Kiper Santos asal Brasil, Gabriel Brazao mengenang pengalaman berharganya selama berada di Inter Milan.
Meski tidak banyak mendapat kesempatan bermain, Brazao mengaku belajar sangat banyak dari para pelatih dan pemain top yang pernah bekerja dengannya di Nerazzurri.
Dalam wawancara di program Denilson Show yang dipandu mantan pemain Brasil Denílson, Brazao membuka cerita menarik tentang masa-masanya di klub raksasa Italia tersebut.
Momen Supercoppa yang Tak Pernah Dilupakan
Salah satu kenangan paling membekas bagi Brazao adalah final Supercoppa Italiana saat Inter mengalahkan AC Milan dengan skor 3-0.
Kala itu, Brazao berstatus sebagai kiper cadangan dan duduk di bangku bench dalam pertandingan besar penuh tekanan tersebut.
Ia bahkan mengaku sempat merasa gugup hanya dengan membayangkan kemungkinan harus masuk ke lapangan.
“Di final Supercoppa saya menjadi kiper kedua dan saya berpikir, ‘Wow! Apa ini serius?’” ujar Brazao.
“Saya berkata dalam hati: ‘jangan sampai saya dimainkan, biarkan saya tetap duduk di bangku cadangan’,” ungkap Brazao sambil tertawa mengenang momen itu.
Bagi Brazao, atmosfer pertandingan sebesar final Supercoppa benar-benar sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Saya belum pernah memainkan pertandingan sebesar itu sebelumnya,”
Belajar dari Handanovic dan Onana
Selama berada di Inter, Brazao mendapat kesempatan berlatih bersama dua kiper top, yakni Samir Handanović dan André Onana.
Menurutnya, pengalaman mengikuti pramusim bersama klub-klub besar sangat membantu perkembangan kariernya, meski ia jarang tampil di pertandingan resmi.
Ia juga menyadari bahwa berada di lingkungan kompetitif seperti Inter membuatnya berkembang secara mental dan teknis.
“Salah satu hal yang selalu membantu saya adalah menjalani pramusim bersama klub-klub tempat saya bermain. Di Inter ada Handanovic dan Onana,”
Dipoles oleh Pelatih-Pelatih Elite
Brazao secara khusus memuji beberapa pelatih besar yang pernah menanganinya di Inter, mulai dari Luciano Spalletti, Antonio Conte, hingga Simone Inzaghi.
Ia mengaku mendapatkan pemahaman taktik yang jauh lebih mendalam selama berada di Italia.
“Saya belajar banyak karena pernah dilatih oleh pelatih seperti Spalletti, Conte, dan Inzaghi.
“Secara taktik saya belajar sangat banyak, saya belajar memahami sepak bola, memahami pergerakan para gelandang dan pemain sayap.”
Pengalaman bekerja dengan pelatih-pelatih elite itu membuat Brazao melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dibanding sebelumnya.
Inter Jadi Sekolah Penting dalam Karier Brazao
Meski perjalanan Brazao di Inter tidak dipenuhi sorotan besar atau menit bermain yang banyak, pengalamannya di klub tersebut ternyata sangat penting dalam membentuk dirinya sebagai pemain profesional.
Berlatih bersama pemain top dunia dan berada dalam tekanan klub besar memberi pelajaran yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Leave a Reply