Akanji Melempem dan Stones Cedera, Inter Milan Darurat Lini Pertahanan

Musim lalu, nama Manuel Akanji menjadi salah satu berita transfer paling sukses bagi Inter Milan.

Didatangkan pada jam-jam terakhir bursa transfer musim panas 2025 dari Manchester City, bek tengah asal Swiss tersebut langsung tampil impresif dan menjelma menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang I Nerazzurri.

Keputusan manajemen Inter untuk mempermanenkan statusnya pun dianggap sebagai langkah yang sangat tepat.

Namun, mengawali delapan pertandingan pertama di musim ini (2026/2027), penampilan Akanji justru melenceng jauh dari standar tinggi yang biasa ia tampilkan.

Performa sang bek tampak merosot tajam, meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan skuad asuhan Cristian Chivu.

Sinyal Bahaya yang Muncul Sejak Awal Musim

Penurunan performa Akanji sebenarnya bukan hal yang terjadi secara mendadak. Sinyal-sinyal kerapuhan sudah mulai terlihat sejak pekan pertama Serie A:

  • Kesulitan Menghadapi Lawan: Saat laga pembuka melawan Monza, Akanji tampak kewalahan dan kesulitan dalam mengawal striker lawan, Varela.
  • Kehilangan Jiwa Kepemimpinan: Komunikasi dan ketenangan yang biasanya menjadi ciri khas permainannya seolah menguap seiring berjalannya pekan pertandingan.
  • Performa Buruk di Eropa: Laga melawan Club Brugge di Liga Champions menjadi puncak dari kerapuhan Akanji. Penampilan canggungnya di laga tersebut menjadi cerminan nyata dari krisis lini pertahanan yang tengah dialami Inter secara keseluruhan.

Badai Kelelahan dan Hilangnya Sosok John Stones

Beberapa faktor melatarbelakangi mengapa Akanji tampak seperti “sosok yang berbeda” dibandingkan musim lalu:

1. Jadwal Padat dan Kelelahan Fisik

Akanji terus dipaksa tampil tanpa henti. Selain jadwal ketat Inter di kompetisi domestik dan Eropa, ia juga selalu dimainkan secara penuh oleh Tim Nasional Swiss dalam jeda internasional terakhir.

Ketiadaan waktu istirahat yang cukup jelas menggerogoti stamina dan ketajamannya di lapangan.

2. Absennya Partner Kunci: John Stones

Situasi kian rumit karena John Stones masih harus berada di ruang perawatan akibat cedera. Absennya Stones membuat Cristian Chivu tidak memiliki banyak opsi untuk melakukan rotasi di lini belakang.

Tanpa Stones sebagai pendamping ideal, beban kepemimpinan pertahanan jatuh sepenuhnya ke pundak Akanji, yang sayangnya saat ini sedang tidak berada dalam kondisi fisik dan mental terbaiknya.

3. Tugas Berat Cristian Chivu Jelang Laga-Laga Krusial

Lini pertahanan yang kokoh adalah fondasi utama bagi Inter Milan jika ingin bersaing memperebutkan gelar musim ini.

Bagi pelatih Cristian Chivu, memulihkan performa dan kepercayaan diri Akanji adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.

  1. Restorasi Kepercayaan Diri: Chivu harus mampu mengembalikan rasa percaya diri Akanji agar sang pemain dapat memimpin rekan-rekannya kembali dengan tenang.
  2. Manajemen Menit Bermain: Meski pilihan terbatas akibat cedera Stones, Chivu perlu menemukan cara bijak untuk memberi jeda istirahat (rotasi halus) bagi Akanji agar terhindar dari burnout.
  3. Penyempurnaan Koordinasi Sektor Belakang: Meningkatkan komunikasi antara bek dan penjaga gawang untuk meminimalisasi kesalahan individu yang berujung gol bagi lawan.

Di tengah absennya John Stones dan padatnya kompetisi, kebangkitan Akanji bukan lagi sekadar harapan, melainkan kebutuhan mutlak bagi Chivu untuk menyelamatkan benteng pertahanan Nerazzurri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*