Bisseck: “Saya Selalu Ingin Jadi Penyerang, Henry Idola Saya”

Yann Bisseck mengungkap sisi menarik dari perjalanan kariernya sebagai pesepak bola. Bek asal Jerman milik Inter Milan tersebut ternyata sejak kecil justru memiliki keinginan untuk menjadi seorang penyerang.

Hal itu disampaikan Bisseck ketika tampil di panggung Festival dello Sport di Trento. Dalam kesempatan tersebut, Bisseck juga berbicara mengenai sosok yang menjadi inspirasinya di awal karier sekaligus area permainan yang masih ingin ia tingkatkan.

Bisseck menyebut Thierry Henry sebagai idola utamanya ketika masih bermimpi menjadi seorang penyerang.

Setelah akhirnya berkembang menjadi bek, ia kemudian menjadikan dua legenda lini belakang, Jérôme Boateng dan Raphaël Varane sebagai panutan.

Bisseck: Saya Bisa Berkembang dalam Segala Hal

Sebagai pemain yang masih terus berkembang, Bisseck menilai dirinya belum menjadi pemain yang sempurna. Bek Inter tersebut bahkan menegaskan bahwa masih banyak aspek yang ingin diperbaikinya, baik ketika tim menyerang maupun saat bertahan.

“Saya bisa berkembang dalam segala hal. Saya bukan pemain yang sempurna dan tidak ada pemain yang sempurna,” ujar Bisseck.

Menurutnya, peningkatan kualitas tidak hanya diperlukan dalam satu aspek permainan. Ia ingin memberikan kontribusi yang lebih besar dalam fase ofensif sekaligus meningkatkan performanya ketika bertahan.

“Saya ingin berkembang dalam kedua fase, ofensif dan defensif, mencetak lebih banyak gol dan kebobolan lebih sedikit. Semuanya harus ditingkatkan, baik saya secara pribadi maupun tim,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi Bisseck untuk terus meningkatkan level permainannya.

Sebagai bek tengah dalam sistem Inter, ia dituntut tidak hanya kuat dalam duel dan menjaga pertahanan, tetapi juga mampu membantu tim ketika membangun serangan.

Thierry Henry Jadi Idola Bisseck

Menariknya, perjalanan Bisseck sebagai bek tidak dimulai dari keinginan untuk menjadi pemain bertahan. Ia mengaku sejak awal justru ingin bermain sebagai penyerang.

“Saya selalu ingin menjadi seorang penyerang. Idola saya adalah Thierry Henry, saya sangat mengaguminya,” ungkap Bisseck.

Henry memang dikenal sebagai salah satu penyerang paling ikonik pada generasinya. Kecepatan, kemampuan mencetak gol, pergerakan tanpa bola, serta tekniknya membuat legenda Prancis tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda.

Bagi Bisseck, Henry memiliki tempat khusus dalam perjalanan awal kariernya sebelum ia akhirnya menemukan posisinya sebagai pemain bertahan.

Boateng dan Varane Jadi Panutan di Lini Belakang

Seiring bertambahnya usia dan berkembang sebagai pemain, Bisseck akhirnya mulai melihat sosok lain sebagai referensi. Kali ini, ia memilih dua bek tengah yang memiliki reputasi besar di sepak bola Eropa.

“Sebagai seorang bek, ketika saya tumbuh dewasa, saya memiliki Jérôme Boateng sebagai referensi. Bagi saya, dia sangat kuat,” kata Bisseck.

Selain Boateng, Bisseck juga menyebut Raphaël Varane sebagai salah satu pemain yang ia kagumi.

“Varane juga. Bagi saya, mereka adalah yang terbaik.”

Keduanya memiliki karakteristik yang relevan dengan perkembangan Bisseck sebagai bek modern.

Boateng dikenal memiliki kemampuan membaca permainan serta kualitas distribusi bola, sedangkan Varane memiliki kecepatan, ketenangan, dan kemampuan dalam duel satu lawan satu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*