
Legenda AC Milan, Serginho, memberikan pandangannya mengenai persaingan Serie A musim 2026/2027.
Meski mengakui bahwa musim baru masih terlalu dini untuk diprediksi, mantan bek kiri asal Brasil itu menilai Inter Milan tetap menjadi tim yang paling siap untuk mempertahankan gelar Scudetto.
Dalam wawancara bersama La Stampa, Serginho menegaskan bahwa status Inter sebagai juara bertahan membuat Nerazzurri berada satu langkah di depan para pesaingnya. Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan panjang Serie A tidak hanya ditentukan oleh kualitas skuad, melainkan juga oleh kemampuan menjaga konsistensi sepanjang musim.
Inter Dinilai Masih Menjadi Tim Terkuat
Menurut Serginho, Inter pantas disebut sebagai unggulan utama karena mereka datang dengan modal besar setelah menjuarai Serie A musim lalu.
Meski begitu, ia menilai kekuatan di atas kertas bukan jaminan untuk kembali mengangkat trofi.
“Kita masih harus melihat seperti apa musim baru nanti. Memang benar Inter adalah tim yang paling siap dan baru saja memenangkan Scudetto,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Serginho tetap menaruh respek tinggi terhadap kualitas skuad asuhan Cristian Chivu, yang berhasil membawa Inter meraih gelar liga pada musim sebelumnya.
Konsistensi Jadi Kunci Perburuan Scudetto
Serginho menekankan bahwa kompetisi Serie A berlangsung sangat panjang sehingga setiap pertandingan memiliki arti penting.
Ia menilai tim yang mampu tampil stabil sepanjang musim akan memiliki peluang terbesar menjadi juara.
“Tetapi Liga itu panjang. Lebih dari sekadar kualitas tim, yang paling menentukan adalah konsistensi,”
Menurutnya, banyak klub gagal bersaing di papan atas bukan karena kalah dalam laga besar, melainkan karena kehilangan poin saat menghadapi tim-tim yang secara kualitas berada di bawah mereka.
Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh kontestan Serie A musim ini.
Milan Pernah Kehilangan Banyak Poin
Serginho juga menyinggung pengalaman AC Milan musim lalu sebagai contoh nyata pentingnya konsistensi.
Ia mengakui Rossoneri kehilangan kesempatan bersaing di papan atas karena terlalu sering gagal meraih poin penuh saat menghadapi tim papan tengah maupun papan bawah.
“Musim lalu kami kehilangan peluang untuk tetap berada di papan atas karena terlalu banyak kehilangan poin saat menghadapi tim-tim dari papan tengah dan bawah,”
Menurutnya, kemenangan dalam laga-laga besar memang dapat meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi hal tersebut tidak akan berarti jika gagal menjaga performa dalam pertandingan yang dianggap lebih mudah.
Menang di Laga Besar Saja Tidak Cukup
Serginho menegaskan bahwa keberhasilan meraih Scudetto selalu ditentukan oleh kemampuan menjaga ritme kemenangan sepanjang musim.
“Memang benar memenangkan pertandingan besar memberikan motivasi, tetapi yang paling penting adalah mampu tampil konsisten,”
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa klub-klub seperti Inter, Juventus, AC Milan, Napoli, maupun AS Roma harus mampu menghindari kehilangan poin dari lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka.
Dalam kompetisi sepanjang 38 pertandingan, hasil melawan tim papan bawah sering kali menjadi pembeda dalam perebutan gelar.

Leave a Reply