Kekalahan Napoli dari Lazio di pekan ke-33 Serie A 2025-26 bukan sekadar soal taktik, tetapi juga persoalan mental.
Pelatih Napoli, Antonio Conte secara terbuka mengakui bahwa timnya mengalami kejatuhan mental setelah hasil imbang melawan Parma di laga sebelumnya, ditambah kemenangan Inter Milan atas Como.
Dalam konferensi pers usai laga, Conte memberikan analisis jujur terkait performa buruk timnya, dan ini bisa menjadi kunci memahami kenapa Napoli tiba-tiba kehilangan arah di fase krusial musim.
Mental Jadi Akar Masalah Napoli
Menurut Conte, masalah utama Napoli bukan hanya teknis, melainkan mental yang runtuh sejak awal pertandingan.
“Sejak awal kami terlihat tanpa energi. Semua selalu dimulai dari pikiran (mental),” ujar Conte, seperti dikutip oleh FCInter1908.
Ia mengakui bahwa hasil imbang di Parma memberikan dampak besar terhadap kepercayaan diri tim. Dalam situasi di mana Napoli harus terus menang sambil berharap rival terpeleset, tekanan tersebut justru menjadi beban berat.
Ketika Inter terus meraih kemenangan, tekanan itu berubah menjadi pukulan telak.
“Fakta bahwa kami gagal menang di Parma, dan Inter meraih kemenangan, praktis menghancurkan mentalitas kami di semua level, meskipun secara matematis kami masih punya peluang,”
Efek Domino: Parma dan Inter Jadi Penentu
Conte secara gamblang menyebut dua momen yang menjadi titik balik:
- Gagal menang melawan Parma
- Kemenangan Inter Milan atas Como
Kombinasi ini, menurutnya, “menghancurkan tim secara mental di semua level,” meskipun secara matematis peluang juara masih terbuka.
Situasi tersebut membuat Napoli bermain dengan tekanan berlebih, yang akhirnya berdampak langsung pada performa di lapangan.
Statistik Menipu: Dominasi Tanpa Hasil
Secara angka, Napoli sebenarnya tampil dominan:
- 70% penguasaan bola
- 12 sepak pojok vs 0
- 8 tembakan melenceng
Namun ada satu statistik yang paling mencolok: 0 tembakan tepat sasaran
Hal ini menunjukkan betapa tumpulnya lini serang Napoli, meskipun menguasai permainan.
Conte pun mengakui timnya tampil “kotor secara kualitas” dengan terlalu banyak kesalahan teknis.
Lazio Tampil Efektif
Di sisi lain, Lazio memainkan strategi yang sudah diprediksi Napoli:
- Bertahan rapat
- Menunggu momen serangan balik
Meski sudah diantisipasi, Napoli tetap gagal menemukan solusi untuk menembus pertahanan lawan.
“Kami tahu mereka akan bermain seperti itu, tapi kami tidak cukup baik untuk menemukan jalannya,” ujar Conte.
Evaluasi Diri Conte
Menariknya, Conte juga tidak lepas tangan. Ia mengakui mungkin seharusnya melakukan pendekatan berbeda dalam memotivasi pemain.
“Mungkin saya seharusnya bisa melakukan sesuatu yang berbeda secara motivasi.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pelatih berpengalaman itu sadar akan pentingnya aspek psikologis, terutama di fase akhir kompetisi.
Apresiasi untuk Suporter
Di tengah kekecewaan, Conte tetap memberikan apresiasi kepada para pendukung Napoli yang terus memberikan dukungan penuh hingga akhir laga.
Ia menilai para pemain pantas mendapatkan dukungan tersebut, mengingat perjuangan panjang yang telah mereka lakukan sepanjang musim.
Fokus Baru: Amankan Tiket Liga Champions
Dengan peluang Scudetto yang hampir tertutup, Napoli kini harus realistis dan mengalihkan fokus ke target lain: lolos ke Liga Champions.
Conte menegaskan langkah berikutnya:
- Tim akan beristirahat sejenak
- Kembali berlatih dengan mental baru
- Fokus meraih poin maksimal di sisa musim
“Sekarang saatnya reset. Kita masih harus berjuang untuk Liga Champions.” Tegasnya.

Leave a Reply