Fausto Pizzi: Marotta dan Ausilio Selalu Bekerja Cerdas di Bursa Transfer

Inter Milan kembali mendapatkan apresiasi atas strategi manajemen klub dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan pemain, Fausto Pizzi menilai pekerjaan yang dilakukan jajaran petinggi Nerazzurri, khususnya Beppe Marotta dan Piero Ausilio, telah membawa klub tetap kompetitif meski menghadapi keterbatasan finansial.

Dalam wawancara bersama TMW Radio, Pizzi juga membahas perkembangan Lautaro Martinez yang menjadi pahlawan Argentina setelah mencetak gol kemenangan di semifinal Piala Dunia melawan Inggris, dan membawa timnya melaju ke partai final.

Menurutnya, Lautaro menunjukkan kualitas sebagai pemain besar, sementara Inter juga patut mendapatkan pujian atas kemampuan mereka mempertahankan nilai skuad melalui kebijakan transfer yang tepat.

“Dia (Lautaro) mendapatkan pengakuan dari pelatih. Bagi saya, dia tetap akan menjadi bagian dari pertandingan final, baik sebagai starter maupun masuk dalam jalannya pertandingan. Setelah melihat gol penentu yang ia cetak di semifinal, dia mungkin saja akan bermain sejak awal. Namun, di pertandingan final, kepentingan pribadi harus dikesampingkan,” ujarnya.

Marotta dan Ausilio Disebut Selalu Punya Ide Brilian

Fausto Pizzi memberikan penilaian positif terhadap pekerjaan Beppe Marotta dan Piero Ausilio dalam membangun skuad Inter.

Menurut mantan pemain tersebut, manajemen Nerazzurri mampu menjaga kualitas tim meski tidak selalu memiliki kekuatan finansial seperti klub-klub besar Eropa lainnya.

“Marotta dan Ausilio selalu melakukan pekerjaan yang luar biasa, menjaga nilai klub tetap tinggi,” ujar Pizzi.

Salah satu kekuatan terbesar Inter adalah kemampuan mereka memanfaatkan peluang di pasar transfer, terutama dengan merekrut pemain berstatus bebas transfer yang kemudian berkembang menjadi aset penting.

Calhanoglu dan Thuram Jadi Contoh Keberhasilan Inter

Pizzi menyoroti beberapa keputusan transfer Inter yang dianggap sangat cerdas.

Dua contoh terbaru adalah perekrutan:

  • Hakan Calhanoglu
  • Marcus Thuram

Keduanya datang tanpa biaya transfer besar dan kemudian menjadi pemain penting bagi Nerazzurri.

Calhanoglu berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Serie A setelah bergabung dari AC Milan.

Sementara Thuram menjelma menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Italia berkat kontribusi gol dan assist yang konsisten.

Strategi seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa Inter tetap mampu bersaing di level tertinggi meskipun harus berhati-hati dalam pengeluaran.

“Mereka selalu berhasil mendapatkan pemain bebas transfer yang sangat bagus, seperti Calhanoglu dan Thuram sebagai contoh terbaru,”

Tidak Mudah Mengelola Klub Besar Seperti Inter

Meski memberikan pujian, Pizzi juga mengakui bahwa pekerjaan Marotta dan Ausilio bukan tanpa risiko.

Dalam kondisi ketika klub tidak memiliki dana berlimpah, manajemen harus memiliki visi dan keberanian dalam mengambil keputusan.

“Tentu saja beberapa keputusan bisa saja salah, tetapi ketika Anda tidak memiliki banyak dana, Anda harus memiliki ide, berani mengambil risiko terhadap beberapa pemain, dan itu tidak mudah untuk klub sebesar Inter. Bermain di San Siro bukanlah hal yang mudah.”

Menurut Pizzi, tekanan bermain untuk Inter sangat besar karena ekspektasi tinggi dari suporter.

Terlebih, bermain di San Siro bukanlah sesuatu yang mudah. Setiap pemain yang mengenakan jersey Nerazzurri harus siap menghadapi tekanan dan tuntutan besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*