Laga penentuan akan tersaji di San Siro saat Inter Milan berusaha membalikkan defisit dua gol dari Bodo/Glimt dalam playoff UEFA Champions League 2025-26.
Leg kedua dijadwalkan kick-off pada Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Menjelang pertandingan krusial tersebut, Federico Dimarco tampil dalam konferensi pers dan memberikan pernyataan penuh respek terhadap juara Norwegia itu.
Bek sayap timnas Italia tersebut menegaskan bahwa Inter sadar betul akan kekuatan lawan, namun tetap memiliki kewajiban untuk tampil habis-habisan.
Dimarco Akui Kekuatan Bodo/Glimt
Pada leg pertama di Aspmyra Stadion, Inter takluk 1-3. Permukaan sintetis dan intensitas permainan cepat Bodo/Glimt menjadi faktor penting dalam kemenangan wakil Norwegia tersebut.
Dimarco tidak menutup mata terhadap kualitas lawan.
“Jelas ini akan menjadi pertandingan yang sangat menyerang. Kami tertinggal dua gol, jadi kami harus berhati-hati terhadap serangan balik mereka yang sempat merugikan kami di beberapa laga,” ujar Dimarco.
Ia menekankan bahwa fokus utama adalah mencetak gol secepat mungkin untuk membalikkan keadaan.
“Kami harus fokus mencetak gol; pikiran pertama adalah membalikkan defisit secepat mungkin,”
Inter Punya Kewajiban Moral
Lebih dari sekadar taktik, Dimarco menyoroti faktor identitas klub.
“Kami adalah Inter, kami punya kewajiban untuk memberikan segalanya. Bermain di kandang, dibutuhkan performa level Inter, seperti yang sudah kami tunjukkan selama bertahun-tahun,”
Ucapan tersebut menggambarkan mentalitas besar Nerazzurri. Sejak 2020/21, Inter selalu menjadi kontestan serius di Eropa. Gagal mencapai 16 besar kali ini akan menjadi kemunduran signifikan.
Namun ada catatan menarik: Inter belum pernah memenangkan laga fase gugur Liga Champions dengan margin tiga gol atau lebih. Artinya, sejarah perlu ditulis ulang jika mereka ingin lolos.
Tanpa Lautaro, Dimarco Siap Ambil Peran
Pelatih Cristian Chivu harus bermain tanpa kapten sekaligus mesin gol utama, Lautaro Martinez, yang mengalami cedera betis pada leg pertama.
Namun kabar baiknya, Dimarco diprediksi kembali menjadi starter setelah sebelumnya duduk di bangku cadangan di Norwegia. Perannya dari sisi kiri bisa menjadi kunci melalui umpan silang akurat dan tembakan jarak jauh khasnya.
Dimarco juga mengungkap hubungan baiknya dengan Chivu:
“Hubungan kami sangat bagus. Dia memberi saya banyak nasihat, seperti yang dulu dilakukan Kolarov,”
Bodo/Glimt Selevel Tim Serie A?
Ketika ditanya di mana posisi Bodo/Glimt jika bermain di Serie A, Dimarco memberikan jawaban menarik:
“Tim Italia yang solid. Mereka punya kualitas bagus; Anda tidak mengalahkan City dan Atletico secara kebetulan,”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Inter tidak meremehkan lawan. Bodo/Glimt telah membuktikan diri mampu bersaing dengan tim-tim besar Eropa.
“Saya tidak mengikuti liga Norwegia, tetapi dilihat dari hasil Bodo, saya pikir levelnya telah meningkat,”
Apresiasi untuk Pio Esposito
Di akhir sesi, Dimarco juga memuji talenta muda Francesco Pio Esposito.
“Sulit untuk kesal padanya; dia anak yang sangat baik. Dia bekerja keras, tidak pernah menyerah, dan semua yang dia capai memang pantas.”

Leave a Reply