
Bursa transfer musim panas ini mulai memanas dengan persaingan klasik antara Juventus dan Inter Milan.
Kali ini, sorotan tertuju pada situasi menarik di Sassuolo yang melibatkan bek potensial, Tarik Muharemovic, dan bagaimana langkah ini bisa memicu efek domino bagi rencana transfer kedua raksasa Italia tersebut.
Strategi Berani Sassuolo dan Juventus
Masa depan Muharemovic, bek berbakat asal Bosnia, kini berada di persimpangan jalan.
Juventus, yang memiliki hak 50% atas hasil penjualan Muharemovic, awalnya sempat mempertimbangkan untuk “memulangkan” sang bek ke Continassa.
Namun, situasi berubah drastis karena besarnya minat dari klub Premier League. Leeds United dilaporkan telah melayangkan tawaran masif di angka 35-40 juta euro.
Angka ini terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Bagi Juventus, membiarkan Muharemovic hengkang ke Inggris akan mendatangkan dana segar sebesar 18-20 juta euro berdasarkan klausul tersebut, sebuah suntikan dana yang sangat krusial untuk melonggarkan anggaran dan membiayai target transfer lainnya.
Efek Domino: Pertarungan demi Lucumì dan Tomori
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, keputusan untuk mengorbankan Muharemovic bukanlah tanpa alasan. CEO baru Juve, Carnevali dilaporkan berencana menggunakan dana tersebut untuk membuka kembali negosiasi demi mendapatkan Jhon Lucumì, yang juga diincar Inter Milan.
Di sinilah letak persaingan sengit dengan Inter Milan:
- Target yang Sama: Baik Juventus maupun Inter Milan sama-sama membidik Lucumì untuk memperkuat lini belakang mereka. Inter Milan, yang sedang melakukan perombakan total pasca kepergian Acerbi dan De Vrij, menjadikan Lucumì sebagai prioritas untuk mengisi dua pos bek tengah.
- Batas Waktu: Klausul rilis Lucumì yang bernilai 28 juta euro akan kedaluwarsa pada 15 Juli. Selain itu, kontrak sang pemain yang menyisakan satu tahun lagi membuat situasi transfer ini sangat mendesak.
Sementara itu, di pihak Juventus, mereka tidak hanya terpaku pada Lucumì. Direktur teknis baru Bianconeri, Massara juga dikabarkan telah mulai menjajaki kemungkinan untuk memboyong Fikayo Tomori, yang santer diberitakan akan meninggalkan AC Milan.
Dinamika ini menunjukkan betapa krusialnya beberapa hari ke depan bagi kedua klub. Inter Milan butuh kestabilan pertahanan yang baru, sementara Juventus butuh fleksibilitas finansial untuk menyempurnakan skuad asuhan Spalletti.
Juventus berada di posisi yang cukup menguntungkan dengan potensi dana segar dari hasil penjualan Muharemovic.
Namun, Inter Milan tentu tidak akan tinggal diam melihat target utama mereka dibajak oleh rival domestik. Satu hal yang pasti: perburuan bek tengah di bursa transfer kali ini akan menjadi salah satu drama paling menarik musim panas ini.

Leave a Reply