
Awal musim 2026/2027 menyajikan dua wajah berbeda dari sosok Nicolò Barella. Di satu sisi, gelandang andalan Inter Milan ini tampil bagaikan raksasa yang dominan di kompetisi domestik: Serie A.
Namun di sisi lain, penampilannya di panggung internasional, baik bersama I Nerazzurri di Liga Champions maupun saat membela Tim Nasional Italia justru menuai kritik tajam.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyoroti fenomena “dua sisi bulan” dari Barella: ada Barella yang agresif, energik, dan konkrit; tetapi ada juga Barella yang tampak redup, pasif, dan mudah frustrasi.
Wajah Cerah di Serie A: Dominan dan Krusial
Di panggung Serie A, Barella memulai musim ini jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Ia menjadi motor penggerak utama dalam skema permainan Cristian Chivu dan konsisten menunjukkan performa level tertinggi.
- Penentu Kemenangan: Dalam laga-laga krusial seperti melawan Cagliari dan AS Roma, Barella tampil luar biasa dan layak dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan (man of the match).
- Kontribusi Taktis: Visi bermain, daya jelajah, serta transisi menyerang yang ia peragakan di Liga Italia membuktikan betapa vitalnya peran Barella bagi Inter.
Sisi Gelap: Melempem di Liga Champions dan Timnas Italia
Sayangnya, performa impresif di liga domestik seolah menguap ketika Barella melangkah ke kompetisi Eropa dan internasional.
Kinerja Buruk di Liga Champions
Barella mendapatkan nilai merah (ragged rating 5,5 dan 4,5 dari Gazzetta) dalam dua laga awal Liga Champions musim ini:
- Inter Vs Real Madrid: Barella gagal mengendalikan lini tengah dan menunjukkan gestur ketidakpuasan saat digantikan oleh Petar Sučić.
- Inter Vs Club Brugge: Setelah diistirahatkan Chivu saat melawan Parma agar bugar, Barella yang turun melawan Brugge justru menampilkan performa terburuknya sepanjang musim.
Posisi Utama di Gli Azzurri Mulai Traballare
Titik balik penurunan Barella di tingkat internasional disinyalir dimulai saat membela Timnas Italia di UEFA Nations League melawan Belgia.
- Blunder Fatal: Kesalahan Barella memanfaatkan bola berujung serangan balik cepat Lukebakio yang mencetak gol kedua Belgia, memicu kemarahan pelatih timnas.
- Dari Utama Jadi Cadangan: Dampaknya instan. Dalam dua laga berikutnya melawan Turki dan Prancis, Barella masing-masing hanya duduk di tribun dan bangku cadangan. Statusnya berubah dari pemain “tak tergantikan” menjadi pemain yang posisinya terancam.
Faktor Penyebab dan Tantangan Cristian Chivu
Penurunan performa di laga-laga bertekanan tinggi internasional ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola:
- Beban Psikologis dan Emosional: Perubahan dari sosok tak tergantikan menjadi pemain cadangan di Timnas Italia tampaknya memengaruhi kepercayaan diri dan fokus Barella.
- Manajemen Kebugaran: Keputusan Chivu untuk mengistirahatkan Barella di liga domestik belum membuahkan hasil manis di Champions League. Barella tampak belum menemukan irama permainan terbaiknya saat bermain dalam jadwal padat.
- Sikap dan Respons Lapangan: Reaksi frustrasi saat diganti atau ketika tim mengalami tekanan menunjukkan aspek mentalitas yang perlu segera dibenahi.

Leave a Reply