Ranocchia Soroti Performa Inter Usai Tersingkir dari Supercoppa Italiana 2025

Langkah Inter Milan di ajang Supercoppa Italiana 2025 harus terhenti setelah kalah dramatis dari Bologna lewat adu penalti.

Usai pertandingan, mantan bek Nerazzurri Andrea Ranocchia memberikan analisis jujur terkait performa Inter yang dinilainya tidak tampil seefektif biasanya.

Berbicara di studio Mediaset, Ranocchia menilai bahwa meski Inter mengawali laga dengan gol cepat, permainan tim asuhan Cristian Chivu kemudian mengalami penurunan intensitas.

Inter Unggul Cepat, Lalu Kehilangan Kendali

Ranocchia mengakui sulit menunjuk satu faktor utama yang membuat Inter gagal melangkah ke final.

“Apa yang tidak berjalan dari Inter? Jujur saya tidak tahu. Inter memulai pertandingan dengan gol, tetapi setelah itu mereka sedikit kesulitan,” ujar Ranocchia.

Menurutnya, laga berlangsung seimbang dengan kedua tim sama-sama menciptakan peluang.

Namun, Bologna tampil sangat solid dan disiplin, terutama melihat performa apik Inter dalam beberapa laga terakhir.

“Pertandingannya seimbang. Bologna tampil luar biasa jika melihat bagaimana Inter bermain belakangan ini,” tambahnya.

Pressing Bologna Jadi Kunci, Inter Kehabisan Waktu Bermain

Salah satu poin utama yang disorot Ranocchia adalah tekanan tinggi yang diterapkan Bologna sepanjang laga. Strategi tersebut dinilai sukses meredam alur permainan Inter.

“Dengan pressing Bologna, Inter hampir tidak punya waktu untuk mengembangkan permainan. Kredit besar untuk tim asuhan Vincenzo Italiano.”

Tekanan konstan itu membuat Inter kesulitan memaksimalkan penguasaan bola dan mengalirkan serangan secara rapi, sesuatu yang biasanya menjadi kekuatan utama Nerazzurri.

Adu Penalti: Faktor Emosi dan Absennya Calhanoglu

Terkait kegagalan Inter di babak adu penalti, Ranocchia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak bisa dinilai secara sederhana.

“Adu penalti itu dunia yang berbeda. Emosi sangat berpengaruh, dan tidak semua pemain terbiasa menjadi eksekutor.”

Ia juga menyoroti absennya Hakan Calhanoglu, yang selama ini dikenal sebagai penendang penalti utama Inter.

“Malam ini Calha tidak ada, dia biasanya algojo penalti mereka,” jelas Ranocchia.

Masalah di Situasi Satu Lawan Satu

Selain penalti, Ranocchia melihat Inter kurang maksimal dalam situasi satu lawan satu di lini belakang Bologna, yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik.

“Inter tidak sepenuhnya memanfaatkan duel satu lawan satu di area belakang lawan.”

Analisis ini menegaskan bahwa kegagalan Inter bukan semata soal mental di adu penalti, tetapi juga kurangnya ketajaman dalam memanfaatkan momen krusial selama 90 menit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*