
Laga sengit akan tersaji di stadion legendaris San Siro pada pekan ke-11 Serie A 2026-27, Senin (9/11/26) pukul 00.00 WIB, saat tuan rumah Inter Milan menjamu tim penuh kejutan, Como.
Pertandingan ini tidak hanya memperebutkan tiga poin biasa, tetapi juga menjadi ujian mentalitas bagi kedua tim yang sedang berada di jalur perburuan gelar Serie A musim ini.
Menjelang duel krusial tersebut, pandit sepak bola Italia sekaligus mantan pemain, Massimo Orlando, memberikan analisis tajamnya melalui mikrofon TMW Radio. Ia mengeluarkan peringatan keras terkait pendekatan taktik Nerazzurri dan memuji evolusi permainan skuad Como.
Berikut adalah ulasan mendalam dari pernyataan Massimo Orlando.
Inter Milan Tidak Boleh Salah Mentalitas Sejak Menit Awal
Kelemahan terbesar Inter Milan dalam beberapa laga krusial belakangan ini, terutama saat menderita kekalahan di laga Derby della Madonnina melawan AC Milan, adalah pendekatan awal pertandingan yang buruk. Orlando menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh terulang jika mereka ingin menundukkan Como.
Meski Inter baru saja meraih kemenangan impresif di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan (hari Rabu), yang tentu mendongkrak moral tim, mereka tetap diwajibkan untuk menjaga konsentrasi tinggi.
“Inter tidak boleh melakukan kesalahan dalam hal pendekatan laga, seperti yang terlihat saat melawan Milan dan di beberapa pertandingan lainnya. Kemenangan di Liga Champions memang memberikan suntikan moral. Saya mengharapkan Inter yang lebih fokus dan penuh perhatian, terutama di awal laga,” ujar Orlando.
Ia juga menambahkan peringatan tegas:
“Como saat ini sedang berada dalam momen euforia yang besar, memiliki kualitas permainan yang apik, dan pertahanan yang solid. Jika Inter tidak mengubah pola pikir (mentalitas) mereka, mereka akan berada dalam bahaya. Namun, jika mereka tampil seperti saat bermain di Liga Champions hari Rabu lalu, Inter tetap menjadi favorit, asalkan mereka memiliki pendekatan yang berbeda,”
Evolusi Como: Lebih Pragmatis, Kurangi “Sepak Bola Hiburan”
Beralih ke kubu lawan, Como musim ini sukses mencuri perhatian lewat gaya permainan mereka. Namun, Orlando menyoroti bahwa belakangan ini Como mulai menunjukkan kedewasaan taktik. Mereka tidak lagi sekadar bermain untuk menghibur penonton, melainkan bermain untuk menang.
Kedisiplinan di lini belakang menjadi kunci utama transformasi Como menjadi tim yang lebih lengkap dan sulit dikalahkan.
“Untuk menjadi tim yang sepenuhnya lengkap, Anda harus lebih berhati-hati di lini belakang. Dan Como sedang mempelajari hal itu; lebih sedikit tontonan (hiburan) dan lebih banyak hasil nyata (konkret). Ini adalah jalur evolusi yang harus mereka lalui, karena sebelumnya mereka hanya mengandalkan permainan indah. Untuk memenangkan sesuatu yang besar, Anda juga harus tahu caranya bermain sedikit ‘kotor’ atau pragmatis,” jelasnya.
Ujian Scudetto bagi Como dan Tekanan Berat untuk Inter
Pertanyaan terbesar dari para penggemar Serie A saat ini adalah: Apakah Como benar-benar layak dianggap sebagai penantang gelar Scudetto musim ini?
Bagi Massimo Orlando, laga di San Siro ini adalah alat ukur yang paling valid. Jika Como mampu mempermalukan sang juara bertahan di kandangnya sendiri, maka status kandidat Scudetto sudah sah mereka sandang.
“Jika Como menang, iya (mereka layak disebut penantang Scudetto). Kemenangan itu akan memberikan tekanan besar kepada tim-tim rival lainnya,” tegas Orlando.
Namun, di sisi lain, beban berat justru ada di pundak Inter Milan. Skuad asuhan Chivu diharamkan untuk kehilangan poin jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan papan atas, terlebih dengan jadwal tim rival yang menguntungkan.
“Perhatian juga untuk Inter, karena mereka sama sekali tidak boleh kalah. Jika kita melihat kalender pertandingan AS Roma, dari sekarang hingga akhir putaran pertama, mereka memiliki jadwal pertandingan yang sangat bisa dimenangkan di atas kertas.” Pungkasnya.
Laga Inter vs Como dipastikan akan berjalan dengan tensi tinggi. Apakah Inter Milan akan tampil dengan mentalitas juara seperti di Liga Champions, atau justru Como yang akan mencuri panggung di San Siro dan mendeklarasikan diri sebagai penantang Scudetto? Layak untuk kita nantikan!

Leave a Reply