
Inter Milan kembali mengumumkan perpisahan dengan salah satu pemain veterannya.
Melalui situs resmi klub, Stefan de Vrij dipastikan meninggalkan Nerazzurri dengan status bebas transfer setelah mengabdi selama delapan musim.
Bek asal Belanda itu dikabarkan akan melanjutkan kariernya bersama klub Yunani, Panathinaikos, sekaligus menutup perjalanan panjang yang dipenuhi trofi, loyalitas, dan konsistensi bersama Inter.
Dalam pesan perpisahannya, Inter mengenang De Vrij sebagai sosok yang berhasil memenuhi janjinya untuk menjadi “tembok” pertahanan Nerazzurri.
Janji yang Berubah Menjadi Kenyataan
Inter membuka pernyataan resminya dengan mengingat kalimat pertama yang pernah diucapkan Stefan de Vrij saat bergabung pada 2018:
“Saya dipanggil untuk membangun sebuah tembok.”
Delapan tahun kemudian, klub menilai janji tersebut benar-benar ditepati.
Menurut Inter, De Vrij menjadi fondasi utama yang menopang berbagai kesuksesan klub melalui ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan konsistensi luar biasa di jantung pertahanan.
Pilar Utama di Lini Belakang Nerazzurri
Selama mengenakan seragam Inter, De Vrij berkembang menjadi salah satu bek tengah terbaik di Serie A.
Ia dikenal berkat kemampuannya:
- Membangun serangan dari lini belakang.
- Membaca pergerakan lawan dengan cermat.
- Dominan dalam duel udara.
- Kuat dalam duel satu lawan satu.
- Tampil konsisten di pertandingan besar.
Tak heran, Inter mempercayakan kepadanya peran sentral dalam sistem pertahanan selama bertahun-tahun.
Deretan Momen Ikonik Bersama Inter
Selain kokoh dalam bertahan, De Vrij juga beberapa kali menjadi penentu kemenangan melalui gol-gol penting.
Gol Derby yang Tak Terlupakan
Dari total 13 gol yang dicetak bersama Inter, tiga di antaranya lahir dalam laga Derby della Madonnina melawan AC Milan.
Beberapa momen yang paling dikenang antara lain:
- Gol pada Maret 2019 yang membantu Inter meraih kemenangan penting dalam perebutan tiket Liga Champions.
- Sundulan spektakuler dalam kemenangan dramatis 4-2 atas Milan pada Februari 2020.
- Gol penyama kedudukan pada Februari 2025 yang menyelamatkan Inter dari kekalahan di menit-menit akhir derby.
Gol-gol tersebut semakin mengukuhkan status De Vrij sebagai pemain yang mampu tampil besar dalam laga besar.
Bek Terbaik Serie A dan Pemimpin Tim
Performa impresif De Vrij membuatnya meraih penghargaan Bek Terbaik Serie A musim 2019/20.
Seiring waktu, ia juga berkembang menjadi salah satu pemimpin utama skuad.
Inter memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengenakan ban kapten dalam sejumlah pertandingan, baik di Serie A maupun Liga Champions.
Meski sempat menghadapi cedera dan masa sulit, De Vrij selalu menunjukkan profesionalisme tinggi dan kesiapan memberikan segalanya demi tim.
Statistik Gemilang Selama Delapan Musim
Warisan Stefan de Vrij di Inter tercermin dari statistik yang luar biasa:
- 296 pertandingan
- 13 gol
- 8 assist
- 3 gelar Serie A (Scudetto)
- 3 Coppa Italia
- 3 Piala Super Italia
Ia menjadi salah satu pemain asing dengan kontribusi paling konsisten dalam sejarah modern Nerazzurri.
“Tembok Nerazzurri” yang Akan Selalu Dikenang
Inter menyebut De Vrij sebagai salah satu pilar utama dalam sejarah klub beberapa tahun terakhir.
Dengan karakter tenang, disiplin, dan rendah hati, bek asal Belanda itu menjadi simbol stabilitas di lini belakang.
Setiap kali namanya diumumkan di San Siro, para pendukung selalu merasa lebih tenang karena tahu ada sosok yang siap menjaga pertahanan hingga peluit akhir berbunyi.
Akhir Sebuah Era Penuh Kesuksesan
Kepergian Stefan de Vrij menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah modern Inter Milan.
Selama delapan musim, ia tidak hanya membantu klub meraih berbagai gelar, tetapi juga membangun identitas pertahanan yang kokoh dan sulit ditembus.
Inter pun menutup pesan perpisahannya dengan kalimat yang penuh makna:
“Grazie, Stefan: è stato bellissimo vincere insieme!” (Terima kasih, Stefan. Sungguh luar biasa bisa meraih begitu banyak kemenangan bersama!).

Leave a Reply