Inter Milan Banjir Penghargaan di Premio Gentleman Fair Play

Inter Milan kembali menjadi salah satu klub yang paling mencuri perhatian dalam ajang Premio Gentleman Fair Play.

Berbagai penghargaan diberikan kepada sosok-sosok penting Nerazzurri dalam malam spesial yang digelar di Scuola Militare Teuliè, Milan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Memasuki edisi ke-31, Premio Gentleman kembali memberikan penghormatan kepada nilai fair play, sportivitas, profesionalisme, dan sikap positif dalam dunia sepak bola.

Inter Milan menjadi salah satu klub yang paling banyak mendapatkan apresiasi, mulai dari level manajemen hingga pemain.

Presiden dan CEO Inter, Giuseppe Marotta, menjadi salah satu tokoh utama dalam acara tersebut. Selain itu, Federico Dimarco, Piotr Zielinski, dan talenta muda Mattia Mosconi juga membawa pulang penghargaan masing-masing.

Giuseppe Marotta Raih Premio Gentleman Internazionale AIPS

Giuseppe Marotta menerima Premio Gentleman Internazionale AIPS, penghargaan khusus yang diberikan melalui kolaborasi dengan Association Internationale de la Presse Sportive (AIPS).

Dalam pidatonya, Marotta menekankan bahwa perjalanan panjangnya di dunia sepak bola tidak dapat dipisahkan dari satu nilai penting: passion atau kecintaan terhadap sepak bola.

Menurut Marotta, semuanya berawal dari kecintaan terhadap dunia sepak bola sejak masih kecil. Ia kemudian berhasil mewujudkan impian yang dahulu hanya ada dalam angan-angannya.

“Semuanya berawal dari sebuah nilai penting yang harus dimiliki setiap orang dalam aktivitas apa pun: passion. Saya memulai sejak kecil dengan kecintaan terhadap dunia ini dan berhasil mewujudkan sebuah impian,” ujar Marotta.

Inter Kenang Sosok Legendaris Sandro Mazzola

Malam penghargaan tersebut juga menjadi kesempatan istimewa untuk mengenang Sandro Mazzola, salah satu legenda terbesar Inter dan sepak bola Italia yang meninggal dunia pada September.

Dalam momen penuh penghormatan tersebut, Marotta menyerahkan Premio Gentleman Uomo di Sport khusus untuk mengenang Mazzola kepada putra sang legenda, Sandro Mazzola.

Penghargaan itu menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu figur paling representatif dalam sejarah Nerazzurri.

Marotta menilai Mazzola bukan hanya contoh luar biasa di atas lapangan, tetapi juga sosok yang meninggalkan nilai penting bagi generasi berikutnya.

“Kita memiliki kewajiban untuk menjaga memori, karena di dalamnya terdapat banyak nilai. Para panutan harus diwariskan kepada generasi muda agar mereka menjadi juara, bukan hanya di lapangan tetapi juga dalam kehidupan,”

Bagi Inter, warisan Mazzola bukan sekadar statistik, trofi, atau pencapaian bersama klub dan tim nasional Italia. Ia juga menjadi contoh bagaimana seorang pemain dapat menjadi teladan dalam kehidupan di luar sepak bola.

Federico Dimarco Raih Gentleman Lega Serie A

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Federico Dimarco. Bek sayap Inter tersebut dinobatkan sebagai “Gentleman Lega Serie A” dan menerima Fair Play Award.

Dimarco menyambut penghargaan tersebut dengan rendah hati. Ia menilai pencapaian individual tidak dapat dipisahkan dari performa tim.

Menurutnya, statistik seperti assist hanya dapat tercipta karena adanya kerja sama dengan rekan-rekan setim, terutama para penyerang yang mampu menyelesaikan peluang menjadi gol.

“Hasil pribadi berasal dari hasil tim. Untuk memberikan banyak assist, kamu harus memiliki penyerang yang mencetak banyak gol, dan saya memiliki empat pemain hebat bersama saya,”

Dimarco mengaku bangga dengan pencapaian yang telah diraihnya. Namun, ia tidak ingin terlalu lama melihat ke belakang.

Baginya, rekor dan pencapaian masa lalu sudah menjadi bagian dari sejarah. Fokus berikutnya adalah menghadapi tantangan baru dan mengejar trofi berikutnya bersama Inter.

Dimarco juga memastikan dirinya telah memanfaatkan periode jeda untuk melakukan pemulihan. Kini, ia siap kembali bekerja dan membantu Nerazzurri menghadapi pertandingan berikutnya.

“Saya sudah pulih selama jeda. Mulai pertandingan berikutnya, kami akan memulai lagi dengan lebih kuat,”

Ketika ditanya mengenai prioritas antara Serie A dan Liga Champions, Dimarco menegaskan bahwa Inter tidak perlu memilih salah satunya.

“Antara liga dan Liga Champions tidak ada pilihan,”

Pernyataan tersebut memperlihatkan ambisi Inter untuk tetap kompetitif di seluruh kompetisi yang diikuti.

Piotr Zielinski Borong Dua Penghargaan

Piotr Zielinski juga menjadi salah satu pemain Inter yang mendapatkan sorotan besar dalam Premio Gentleman.

Gelandang asal Polandia tersebut membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni “Gentleman Inter” dan “Miglior Gol Inter 2025/26”.

Penghargaan gol terbaik diberikan atas gol spektakulernya ketika Inter bertandang ke markas Hellas Verona pada musim 2025/26.

Zielinski mengaku senang mendapatkan dua penghargaan tersebut. Namun, ia kembali menegaskan kekuatan Inter terletak pada kualitas kolektif tim.

“Saya pikir kami adalah tim yang hebat, dengan karakter. Siapa pun yang menghadapi Inter tahu bahwa kami sulit dikalahkan,”

Zielinski juga memberikan pujian kepada pelatih Cristian Chivu. Ia menggambarkan Chivu sebagai sosok yang luar biasa dan pelatih yang sangat baik.

Bahkan, Zielinski berharap dapat bekerja bersama Chivu dalam waktu yang panjang.

“Mister Chivu adalah orang yang hebat dan pelatih yang luar biasa. Saya berharap bisa bersamanya dalam waktu yang lama karena bekerja bersama merupakan sebuah kesenangan,”

Mattia Mosconi, Pemain Terobosan Inter 2025/26

Penghargaan terakhir yang membawa warna Nerazzurri diberikan kepada Mattia Mosconi.

Penyerang kelahiran 2007 tersebut dinobatkan sebagai “Gentleman Rivelazione Inter” untuk musim 2025/26.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemunculan Mosconi sebagai salah satu pemain muda yang menonjol, terutama setelah ia mendapatkan kesempatan melakukan debut di Serie A bersama Inter.

Malam yang Menegaskan Nilai-Nilai Inter

Banyaknya penghargaan yang diterima Inter dalam Premio Gentleman bukan hanya menunjukkan keberhasilan klub dari sisi olahraga. Lebih dari itu, malam tersebut juga menyoroti nilai-nilai yang ingin terus dijaga Nerazzurri.

Marotta mendapatkan penghargaan atas kontribusinya, Dimarco dan Zielinski mendapatkan apresiasi atas performa serta sikap mereka, sementara Mosconi menjadi simbol regenerasi pemain muda Inter.

Di tengah semua penghargaan tersebut, penghormatan kepada Sandro Mazzola juga memberikan pesan penting: kesuksesan dalam sepak bola bukan hanya tentang kemenangan dan trofi, tetapi juga tentang nilai, karakter, sportivitas, serta warisan yang ditinggalkan kepada generasi berikutnya.

Bagi Inter, Premio Gentleman menjadi malam untuk merayakan masa lalu, menghargai pencapaian saat ini, sekaligus menatap masa depan.

Dan seperti yang disampaikan Marotta, melakukan yang terbaik adalah sebuah kewajiban, sementara bermimpi adalah sebuah hak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*