Jelang Inter vs Como, Spence Cerita Gol Salto Pertamanya dan Legenda Inter Favoritnya

Setelah tampil memukau dan dinobatkan sebagai Man of the Match saat melawan Feyenoord, Djed Spence kini membidik performa impresif yang sama kala Inter Milan bersiap menjamu Como pada pekan ke-11 Serie A 2026-27.

Jelang laga kandang tersebut, bek sayap asal Inggris ini membagikan kisah perjalanan kariernya melalui wawancara eksklusif di Matchday Programme resmi klub.

Dari lapangan rumput di London Selatan hingga kekagumannya pada legenda Nerazzurri, berikut adalah kutipan menarik dari perjalanan seorang Djed Spence.

Awal Mula di Peckham dan Memori Gol Salto

Setiap pemain besar memiliki titik awal, dan bagi Spence, semuanya dimulai di jalanan dan taman di London Selatan.

“Saya berasal dari Peckham, sebuah kawasan di London Selatan. Di sanalah saya mulai bermain. Saya rasa tempat pertama saya menendang bola bukanlah lapangan sepak bola sungguhan, melainkan di Peckham Rye Park,” kenang Spence.

Tumbuh sebagai anak-anak yang mencintai sepak bola, Spence memiliki satu role model utama.

“Saya sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo saat masih kecil, saya mencoba meniru gaya bermainnya ketika saya berada di Peckham Town,”

Menariknya, gol pertama yang ia cetak bukanlah gol biasa.

“Gol pertama saya terjadi sudah sangat lama, tapi saya ingat betul saya mencetaknya dengan tendangan salto. Pada momen itu, saya merasakan energi yang luar biasa, saya berlari mengelilingi lapangan tanpa henti!”

Peran Vital Steve Cooper dalam Kariernya

Bagi Spence, menjadi pesepak bola profesional adalah takdir yang sudah ia rasakan sejak hari pertama.

“Saya selalu ingin menjadi pesepak bola, saya menyadarinya sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di lapangan,” tegasnya.

Namun, bakat saja tidak cukup tanpa bimbingan yang tepat. Ia menyebut satu nama pelatih yang paling berjasa dalam membentuk mentalitas pemenangnya, yakni Steve Cooper.

“Seorang pelatih yang sangat membantu perjalanan karier saya adalah Steve Cooper. Bersamanya di Nottingham Forest, kami berhasil meraih promosi ke Premier League. Itu adalah kemenangan besar pertama yang benar-benar bersejarah dalam karier saya,” ungkap pemain yang dikenal dengan kecepatan dan agresivitasnya ini.

Kekaguman pada Italia dan Legenda Favorit Inter Milan

Kini berseragam Hitam-Biru, Spence tak ragu menyebutkan siapa pemain Inter favoritnya sepanjang masa. Pilihan tersebut jatuh pada sosok striker legendaris asal Brasil.

“Pemain favorit saya dalam sejarah Inter sudah pasti Ronaldo, Sang Fenomena (Il Fenomeno),” pujinya.

Adaptasi Spence di Serie A juga berjalan mulus karena kecintaannya yang mendalam terhadap budaya Italia. Pengalamannya membela Genoa sebelumnya memberikan impresi yang kuat.

“Saya sangat menyukai Italia. Ketika saya bermain di Genoa, saya langsung terkesan dengan energi positif di negara ini, cuacanya yang hangat, dan tentu saja makanannya yang luar biasa,”

Ambisi Bersama Timnas Inggris

Selain perjalanan di level klub, Spence juga merefleksikan pengalamannya di kancah internasional, khususnya saat membela Timnas Inggris di turnamen besar (Piala Dunia). Meskipun finis di posisi ketiga adalah pencapaian yang membanggakan, Spence menunjukkan mentalitas juaranya.

“Juara ketiga di Piala Dunia? Itu bukanlah hasil yang kami inginkan, target utama kami adalah menjadi juara. Meski begitu, Inggris hanya pernah meraih hasil lebih baik pada tahun 1966 ketika memenangkan trofi tersebut. Kami memiliki kesempatan untuk mengukir sejarah, dan secara keseluruhan, itu adalah emosi yang sangat indah dan tak terlupakan,”

Djed Spence kini siap memberikan segalanya untuk panji Nerazzurri. Dengan mentalitas pemenang, kecepatan di sisi sayap, dan motivasi ekstra jelang laga kontra Como, para penggemar Inter Milan (Interisti) tentu patut menantikan aksi magis selanjutnya dari sang pemain Inggris di Giuseppe Meazza!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*