Hari penandatanganan kontrak bersama Inter pun menjadi salah satu hari paling bersejarah dalam hidupnya.
“Hari penandatanganan adalah momen spesial bagi saya dan keluarga. Sebuah kehormatan besar bisa menjadi bagian dari klub ini. Ayah, ibu, sepupu, dan tiga saudara perempuan saya hadir. Kami keluarga yang sangat dekat, saudara perempuan saya artinya segalanya bagi saya,”
Karakter Taktis
“Karakteristik saya? Dribbling, membawa bola ke depan: setiap hari saya melatih cross (umpan silang). Apakah fisik, fleksibilitas, dan kecepatan adalah kekuatan utama saya? Ya, yang terbaik mungkin adalah fleksibilitas (duttilità),”
Filosofi “Godspeed”
Salah satu hal paling unik dari Djed Spence adalah slogan dan prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh: “Godspeed”.
“Godspeed? Itu adalah slogan yang biasa saya gunakan: saya melakukan segala hal dengan kecepatan yang ditentukan oleh Tuhan. Jadi, berapa pun kecepatan yang Dia inginkan untuk saya jalani, saya biarkan Dia yang membimbing saya dan saya hanya percaya kepada-Nya. Ini adalah sesuatu yang mulai dekat dengan saya di fase karier yang lebih belakangan,”
Rekan-Rekan Di Ruang Ganti
“Saya banyak bicara, tetapi saya juga suka mengamati: tergantung situasinya,”
Ritual Sebelum Tanding
Sebelum melangkah ke lapangan pertandingan, Spence mengaku selalu mengatasi tekanan dengan berdoa dan menyerahkan seluruh hasil akhirnya kepada Sang Pencipta.
“Sebelum pertandingan, saya menghadapi tekanan dengan berdoa: setelah itu saya serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan,”
Kenangan Nomor Punggung 99
Mengenai nomor punggung 99 yang ia pilih, Spence menjelaskan kombinasi unik di balik angka tersebut: tanggal lahirnya serta angka 9 yang merupakan nomor favorit sang ayah.
“Nomor 99? Saya lahir pada tahun 2000 dan nomor favorit ayah saya adalah angka 9,”
Atmosfer San Siro
Spence juga mengenang pengalaman pertamanya bermain di San Siro sekitar dua tahun lalu sebelum kini resmi menjadi bagian dari publik Giuseppe Meazza.
“San Siro adalah stadion yang sangat ikonik. Penggemar di sana benar-benar berteriak dan menyalurkan energi mereka. Kehadiran mereka sangat terasa di lapangan.”

Leave a Reply