Inter Buang Banyak Peluang Lawan Roma, Statistik Expected Goals Jadi Buktinya

Pertandingan AS Roma vs Inter Milan pada pekan ke-5 Serie A 2026-27 berakhir dengan skor 2-2. Banyak yang menggambarkan duel di Olimpico tersebut sebagai pertandingan dengan “satu babak untuk masing-masing tim”.

Gambaran itu memang cukup sesuai dengan jalannya pertandingan. Roma tampil lebih dominan pada babak pertama, sementara Inter menunjukkan peningkatan signifikan pada babak kedua dan berhasil bangkit untuk mengamankan satu poin.

Namun, statistik akhir pertandingan memberikan gambaran yang lebih spesifik, terutama jika melihat kualitas peluang melalui expected goals (xG).

Roma Dominan di Babak Pertama

Roma tampil lebih meyakinkan pada 45 menit pertama. Giallorossi mampu mengontrol permainan dan membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan seperti yang mereka inginkan.

Tekanan Roma juga membuat Nerazzurri tidak maksimal dalam menguasai area tengah. Inter kesulitan menciptakan peluang bersih dan harus lebih banyak bertahan menghadapi serangan tuan rumah.

Karena itu, tidak mengherankan apabila banyak pengamat menilai Roma sebagai tim yang lebih dominan pada babak pertama.

Akan tetapi, situasi berubah setelah turun minum.

Inter Bangkit Setelah Jeda Babak Pertama

Memasuki babak kedua, Inter tampil jauh lebih agresif.

Nerazzurri mulai meningkatkan intensitas serangan, bermain lebih berani dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Pergantian pemain juga memberikan dampak terhadap permainan Inter.

Salah satu pemain yang memberikan energi tambahan adalah Petar Sučić. Gelandang Kroasia tersebut tampil positif setelah masuk dari bangku cadangan dan membantu meningkatkan kualitas permainan Inter di lini tengah.

Inter akhirnya mampu mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Bahkan, Nerazzurri sebenarnya mempunyai peluang untuk mencetak gol ketiga.

Statistik xG Berpihak kepada Inter

Jika hanya melihat penguasaan permainan pada masing-masing babak, hasil 2-2 memang terasa cukup logis.

Namun, angka expected goals (peluang gol yang diciptakan) memberikan perspektif berbeda.

Seperti yang dilaporkan FCInterNews, Inter mencatat 2,37 expected goals, sedangkan Roma berada di angka 1,68 xG.

Artinya, berdasarkan kualitas dan probabilitas peluang yang tercipta, Inter sebenarnya menghasilkan peluang dengan nilai keseluruhan lebih tinggi sepanjang pertandingan.

Perbedaan tersebut juga memperlihatkan bahwa Nerazzurri memiliki beberapa peluang yang sangat jelas.

Masalahnya bukan semata-mata kemampuan menciptakan kesempatan, melainkan ketidakmampuan mengonversi peluang tersebut menjadi gol tambahan.

Inter Kurang Klinis di Depan Gawang

Angka 2,37 xG tanpa kemenangan memperlihatkan satu persoalan yang cukup jelas, yakni efektivitas.

Inter mempunyai kesempatan untuk memenangkan pertandingan, terutama setelah tampil jauh lebih baik pada babak kedua.

Jika beberapa peluang tersebut berhasil diselesaikan dengan lebih baik, bukan tidak mungkin Nerazzurri membawa pulang tiga poin dari Olimpico.

Situasi ini mengingatkan pada pertandingan melawan Napoli, ketika Inter juga mampu meningkatkan tekanan dan menciptakan peluang setelah pertandingan memasuki fase akhir.

Perbedaannya, kali ini penyelesaian akhir tidak cukup tajam untuk menghasilkan gol ketiga.

“Satu Babak Masing-Masing” Tidak Sepenuhnya Menggambarkan Pertandingan

Narasi bahwa Roma dan Inter masing-masing menguasai satu babak memang memiliki dasar.

Roma lebih dominan pada paruh pertama, sementara Inter tampil lebih kuat setelah turun minum.

Namun, statistik xG memperlihatkan bahwa kualitas peluang secara keseluruhan justru lebih tinggi di pihak Inter.

Inter 2,37 xG vs Roma 1,68 xG.

Angka tersebut menjadi salah satu data paling menarik dari pertandingan di Olimpico.

Nerazzurri tidak pulang dengan tiga poin bukan karena kekurangan peluang, tetapi karena gagal memaksimalkan sejumlah kesempatan emas yang mereka ciptakan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*