Meski Inter Ambruk di Liga Champions, Chivu Tetap Pertahankan Filosofi Pressing Tinggi

Kekalahan dari Club Brugge, kekalahan kedua berturut-turut Inter Milan di Liga Champions setelah hasil buruk melawan Real Madrid menjadi alarm keras bagi I Nerazzurri.

Sorotan tajam tidak hanya tertuju pada performa individu pemain, tetapi juga pada pendekatan taktis tim yang dinilai terlalu terbuka, berisiko, dan terlampau “ringan”, khususnya di kompetisi Eropa.

Kendati tekanan kian meningkat, pelatih Cristian Chivu dilaporkan tidak bernilai untuk mengubah filosofi dan ide permainannya.

Lantas, apa sebenarnya masalah utama yang dialami Inter, dan bagaimana Chivu berencana membenahinya jelang laga krusial melawan Bologna?

Masalah Utama: Sikap Mental, Bukan Taktik atau Kualitas

Kepercayaan diri berlebih dan rasa tak terkalahkan yang diperkuat oleh keberhasilan bangkit tiga kali dari ketertinggalan 0-2 di Liga Domestik serta raihan doblete musim lalu kini menjadi boomerang psikologis di Liga Champions.

Di level tertinggi Eropa, intensitas dan ritme permainan jauh lebih tinggi, menuntut konsentrasi penuh dan kedisiplinan tanpa henti.

Masalah utama Inter saat ini terletak pada sikap umum tim (attitude), bukan pada kualitas individu atau kerangka taktis semata. Sepak bola terdiri dari dua fase penting:

  • Fase Menguasai Bola: Inter mampu menjalankannya dengan sangat baik melalui permainan ofensif dan vertikal.
  • Fase Tanpa Bola: Di sinilah letak kerapuhan Inter. Tim belum menunjukkan agresivitas dan “keganasan” yang dibutuhkan untuk mendukung sistem high-pressing milik Chivu.

Mengapa Chivu Mempertahankan Filosofi Mainnya?

Banyak pihak menilai jika sebuah sistem tidak berjalan dengan baik, solusi paling masuk akal adalah beralih ke pendekatan yang lebih defensif atau pragmatis. Namun, Chivu tetap meyakini bahwa filosofinya sudah tepat.

Inter telah terbukti mampu menerapkan pressing tinggi dan menyerang langsung ke gawang lawan secara efektif, sebagaimana yang ditunjukkan saat meraih kemenangan atas Parma pada pekan lalu.

Oleh karena itu, Inter tidak akan mengorbankan garis pertahanan tinggi atau garis tekanan mereka, melainkan akan fokus berlatih agar mampu melakukannya dengan lebih efektif dan terkoordinasi.

Evaluasi Kunci untuk Laga Berikutnya

Pesan tegas telah disampaikan Chivu kepada para pemain sejak jeda antarbabak yang memanas di Stadion Olimpico melawan Roma sebelumnya. Menjelang laga-laga berikutnya, berikut fokus utama perbaikan Inter:

  1. Memenangkan Duel dan Second Ball: Inter kerap kehilangan bola-bola kedua dan kalah dalam duel satu lawan satu. Jika duel tidak dihadapi dengan tekad dan determinasi penuh, hasil di lapangan akan terus merugikan.
  2. Keseimbangan Dua Fase Permainan: Menyerang dengan intensitas tinggi harus diimbangi dengan komitmen bertahan yang sama kuatnya saat kehilangan penguasaan bola.
  3. Penyesuaian Taktis Skala Kecil: Meski ide dasar tidak berubah, Chivu akan menerapkan penyesuaian (agustamenti) spesifik sesuai karakter lawan tanpa mengubah identitas agresif tim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*