
Kepergian Piero Ausilio dari Inter Milan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan klub.
Ausilio mengakhiri pengabdiannya setelah 28 tahun berada di Inter, sebuah periode panjang yang membuat dirinya bukan sekadar pejabat klub, tetapi sosok yang sangat memahami seluk-beluk Nerazzurri.
Mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti, turut memberikan pandangannya mengenai perpisahan tersebut.
Dalam wawancara dengan Radio Kiss Kiss Napoli, Moratti mengakui bahwa kehilangan sosok seperti Ausilio bukan perkara sederhana. Menurutnya, nilai sebenarnya dari seseorang yang telah lama berada di sebuah klub terkadang baru benar-benar terasa setelah kepergiannya.
“Ketika Anda kehilangan seseorang yang berharga, jelas itu menjadi masalah. Sering kali Anda tidak menyadari betapa pentingnya orang tersebut bagi klub. Ketika dia pergi, barulah Anda menyadarinya,” ujarnya.
Bagi Moratti, Ausilio merupakan sosok yang sudah begitu menyatu dengan Inter.
Moratti: Ausilio Sudah Mendarah Daging dengan Inter
Ausilio menghabiskan hampir tiga dekade bersama Inter.
Selama periode tersebut, ia mengalami berbagai fase klub, mulai dari masa sulit hingga periode kesuksesan. Karena itu, Moratti menilai pengalaman Ausilio tidak dapat digantikan begitu saja.
“Dia mengenal klub, dia memilikinya dalam darahnya. Dia menjalaninya dalam banyak momen berbeda dan selalu memiliki kewajiban untuk menemukan sesuatu yang bisa membuat tim berkembang,”
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar penghargaan Moratti terhadap kontribusi Ausilio.
Bagi mantan presiden Inter itu, kehilangan Ausilio bukan hanya pergantian seorang direktur olahraga. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang menyangkut pengalaman, pengetahuan internal dan pemahaman mendalam mengenai identitas klub.
Moratti bahkan menggunakan perumpamaan yang sangat kuat untuk menggambarkan situasi tersebut.
“Ini seperti kehilangan salah satu bagian dari tubuh Inter,”
Kalimat tersebut memperlihatkan betapa besar arti Ausilio bagi perjalanan Nerazzurri selama hampir tiga dekade.
Moratti Puji Cara Chivu Menangani Inter
Selain berbicara mengenai Ausilio, Moratti juga memberikan penilaian positif terhadap Inter di bawah kepemimpinan Cristian Chivu.
Mantan presiden Nerazzurri tersebut melihat tanda-tanda menjanjikan dari skuad Inter setelah sejumlah pertandingan awal musim.
Bukan hanya kualitas pemain yang menarik perhatian Moratti, tetapi juga suasana di dalam ruang ganti.
“Saat ini, melihat Inter dan pertandingan yang sudah mereka jalani, melihat skuad serta ketenangan yang terasa di dalam kelompok, yang dijaga dengan sangat baik oleh Chivu, mereka tentu adalah tim yang paling menjanjikan,”
Pernyataan tersebut menjadi pujian penting bagi Chivu.
Pelatih asal Rumania itu mendapatkan tanggung jawab besar untuk melanjutkan pekerjaan setelah periode perubahan di bangku cadangan. Namun, menurut Moratti, Chivu sejauh ini mampu menjaga kondisi internal tim dengan baik.
Ketenangan Ruang Ganti Jadi Modal Penting
Dalam kompetisi panjang seperti Serie A dan Liga Champions, kualitas skuad saja tidak cukup.
Hubungan antarpemain, atmosfer ruang ganti dan kemampuan pelatih menjaga keseimbangan tim juga memiliki peran besar.
Moratti melihat aspek tersebut di Inter saat ini.
Ketenangan dalam skuad menjadi modal penting bagi Chivu untuk mengelola pemain dengan karakter dan pengalaman berbeda.
Inter memiliki sejumlah pemain senior yang sudah lama menjadi tulang punggung tim, sekaligus pemain-pemain baru yang sedang berusaha beradaptasi dengan sistem permainan.
Tugas Chivu adalah memastikan semua elemen tersebut bergerak menuju tujuan yang sama.
Menurut Moratti, sejauh ini tanda-tandanya cukup positif.
Pemain Inggris Bisa Jadi Keuntungan Inter
Moratti juga menyinggung pemain-pemain Inggris yang kini memperkuat Inter, yakni Spence, Stones, dan Jones.
Menurutnya, kompetisi Inggris memiliki karakter yang sangat menuntut.
“Orang-orang Inggris menjalani kompetisi yang serius, konsisten dan berat. Jadi jika mereka kemudian bermain di Italia, mereka tentu sudah terlatih untuk menjalani kompetisi yang bagus juga di sini.”
Pernyataan tersebut relevan dengan perubahan komposisi skuad Inter yang semakin dihiasi pemain dari Premier League.
Kehadiran pemain seperti John Stones, Djed Spence dan Curtis Jones memberikan warna baru bagi skuad Nerazzurri.
Mereka datang dari lingkungan sepak bola Inggris yang dikenal memiliki intensitas tinggi, jadwal padat dan tuntutan fisik besar.
Bagi Inter, pengalaman tersebut bisa menjadi aset ketika menghadapi musim panjang dengan banyak pertandingan.

Leave a Reply