
Antonio Cassano kembali membuat pernyataan yang menarik perhatian publik sepak bola Italia. Ia menyebut bahwa Inter Milan bisa langsung menjadi kandidat kuat Scudetto jika berhasil mengamankan satu nama kunci, yakni Nico Paz.
Menurut Cassano, kombinasi pemain yang tepat bisa membuat Nerazzurri semakin “tak terbendung” di Serie A musim 2026/27.
Ide Formasi 4-3-1-2 ala Cassano
Dalam analisanya, Antonio Cassano menyarankan skema yang lebih menyerang untuk Inter Milan:
- Bek: Dumfries – Bastoni – Akanji – Dimarco
- Gelandang: Barella – Calhanoglu – Zielinski
- Playmaker: Nico Paz
- Striker: Lautaro Martinez – Marcus Thuram
Formasi ini menekankan keseimbangan antara kreativitas dan kekuatan serangan.
“Jika saya berada di posisi Chivu, saya akan memakai formasi 4-3-1-2: Dumfries dan Dimarco sebagai bek sayap, Akanji dan Bastoni di tengah pertahanan,” ujar Cassano, seperti dikutip oleh FCInterNews.
“Di lini tengah? Barella, Calhanoglu, dan Zielinski,” sambungnya.
Nico Paz sebagai kunci proyek
Nama yang dijadikan Cassano sebagai pembeda adalah Nico Paz:
“Lalu rekrut dan tempatkan Nico Paz di belakang Thuram dan Lautaro, maka mereka akan memberi Anda Scudetto bahkan sebelum musim dimulai. Permainannya selesai,”
Nico Paz Jadi Kunci Utama
Nama yang paling disorot Cassano adalah Nico Paz.
Ia menilai pemain muda tersebut memiliki kualitas untuk:
- Menghubungkan lini tengah dan depan
- Menciptakan peluang dari ruang sempit
- Menjadi pembeda dalam laga besar
Menurut Cassano, kehadiran Nico Paz akan mengubah wajah permainan Inter secara signifikan.
Kombinasi Lautaro-Thuram Jadi Senjata Mematikan
Duet lini depan Lautaro Martinez dan Marcus Thuram juga mendapat pujian.
Cassano menilai:
- Keduanya sudah terbukti produktif
- Cocok dengan sistem dua striker
- Bisa maksimal jika didukung playmaker kreatif
Inter Disebut Bisa “Tak Terbendung”
Dengan komposisi tersebut, Cassano bahkan melontarkan pernyataan berani:
“Jika Inter punya Nico Paz, Scudetto sudah diberikan sebelum musim dimulai.”
Walaupun menarik, ide Antonio Cassano tetap bersifat opini. Dalam praktiknya, transfer Nico Paz sangat rumit.
Namun, ide ini menunjukkan arah yang diinginkan sebagian pengamat: Inter yang lebih kreatif dan ofensif.

Leave a Reply