
Kabar yang sudah lama dinantikan para tifosi akhirnya resmi menjadi kenyataan. Curtis Jones kini merupakan pemain baru Inter Milan.
Inter secara resmi mengumumkan kedatangan gelandang asal Inggris tersebut dari Liverpool dengan status transfer permanen.
Jones telah menandatangani kontrak bersama Nerazzurri hingga 30 Juni 2031, menandai dimulainya babak baru dalam karier pemain kelahiran 30 Januari 2001 tersebut.
Transfer ini menjadi salah satu langkah penting Inter dalam memperkuat lini tengah sekaligus menghadirkan energi, kreativitas, dan fleksibilitas taktik ke dalam skuad asuhan Cristian Chivu.
“Curtis Jones adalah pemain baru Inter. Gelandang Inggris kelahiran 2001 ini datang ke Nerazzurri dari Liverpool dengan status permanen. Jones telah menandatangani kontrak dengan klub hingga 30 Juni 2031.”
Dengan kontrak jangka panjang tersebut, Inter menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan Jones untuk menjadi bagian penting dari proyek klub dalam beberapa tahun ke depan.
Dari Toxteth, Liverpool, hingga San Siro
Kisah Curtis Jones tidak bisa dipisahkan dari Liverpool. Ia lahir di Toxteth, kawasan yang memiliki hubungan kuat dengan budaya sepak bola dan identitas kota Liverpool, pada 30 Januari 2001.
Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Jones menghabiskan banyak waktunya bermain bersama teman-teman di jalanan maupun lapangan sekolah. Mimpinya sederhana tetapi sangat besar: suatu hari bermain di Anfield dengan seragam Liverpool.
Menariknya, Jones pernah mendapat kesempatan untuk bergabung dengan akademi Manchester United dan Manchester City. Namun, ia memilih Liverpool.
Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan panjang yang akhirnya membawanya ke tim utama The Reds.
Jones bergabung dengan akademi Liverpool ketika baru berusia enam tahun. Meski sempat dipandang sebelah mata karena postur tubuhnya yang relatif ringan, ia tidak pernah kehilangan keyakinan terhadap kemampuannya.
Kerja keras, teknik, dan kemampuan membawa bola membuat perkembangan Jones berlangsung sangat cepat. Ia bahkan sudah bermain untuk tim U-23 Liverpool ketika baru berusia 16 tahun.
Steven Gerrard dan Titik Balik Karier Curtis Jones
Salah satu sosok penting dalam perkembangan Jones adalah Steven Gerrard.
Pada musim 2017/18, Gerrard menjadi pelatih Liverpool U-18. Bagi Jones, yang tumbuh sebagai seorang Scouser dan mengidolakan Gerrard, kesempatan tersebut menjadi sesuatu yang sangat istimewa.
Gerrard bukan hanya legenda Liverpool bagi Jones, tetapi juga sosok yang bisa memberikan pengalaman dan arahan kepada pemain muda tersebut.
Perkembangannya kemudian semakin cepat.
Pada musim panas 2018, Jones mengikuti pramusim bersama tim utama Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp. Klopp melihat kualitas teknis Jones, terutama mobilitas dan kemampuan dribbling yang membuatnya mampu keluar dari tekanan lawan.
Pada 7 Januari 2019, mimpinya akhirnya menjadi kenyataan. Jones melakukan debut bersama tim utama Liverpool dalam pertandingan FA Cup melawan Wolverhampton Wanderers.
Satu pertandingan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya bersama The Reds.
Gol Spektakuler di Merseyside Derby
Jones kemudian mendapatkan kesempatan lebih besar di tim utama.
Debutnya di Premier League terjadi pada Desember 2019 ketika Liverpool menghadapi Bournemouth. Tidak lama kemudian, ia mencetak gol profesional pertamanya dengan cara yang sangat berkesan.
Pada 5 Januari 2020, Liverpool menghadapi Everton dalam Merseyside Derby di putaran ketiga FA Cup.
Jones mencetak gol kemenangan melalui tembakan melengkung kaki kanan yang indah dari luar kotak penalti. Gol tersebut bukan sekadar gol pertama dalam karier profesionalnya, tetapi juga menjadi momen yang membuat namanya semakin dikenal oleh publik Anfield.
Bagi seorang pemain yang tumbuh di Liverpool dan bermimpi bermain untuk klub tersebut sejak kecil, mencetak gol dalam Merseyside Derby menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan kariernya.
Belajar dari Salah, Mane, Firmino, dan Milner
Ruang ganti Liverpool menjadi tempat Jones menimba ilmu dari sejumlah pemain terbaik dunia.
Ia berbagi ruang ganti dengan Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, hingga James Milner. Pengalaman tersebut membantu Jones memahami tuntutan bermain di level tertinggi.
Milner secara khusus menjadi salah satu sosok senior yang memberikan pengalaman dan bimbingan kepadanya.
Seiring waktu, Jones semakin sering dimainkan oleh Klopp. Ia tidak hanya berkembang sebagai gelandang serang, tetapi juga menunjukkan kemampuan bermain di berbagai posisi lini tengah.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu kelebihan utamanya.
Jones mampu memainkan peran sebagai gelandang yang lebih menyerang, bermain dari area tengah, maupun membantu membangun serangan dari posisi yang lebih dalam.
228 Penampilan dan 22 Gol Bersama Liverpool
Setelah menjalani delapan musim bersama Liverpool, Curtis Jones meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya dengan catatan yang impresif.
Ia mengoleksi 228 penampilan dan 22 gol bersama The Reds.
Selama periode tersebut, Jones turut merasakan sejumlah kesuksesan besar, termasuk:
- 2 gelar Premier League
- 1 FA Cup
- 2 Carabao Cup
- 1 Community Shield
- 1 FIFA Club World Cup
Pada Desember 2025, Jones juga mencatat sebuah pencapaian spesial. Ia menjadi gelandang termuda Liverpool yang mencapai 200 penampilan untuk klub sejak era Steven Gerrard.
Sebuah pencapaian yang terasa semakin istimewa mengingat Gerrard merupakan salah satu mentor terpenting dalam perjalanan kariernya.
Curtis Jones dan Timnas Inggris
Perjalanan Jones tidak berhenti di level klub.
Bersama Inggris U-21, ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan Euro U-21 2023. Penampilannya bahkan membuatnya masuk ke dalam tim terbaik turnamen.
Sementara itu, debutnya bersama tim nasional senior Inggris terjadi pada 2024.
Jones langsung memberikan kontribusi ketika mencetak gol pada pertandingan Nations League melawan Yunani.
Pengalaman di level internasional tersebut menjadi modal berharga bagi sang gelandang sebelum akhirnya mengambil keputusan besar untuk meninggalkan Inggris dan mencoba tantangan baru di Italia.
Apa yang Bisa Diberikan Curtis Jones untuk Inter?
Kedatangan Jones memberikan dimensi berbeda bagi lini tengah Inter.
Salah satu kekuatan utama pemain berusia 25 tahun tersebut adalah kemampuan mengontrol bola dalam ruang sempit. Jones memiliki teknik individu yang baik dan mampu menggunakan dribbling untuk melewati tekanan lawan.
Karakteristik tersebut sangat berharga dalam sepak bola modern, terutama ketika sebuah tim menghadapi lawan yang bermain dengan blok pertahanan rapat.
Selain itu, Jones memiliki fleksibilitas posisi.
Ia dapat bermain sebagai gelandang tengah, gelandang yang lebih ofensif, maupun mengambil posisi yang lebih dalam ketika situasi pertandingan membutuhkan.
Kemampuan tersebut membuatnya bukan hanya sekadar pemain kreatif, tetapi juga pemain yang bisa memberikan opsi taktik lebih banyak kepada pelatih.
Di Inter, kualitas itu berpotensi semakin berkembang karena ia akan bermain dalam sistem yang menuntut gelandang aktif bergerak, mampu menguasai bola, serta cepat beradaptasi terhadap perubahan situasi.
Petualangan Pertama di Luar Inggris
Transfer ke Inter juga menjadi momen penting secara personal.
Sepanjang karier profesionalnya, Jones hanya mengenakan seragam klub Inggris. Liverpool merupakan rumahnya sejak masih berusia enam tahun.
Kini untuk pertama kalinya ia meninggalkan Inggris.
Di Inter, Jones akan bergabung dengan sejumlah pemain Inggris lainnya, termasuk John Stones dan Djed Spence. Kehadiran mereka berpotensi membantu proses adaptasi Jones terhadap kehidupan baru di Italia.
Namun, tantangan yang menantinya tentu berbeda.
Serie A memiliki karakteristik permainan yang berbeda dengan Premier League. Jones harus beradaptasi dengan aspek taktik, bahasa, budaya, serta tuntutan bermain untuk klub dengan sejarah besar seperti Inter.
Tetapi perjalanan kariernya menunjukkan bahwa Jones bukan pemain yang mudah menyerah.
Inter Mendapatkan Gelandang dengan Karakter Modern
Inter tidak hanya mendapatkan seorang pemain yang memiliki pengalaman Premier League.
Nerazzurri mendapatkan gelandang yang sudah ditempa oleh akademi salah satu klub terbesar Inggris dan telah merasakan tekanan bermain di level tertinggi.
Jones memiliki teknik, mobilitas, kemampuan dribbling, fleksibilitas posisi, serta pengalaman memenangkan trofi.
Lebih penting lagi, ia datang ke Inter pada usia yang masih berada dalam fase produktif dan memiliki kontrak jangka panjang hingga 2031.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kedatangan Jones bukan sekadar solusi jangka pendek. Ia merupakan bagian dari proyek Inter untuk membangun skuad yang mampu bersaing dalam jangka panjang.
Era Baru Curtis Jones di Inter Dimulai
Dari jalanan Toxteth menuju Anfield, Curtis Jones telah menjalani perjalanan luar biasa.
Ia tumbuh sebagai anak Liverpool, menolak kesempatan bergabung dengan Manchester United dan Manchester City, kemudian melewati akademi The Reds hingga menjadi pemain senior.
Kini, untuk pertama kalinya, ia harus menulis cerita baru di luar Inggris.
Tujuannya adalah San Siro.
Dengan seragam biru-hitam Inter, Jones akan menghadapi tantangan baru, kompetisi baru, dan ekspektasi baru.
Namun satu hal tidak berubah: sepak bola tetap menjadi bagian terpenting dari perjalanan hidupnya.
Curtis Jones kini resmi menjadi pemain Inter Milan. Kontrak hingga 30 Juni 2031 telah ditandatangani. Dari Toxteth ke Anfield, dan kini menuju San Siro—petualangan baru sang gelandang Inggris resmi dimulai.

Leave a Reply