
Inter Milan terus bergerak mencari tambahan kekuatan di lini pertahanan. Nama terbaru yang muncul ke permukaan adalah Alessandro Circati, bek muda milik Parma yang tengah bersinar di Serie A dan juga membela tim nasional Australia di Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 22 tahun ini dianggap sebagai salah satu talenta defensif paling menjanjikan di Italia saat ini, terutama setelah tampil konsisten sepanjang musim.
Siapa Alessandro Circati?
Alessandro Circati lahir di Fidenza pada 2003 dan saat ini menjadi salah satu pilar penting di lini belakang Parma.
Musim 2025-26 menjadi momen penting dalam kariernya, di mana ia berhasil menembus status starter reguler di Serie A setelah sebelumnya hanya mencatat 7 penampilan pada musim 2024/2025.
Kini, Circati telah mencatat:
- 33 penampilan di semua kompetisi
- 1 gol
- 1 assist
- Status sebagai pemain inti di lini belakang Parma
Tak hanya itu, ia juga dipercaya mengenakan ban kapten dalam beberapa pertandingan, menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya.
Peran dan Gaya Bermain Circati
Circati dikenal sebagai bek modern yang nyaman bermain dalam sistem tiga bek, sebuah skema yang juga digunakan Inter Milan.
Posisi utamanya adalah bek kanan dalam formasi tiga bek (right center-back / braccetto destro).
Keunggulan utamanya:
- Kuat dalam duel satu lawan satu
- Tenang saat menguasai bola
- Punya kemampuan membaca permainan
- Bisa membangun serangan dari belakang
- Sudah terbiasa dengan sistem tiga bek
Hal ini membuatnya dinilai sangat cocok untuk sistem yang digunakan Inter saat ini.
Tampil Impresif Bersama Australia
Selain bersinar di level klub, Circati juga menjadi bagian penting dari tim nasional Australia.
Di Piala Dunia, ia selalu dimainkan sebagai:
- Bek kanan dalam formasi tiga atau lima bek
- Starter reguler di lini pertahanan
- Pemain yang dipercaya menjaga sisi kanan pertahanan
Performa konsisten di level internasional semakin memperkuat reputasinya sebagai bek muda yang matang.
Profil Ideal Pengganti Stefan de Vrij?
Inter Milan saat ini tengah mencari regenerasi di lini belakang, terutama dengan kepergian pemain senior seperti Stefan de Vrij.
Circati dianggap cocok karena:
- Usia muda (22 tahun)
- Sudah berpengalaman di Serie A
- Bisa bermain dalam sistem Inter
- Punya jiwa kepemimpinan
- Masih memiliki ruang perkembangan besar
Dengan karakter tersebut, ia diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang bagi pertahanan Nerazzurri.
Dari Parma ke Panggung Besar?
Perjalanan Circati bersama Parma menunjukkan perkembangan signifikan. Dari pemain pelapis, kini ia menjelma menjadi salah satu pilar utama di tim yang menggunakan sistem pelatih Cuesta.
Seperti yang dilaporkan L’interista.it, konsistensi performanya membuat banyak klub mulai melirik, dan Inter menjadi salah satu yang paling serius memantau situasinya.
Jika terus berkembang, langkah menuju klub besar seperti Inter bisa menjadi tahap alami berikutnya dalam kariernya.

Leave a Reply