Chivu Puji Pemain Muda Usai Inter Lolos Semifinal Coppa Italia: “Mereka Banyak Membantu”

Inter Milan memastikan satu tempat di semifinal Coppa Italia 2025-26 setelah menundukkan Torino dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung ketat.

Meski sempat mendapat tekanan di menit-menit akhir, Nerazzurri tetap mampu menjaga keunggulan dan mengamankan tiket ke empat besar.

Usai pertandingan, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu memberikan komentarnya kepada Sport Mediaset, menyoroti performa tim, peran pemain muda, hingga situasi bursa transfer yang menurutnya tidak selalu berpihak pada klub.

Chivu Apresiasi Performa Tim

Chivu menegaskan kepuasannya terhadap kerja keras para pemain, meski menurunkan komposisi tim yang cukup eksperimental.

“Saya tidak memberi nilai seperti di Fantacalcio. Saya senang dengan penampilan, energi, dan komitmen yang ditunjukkan para pemain. Di akhir laga memang ada sedikit penderitaan karena lawan berusaha bangkit, tapi secara keseluruhan kami pantas menang,” ujar Chivu.

Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan karakter Inter yang mampu tetap solid meski dalam kondisi rotasi dan tekanan.

Inter Ingin Terus Kompetitif

Menanggapi komentar Adrien Rabiot yang menyebut Inter bisa berjalan sendiri tanpa Milan dalam persaingan liga, Chivu merespons dengan bijak.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Inter adalah tetap kompetitif dan terus berkembang dari musim ke musim.

“Kami ingin melanjutkan apa yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kerja keras dan keyakinan, kami tahu masih bisa terus berkembang,” katanya.

Peran Penting Pemain U-23

Salah satu poin utama dalam pernyataan Chivu adalah kontribusi pemain muda dari tim Under 23. Ia secara khusus menyebut nama Cocchi dan Issiaka Kamate, yang tampil menjanjikan dalam laga ini.

Selain itu, Chivu juga memuji perkembangan pemain lain seperti Bovo, Topalovic, Alexiou, dan Berenbruch. Ia memberikan apresiasi kepada staf akademi dan pelatih Stefano Vecchi yang dinilainya berhasil membina talenta muda dengan sangat baik.

“Ini adalah pertandingan yang membutuhkan banyak energi, kamu harus memberikan semua yang kamu punya sesuai dengan kondisi fisik. Kami membuat pilihan berdasarkan siapa yang masih memiliki energi; kami harus mengatur tenaga dengan mempertimbangkan jadwal kami di bulan Januari dan Februari,”

“Lalu ada para pemain Under 23, saya menyebut Cocchi dan Kamate, tapi juga Bovo, Topalovic, Alexiou, dan Berenbruch. Saya memberikan pujian kepada para penanggung jawab dan staf akademi yang telah bekerja bersama mereka, serta kepada Stefano Vecchi yang melakukan pekerjaan luar biasa dengan tim Under 23, dengan para pemain ini yang terus berkembang dan bisa berguna juga bagi kami musim ini,”

Pernyataan ini menegaskan bahwa Inter tidak hanya bergantung pada pemain senior, tetapi juga mulai memaksimalkan potensi akademi.

Soal Bursa Transfer: “Pasar Transfer Itu Kejam”

Chivu juga menyinggung situasi bursa transfer Januari yang tidak berjalan sesuai harapan. Meski mengakui bahwa setiap tim selalu bisa berkembang lewat transfer, ia menilai skuad Inter saat ini tetap solid.

“Kami sudah mencoba melakukan apa yang dibutuhkan, tapi bursa transfer itu kejam. Namun, grup kami kuat. Kami punya 23-24 pemain dan juga bantuan dari tim Under 23,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah bekerja keras dan terus bersaing hingga akhir musim, terlepas dari dinamika pasar transfer.

Hadapi Semifinal dan Derby Tanpa Beban

Inter dijadwalkan menjalani semifinal Coppa Italia yang berdekatan dengan laga Derby. Namun, Chivu mengaku tidak merasa khawatir.

“Saya tidak pernah merasa khawatir, saya suka bermain. Saat masih menjadi pemain, saya lebih suka bermain daripada berlatih. Ambisi tidak boleh pernah hilang di Inter, tetapi jangan disamakan dengan obsesi, karena ekspektasi bisa menimbulkan kekecewaan. Kami bekerja keras agar selalu siap, dan kami sudah sering membuktikannya. Para pemain ini selalu siap membantu kami.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*