
Performa gemilang Inter Milan di bawah asuhan pelatih Chivu terus memancing perhatian para pengamat sepak bola Italia.
Salah satu ulasan tajam datang dari pelatih legendaris Fabio Capello, yang baru-baru ini berbicara kepada La Gazzetta dello Sport mengenai kemenangan dramatis Inter atas Fiorentina serta persiapan menghadapi Derby Milan akhir pekan ini.
Meskipun Inter tetap dijagokan dalam perburuan scudetto, Capello menyoroti sejumlah aspek krusial yang harus segera dibenahi Nerazzurri jika ingin berbicara banyak di kasta tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Mentalitas Tangguh vs. Alarm Bahaya: Analisis Kebiasaan “Comeback” Inter
Dengan catatan impresif berupa Tujuh kemenangan dan Satu hasil imbang, Inter menunjukkan konsistensi di papan atas.
Namun, ada satu tren unik yang mencuri perhatian: dalam lima dari delapan pertandingan musim ini, Inter sempat tertinggal lebih dulu, bahkan tiga kali berhasil mengejar ketertinggalan Dua gol.
Menurut Capello, fenomena ini memiliki dua sisi mata uang:
“Di satu sisi ini adalah sinyal kekuatan yang luar biasa, di sisi lain ini adalah alarm peringatan, terutama jika memikirkan Liga Champions. Di Liga Champions tidak mudah untuk melakukan comeback, karena tim-tim lain tidak menurunkan ritme permainan seperti yang sering terjadi di sini, di Italia. Dan nyatanya, Chivu gagal melakukan comeback saat melawan Real Madrid dan Club Brugge,” ujar Capello.
Kemenangan dramatis kontra Fiorentina, di mana gol penentu tercipta di masa injury time—dinilai sepenuhnya layak didapatkan, mengingat dominasi permainan yang ditunjukkan anak asuh Chivu sepanjang laga, meski sempat dikejutkan oleh gol lawan dari peluang pertama.
“Jujur saja, jika di kesempatan lain Inter memulai pertandingan dengan buruk, tidak langsung panas, atau mengalami blackout yang tidak dapat dimengerti, saat melawan La Viola Nerazzurri selalu menguasai jalannya laga dan tertinggal dari tembakan pertama lawan ke arah gawang, yang terjadi hampir secara kebetulan. Comeback kali ini lebih luar biasa dari biasanya, dengan dua gol di masa injury time, tetapi juga sangat layak didapatkan,”
Persaingan Scudetto dan Kejutan Lazio
Capello juga memberikan pandangannya mengenai ketatnya persaingan di papan atas klasemen Serie A musim ini, termasuk performa luar biasa Lazio asuhan Gennaro Gattuso.
“Gattuso sedang melakukan sesuatu yang luar biasa, tidak ada gunanya berputar-putar lagi. Dan catat, tidak ada yang kebetulan dari 7 kemenangan Lazio dalam 8 pertandingan. Justru, mereka memainkan sepak bola yang saya sukai, tanpa terlalu banyak gerakan rumit, selalu bermain vertikal..,”
Meskipun persaingan semakin ketat, Capello menegaskan bahwa Inter tetap menjadi skuad yang paling komplit dan difavoritkan untuk meraih Scudetto musim ini.
“Saya selalu mengatakan bahwa Inter adalah favorit, tim yang paling siap untuk meraih scudetto, dan saat ini saya tidak memiliki alasan untuk meyakini sebaliknya,”
Ujian Berat di Derby Milan: Menghapus Trauma Masa Lalu
Pekan ini, panggung Serie A akan menyajikan salah satu pertandingan paling dinanti: Derby della Madonnina melawan AC Milan. Laga ini diprediksi Capello sebagai salah satu titik balik krusial musim ini.
Meskipun secara perolehan poin dalam beberapa tahun terakhir Inter jauh unggul atas rival sekotanya, ada satu catatan minor yang tidak boleh diabaikan: Inter belum pernah mampu mengalahkan AC Milan dalam Tujuh derby terakhir.
“Bisa jadi itu adalah titik balik bagi Milan yang proyeknya belum sepenuhnya matang. Tapi waspadai juga Inter: dalam dua tahun terakhir Nerazzurri unggul 35 poin atas Rossoneri, namun tidak pernah mengalahkan Il Diavolo dalam 7 derby berturut-turut. Jumlah itu tidak sedikit, dan di kepala para pemain Chivu mungkin masih tersisa beberapa ganjalan mental (scoria).” Pungkas Capello.

Leave a Reply