
Yanis Massolin menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian dalam pemusatan latihan pramusim Inter Milan di Donaueschingen, Jerman.
Gelandang asal Prancis itu datang dengan satu misi besar, yakni meyakinkan pelatih Cristian Chivu bahwa dirinya layak menjadi bagian dari skuad Nerazzurri musim 2026/2027.
Meski peluang untuk menembus tim utama tidak mudah karena persaingan di lini tengah sangat ketat, Massolin tidak kehilangan ambisi.
Sebaliknya, ia melihat pramusim sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan kualitas yang selama ini membuat Inter rela mengalahkan banyak klub dalam perebutan tanda tangannya.
Jadi Bagian Skuad Inter Setelah Dipinjamkan ke Modena
Massolin sebenarnya sudah direkrut Inter pada bursa transfer Januari lalu. Namun, demi mempercepat proses perkembangannya, manajemen memilih membiarkannya tetap bermain bersama Modena hingga akhir musim.
Keputusan tersebut terbukti memberikan manfaat besar. Sang gelandang memperoleh menit bermain secara reguler sekaligus beradaptasi dengan sepak bola Italia.
Sejak 13 Juli, bertepatan dengan dimulainya latihan perdana di Appiano Gentile, Massolin resmi berstatus sebagai pemain Inter sepenuhnya dan langsung bergabung dalam agenda pramusim bersama skuad utama.
Donaueschingen Jadi Kesempatan Emas Meyakinkan Chivu
Inter saat ini menjalani pemusatan latihan di Donaueschingen, Baden-Württemberg, Jerman, yang akan berlangsung hingga pekan depan.
Selama sekitar sepuluh hari, Cristian Chivu memiliki kesempatan untuk mengevaluasi para pemain muda yang berpotensi masuk ke dalam proyek tim utama.
Bagi Massolin, periode ini menjadi momen yang sangat penting.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, gelandang berusia 23 tahun itu ingin memberikan kesan terbaik kepada sang pelatih meski harus bersaing di lini tengah yang sudah dihuni banyak pemain berpengalaman.
Ia siap memanfaatkan setiap sesi latihan hingga laga uji coba melawan Karlsruhe pada 26 Juli sebagai panggung untuk menunjukkan kemampuannya.
“Massolin sedang beradaptasi sepenuhnya dengan dunia Nerazzurri dan akan melakukan segala cara untuk meyakinkan Cristian Chivu. Meski begitu, ia bermain di sektor lini tengah yang sudah sangat padat dan saat ini juga menjadi incaran sejumlah klub dari Serie A maupun Serie B,” tulis La Gazzetta dello Sport.
Lini Tengah Inter Sudah Sangat Kompetitif
Tantangan terbesar Massolin bukan terletak pada kualitasnya, melainkan ketatnya persaingan di lini tengah Inter.
Saat ini, Nerazzurri memiliki banyak opsi pemain untuk mengisi posisi tersebut, sehingga peluang mendapatkan menit bermain secara reguler di musim depan masih cukup terbatas.
Karena alasan itu, sejumlah klub dari Serie A maupun Serie B mulai menunjukkan ketertarikan untuk meminjam sang pemain.
Namun, Massolin tetap ingin memperjuangkan peluangnya terlebih dahulu sebelum memikirkan kemungkinan hengkang sementara.
Inter Tidak Ingin Menjual Massolin
Meski masa depannya masih menjadi bahan pembicaraan, Inter disebut tidak memiliki rencana untuk menjual Massolin.
Manajemen justru melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi menjadi bagian penting skuad di masa depan.
Solusi yang paling realistis saat ini adalah meminjamkannya ke klub lain, terutama ke tim Serie A, agar ia bisa mendapatkan pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Italia.
Strategi seperti ini sudah beberapa kali berhasil dilakukan Inter terhadap pemain muda lainnya.
Diproyeksikan Mengikuti Jejak Pio Esposito dan Aleksandar Stankovic
Inter berharap Massolin dapat mengikuti jalur perkembangan sejumlah pemain muda yang lebih dahulu ditempa melalui masa peminjaman.
Targetnya sederhana tetapi jelas: mendapatkan pengalaman bertanding secara konsisten, meningkatkan kualitas permainan, lalu kembali ke Inter sebagai pemain yang lebih matang.
Model pengembangan seperti ini dianggap efektif untuk membentuk pemain yang siap bersaing di level tertinggi tanpa harus kehilangan kesempatan bermain.
Dijuluki “Rabiot Baru” hingga Disebut “Alien”
Massolin dikenal sebagai gelandang dengan postur tinggi, tetapi tetap memiliki kemampuan teknik yang sangat baik.
Banyak pihak membandingkan karakter permainannya dengan Adrien Rabiot, terutama karena kekuatan fisik, mobilitas, dan kemampuannya membawa bola dari lini kedua.
Sementara itu, mantan presiden Modena, Carlo Rivetti, bahkan pernah menyebutnya sebagai “alien” karena kombinasi fisik dan teknik yang dinilai sangat langka.
Selain berperan sebagai gelandang tengah, Massolin juga mampu dimainkan sebagai:
- Gelandang box-to-box.
- Gelandang serang.
- Second striker.
- Mezzala dalam sistem tiga gelandang.
“Dari segi karakteristik fisik, banyak yang selalu membandingkannya dengan Adrien Rabiot. Sementara mantan presidennya, Carlo Rivetti, bahkan pernah menyebutnya sebagai ‘alien’. Ia bisa bermain sebagai mezzala (gelandang box-to-box), gelandang serang, maupun penyerang kedua. Mereka yang menyaksikan perkembangannya di Prancis, bahkan saat usianya belum genap 18 tahun, tidak ragu mengatakan bahwa ia adalah pemain yang ‘memiliki teknik luar biasa meski bertubuh tinggi’,” lanjut Gazzetta
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang membuat Inter sangat tertarik merekrutnya.
Mimpi Besar: Menjadi Pemain Penting Inter
Meski peluang bermain bersama tim utama musim depan belum sepenuhnya terbuka, Massolin tidak mengubah target utamanya.
Ia ingin membuktikan bahwa dirinya layak mengenakan seragam biru-hitam dalam jangka panjang.
Apabila akhirnya harus menjalani masa peminjaman, hal itu bukan dianggap sebagai kemunduran, melainkan bagian dari proses untuk kembali sebagai pemain yang lebih matang dan siap bersaing.
“Kini, Massolin hanya memiliki satu tujuan: menjadi pemain Inter.” Tutup Gazzetta.
Dengan usia yang masih muda, kemampuan teknik yang terus berkembang, serta kepercayaan penuh dari Inter terhadap potensinya, Yanis Massolin memiliki semua modal untuk menjadi salah satu gelandang masa depan Nerazzurri.
Kini, semua bergantung pada bagaimana ia memanfaatkan kesempatan emas selama pemusatan latihan bersama Cristian Chivu di Jerman.

Leave a Reply