Presiden Como Kecam Suporter Tuan Rumah Karena Menghina Petinggi Inter Milan

Laga dramatis antara Como vs Inter Milan yang berakhir dengan skor 3-4 pada pekan ke-32 Serie A 2025-26 tidak hanya menyajikan aksi luar biasa di lapangan, tetapi juga menyisakan kontroversi di luar pertandingan.

Presiden Como, Mirwan Suwarso, secara tegas mengecam perilaku sebagian fans tuan rumah yang dinilai melewati batas.

Drama 7 Gol Tertutup Insiden Tak Terpuji

Pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia sebenarnya berjalan spektakuler. Inter Milan sukses melakukan comeback luar biasa setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama.

Di bawah arahan Cristian Chivu, Nerazzurri menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-3.

Beberapa sorotan utama laga:

  • Marcus Thuram mencetak dua gol penting
  • Denzel Dumfries menyempurnakan comeback dengan brace di babak kedua
  • Inter tetap kokoh di puncak Serie A setelah memanfaatkan hasil imbang Napoli

Namun, kemenangan tersebut justru “ternodai” oleh perilaku tidak pantas dari sebagian penonton.

Suwarso Angkat Bicara: “Mereka Tamu Kita!”

Dalam wawancara pasca pertandingan, Mirwan Suwarso tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap insiden yang terjadi di tribun VIP (executive box), di mana terdapat hinaan yang ditujukan kepada petinggi Inter Milan.

Ia menegaskan:

“Mereka adalah tamu kita dan pantas mendapatkan rasa hormat. Ejekan dan penghinaan tidak mencerminkan klub yang sedang kami bangun,” ujar Suwarso.

Suwarso juga menambahkan bahwa meskipun sepak bola penuh emosi, nilai-nilai dasar seperti rasa hormat dan martabat tidak boleh dikorbankan.

“Kebanggaan atas penampilan kami tidak dapat mengalahkan kekecewaan saya atas perilaku yang ditunjukkan oleh beberapa orang di tribun eksekutif terhadap delegasi lawan. Saya mengerti bahwa sepak bola membawa emosi yang intens, tetapi kita tidak boleh melupakan siapa diri kita,”

Ancaman Sanksi untuk Pelanggar

Suwarso tidak hanya berhenti pada kritik. Ia juga memberi sinyal tegas bahwa klub akan mengambil langkah nyata:

  • Evaluasi terhadap pihak yang terlibat
  • Penegakan standar etika yang lebih ketat
  • Potensi larangan bagi individu yang tidak menghormati nilai klub

“Siapa pun yang tidak mampu menghormati nilai ini tidak akan diterima.” Tegasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*