
Kemenangan telak AS Roma atas Fiorentina dengan skor 4-0 pada pekan pertama Serie A 2026/27 langsung memunculkan optimisme besar di kalangan pendukung Giallorossi.
Namun, mantan bintang Juventus sekaligus Wakil Presiden UEFA, Zbigniew Boniek meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa AS Roma sudah menjadi favorit utama Scudetto.
Menurut Boniek, Roma memang menunjukkan sinyal positif sejak pertandingan pertama.
Akan tetapi, perjalanan menuju gelar juara masih sangat panjang. Di tengah persaingan yang ketat, ia justru masih menempatkan Inter Milan sebagai tim terkuat di Italia.
Roma Terlalu Cepat Disebut Kandidat Scudetto
Roma mengawali musim dengan cara yang impresif. Empat gol ke gawang Fiorentina menunjukkan efektivitas tim asuhan Gian Piero Gasperini, sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi besar yang mereka miliki musim ini.
Meski demikian, Boniek meminta publik tetap realistis.
Menurutnya, kemenangan 4-0 memang menjadi awal yang sangat bagus, tetapi belum cukup untuk membuat kesimpulan mengenai siapa yang akan memenangkan Scudetto.
“Saya akan sedikit tenang. Roma langsung tampil serius, tetapi saya tidak akan membuat kesimpulan definitif terlalu cepat,” ujar Boniek kepada TMW Radio.
Ia mengingatkan bahwa musim Serie A masih sangat panjang. Roma juga harus membagi fokus dengan kompetisi Eropa dan Coppa Italia.
“Musim ini masih panjang, apalagi mereka juga harus menjalani setidaknya delapan pertandingan di Liga Champions serta Coppa Italia,” lanjutnya.
Dengan format Liga Champions yang menghadirkan banyak pertandingan, konsistensi dan kedalaman skuad akan menjadi faktor penting dalam perburuan gelar.
“Roma memang memulai musim dengan baik, tetapi lawan yang mereka hadapi adalah tim baru, di mana setiap pemain masih bermain untuk dirinya sendiri. Fiorentina sama sekali tidak memberikan kesulitan berarti, sementara para pemain Giallorossi mampu memanfaatkan situasi yang ada sesuai keinginan mereka,”
Inter Masih Favorit Utama Scudetto
Jika harus memilih tim yang berada di posisi terdepan, Boniek tidak ragu menunjuk Inter.
Mantan pemain Juventus tersebut menilai Nerazzurri masih berada di atas para pesaingnya.
“Bagaimanapun, saya menilai Inter masih berada di atas semua tim. Setelah itu ada Roma bersama tim-tim lainnya di barisan kedua,”
Pernyataan tersebut menjadi menarik karena Inter juga mengawali musim dengan kemenangan. Skuad asuhan Cristian Chivu berhasil mengalahkan Monza pada pertandingan pembuka Serie A.
Dengan skuad yang semakin dalam dan tambahan pemain seperti Curtis Jones, Inter memiliki banyak opsi untuk menghadapi padatnya jadwal musim ini.
Gasperini Membawa Identitas Baru ke Roma
Meski menempatkan Inter sebagai favorit, Boniek tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Roma.
Ia melihat ada sesuatu yang berbeda dari tim besutan Gasperini.
Menurut Boniek, para pemain Roma terlihat seperti sebuah keluarga dengan hierarki yang jelas. Setiap pemain memahami perannya dan tahu apa yang harus dilakukan di lapangan.
“Tim asuhan Gasperini benar-benar terlihat seperti sebuah keluarga yang bagus, di mana hierarki sudah diketahui semua orang,” tuturnya.
Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat Roma menarik untuk diperhatikan sepanjang musim.
Gasperini memang dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun sistem permainan kolektif dan membuat pemain memahami tanggung jawab mereka secara detail.
Malen Bisa Bernilai €70-80 Juta?
Boniek juga berbicara mengenai salah satu pemain yang menarik perhatian di Roma, Donyell Malen.
Menurutnya, nilai pemain asal Belanda tersebut berpotensi meningkat sangat tinggi.
Boniek mengingatkan bahwa Malen sebelumnya bukan pemain utama di Aston Villa. Namun, setelah transfernya ke Roma dengan nilai sekitar €25 juta, ia menilai sang pemain kini bisa memiliki valuasi jauh lebih tinggi.
“Sekarang nilainya setidaknya €70-80 juta,” ujar Boniek.
Pernyataan tersebut tentu menunjukkan betapa besar potensi Malen jika mampu tampil konsisten bersama Roma.
Bagi Giallorossi, pemain seperti Malen dapat menjadi aset penting, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga dari perspektif investasi.
Dybala Tetap Jadi Pemain Spesial
Selain Malen, Boniek juga memberikan penilaian mengenai Paulo Dybala.
Menurutnya, kemampuan Dybala tidak pernah diragukan. Masalah terbesar pemain Argentina tersebut adalah konsistensi kondisi fisiknya.
Boniek bahkan mengatakan bahwa jika Dybala selalu berada dalam kondisi prima, bukan tidak mungkin ia akan bermain untuk klub seperti Real Madrid atau Barcelona.
“Ketika menyentuh bola, dia selalu bisa menciptakan sesuatu,”
Dybala memang memiliki kualitas teknis luar biasa. Kreativitas, kemampuan menemukan ruang, serta kualitas kaki kirinya membuatnya tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Serie A ketika berada dalam kondisi terbaik.
Namun, riwayat cedera membuat kebugarannya selalu menjadi perhatian.
Boniek pun berharap Dybala mampu menjalani musim yang lebih stabil.
Pio Esposito Mendapat Pujian dari Boniek
Salah satu bagian paling menarik dari komentar Boniek adalah penilaiannya terhadap Francesco Pio Esposito.
Penyerang muda Inter tersebut mendapat perhatian besar setelah menunjukkan perkembangan positif.
Boniek percaya Pio memiliki potensi untuk menjalani musim yang bagus bersama Nerazzurri.
“Di Italia dia bisa tampil bagus musim ini. Saya menyukainya, dia masih muda dan bisa mencetak gol kapan saja. Musim lalu pun, pada beberapa momen, dia sudah menunjukkan banyak hal.”
Pujian tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Pio Esposito yang kini berusaha mendapatkan tempat lebih penting dalam skuad Inter.
Persaingan Scudetto Masih Terbuka Lebar
Komentar Boniek memperlihatkan bahwa persaingan Scudetto musim ini masih sangat terbuka.
Roma telah mengirimkan pesan kuat melalui kemenangan 4-0 atas Fiorentina. Gasperini juga mulai menunjukkan bahwa timnya memiliki identitas yang jelas.
Namun, Inter tetap dianggap berada di posisi terdepan.
Di belakang mereka terdapat Roma dan sejumlah klub lain yang siap memberikan tekanan.
Dengan kompetisi yang panjang, kedalaman skuad, konsistensi, kondisi fisik pemain, serta kemampuan menghadapi Liga Champions akan sangat menentukan.
Satu pertandingan belum cukup untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara.

Leave a Reply