
Krisis konsistensi yang dialami AC Milan dalam beberapa musim terakhir mendapat sorotan tajam dari mantan pelatih mereka, Sergio Conceicao.
Berbicara secara blak-blakan dalam program “La Tripletta” milik La Gazzetta dello Sport, juru taktik asal Portugal tersebut mengungkapkan akar masalah mendasar yang membuat Rossoneri kesulitan bersaing secara konsisten di jalur juara.
Menurut Conceicao, kunci utama perbedaan antara tim yang sukses berkelanjutan dengan tim yang goyah terletak pada satu kata: stabilitas.
Bongkar-Pasang Manajemen dan Pergantian Pelatih yang Mengganggu
Conceicao menyoroti bagaimana AC Milan kerap berganti arah kebijakan manajemen dan taktis dalam waktu singkat.
Ketidakjelasan visi klub dinilai menjadi penyebab utama kegagalan para pelatih pendahulunya untuk memaksimalkan potensi tim.
“Di Milan, mereka mengambil satu arah sebelum saya datang dengan seorang direktur olahraga, kemudian berganti ke arah lain,” beber Conceicao.
Ia juga memberikan pembelaan sekaligus analisis terkait kegagalan Massimiliano Allegri di San Siro:
“Allegri telah melakukan apa yang bisa ia lakukan. Ia tidak berhasil menyelesaikan pekerjaannya meskipun memiliki kualitas tinggi dan rekam jejak hasil yang telah ia raih sepanjang kariernya. Sekarang ada Ruben Amorim, mari kita lihat bagaimana perkembangannya,”
Bandingkan dengan Inter dan Juventus: Pondasi yang Menyokong Tim
Untuk menegaskan argumennya, Conceicao membandingkan situasi AC Milan dengan sang rival sekota, Inter Milan, serta Juventus pada masa kejayaannya.
Menurutnya, keberhasilan Inter menguasai kompetisi domestik bukan sekadar urusan materi pemain di lapangan, melainkan adanya dukungan struktur klub yang sangat kokoh.
“Seperti yang sudah saya katakan, tim butuh stabilitas seperti yang dimiliki Juventus dulu dan Inter saat ini. Ada sesuatu yang sangat kuat di belakang mereka yang menyokong para pemain, staf kepelatihan, dan seluruh lingkungan klub,” tegas Conceicao.
Stabilitas di tingkat direksi dan kejelasan proyek olahraga dinilai Conceicao sebagai benteng utama yang melindungi tim dari tekanan saat mengalami masa-masa sulit.
Kritik tajam dari Sergio Conceicao menjadi refleksi mendalam bagi manajemen AC Milan di bawah kepemimpinan baru bersama Ruben Amorim.
Jika ingin menyamai atau meruntuhkan dominasi Inter Milan di panggung Serie A, Rossoneri tidak hanya membutuhkan pemain bintang atau taktik hebat, melainkan pondasi manajemen yang stabil dan konsisten.

Leave a Reply