Bisseck Tegaskan Mentalitas Inter Tak Pernah Mati

Yann Bisseck menegaskan bahwa Inter Milan tidak pernah menyerah meski sempat tertinggal dua gol dari AS Roma dalam laga pekan ke-5 Serie A 2026-27.

Bek asal Jerman tersebut menilai Nerazzurri memiliki keyakinan untuk membalikkan keadaan, tetapi juga mengingatkan bahwa timnya masih harus memperbaiki performa, terutama pada babak pertama.

Inter bermain imbang 2-2 melawan Roma setelah sempat tertinggal 0-2 di Olimpico. Dua gol Manu Koné pada babak pertama membuat Nerazzurri berada dalam situasi sulit sebelum Lautaro Martinez mencetak dua gol pada paruh kedua untuk menyelamatkan satu poin.

Berbicara kepada SportMediaset setelah pertandingan, Bisseck menyoroti karakter Inter sekaligus mengakui masih ada masalah yang harus dibenahi.

Bisseck: Inter Tidak Pernah Mati

Bisseck menegaskan bahwa Inter selalu memiliki keyakinan untuk mengubah jalannya pertandingan.

“Kami tidak pernah mati. Kami tahu bahwa kami selalu bisa membalikkan keadaan. Namun, yang paling penting adalah kami harus berkembang,” ujar Bisseck.

Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinan para pemain Inter terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dalam situasi sulit.

Dalam beberapa pertandingan musim ini, Nerazzurri memang menunjukkan kemampuan untuk memberikan respons setelah berada dalam posisi tertinggal.

Namun, bagi Bisseck, comeback tidak boleh membuat Inter melupakan persoalan yang menyebabkan mereka harus mengejar ketertinggalan sejak awal.

Babak Pertama Jadi Perhatian

Bisseck secara khusus menyoroti performa Inter pada babak pertama.

Menurutnya, Inter belum mampu menampilkan level permainan yang sebenarnya mereka miliki.

“Pada babak pertama kami tidak berada di level yang sebenarnya bisa kami mainkan. Kami harus meninjau kembali pertandingan tersebut,”

Komentar tersebut menjadi evaluasi penting setelah Inter kembali mengalami kesulitan pada 45 menit pertama.

Roma mampu mengontrol permainan, menemukan ruang di antara lini, serta memberikan tekanan yang membuat Inter kesulitan mengembangkan serangan.

Nerazzurri akhirnya masuk ruang ganti dengan defisit dua gol.

Namun, setelah jeda, permainan Inter berubah. Tim asuhan Cristian Chivu meningkatkan intensitas dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui dua gol Lautaro.

Chivu Tidak Perlu Banyak Bicara di Ruang Ganti

Menariknya, Bisseck juga mengungkapkan bagaimana peran Chivu saat jeda pertandingan.

Ketika ditanya mengenai pesan sang pelatih setelah babak pertama, Bisseck mengatakan bahwa Chivu tidak perlu memberikan terlalu banyak instruksi.

“Pelatih tidak perlu mengatakan banyak hal saat jeda babak pertama karena kami tahu apa yang harus kami lakukan,”

Menurut Bisseck, para pemain sudah memahami kesalahan yang terjadi pada babak pertama dan mengetahui apa yang harus diperbaiki.

Ia juga menekankan satu hal yang dianggap sangat penting dari Chivu: kepercayaan.

“Dia memberikan kami banyak kepercayaan, dan itu adalah hal yang paling penting,”

Kepercayaan dari pelatih menjadi salah satu faktor yang menurut Bisseck membantu para pemain tetap tenang ketika berada dalam situasi sulit.

Bisseck Belum Bisa Menjelaskan Masalah Inter

Ketika ditanya mengenai alasan Inter kerap mengalami kesulitan pada babak pertama, Bisseck memilih tidak memberikan jawaban pasti.

“Pertanyaan yang bagus, saya tidak punya jawabannya.”

Bek Inter tersebut mengakui bahwa dirinya sedang kelelahan setelah pertandingan dan harus segera mengalihkan fokus ke tugas bersama tim nasional.

Namun, ia menyadari bahwa Inter perlu melakukan evaluasi dengan melihat kembali pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Sepak bola terkadang memang sedikit aneh,” ujar Bisseck.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dialami Inter tidak mudah dijelaskan hanya dengan satu faktor.

Roma Kandidat Scudetto? Bisseck Pilih Fokus ke Inter

Inter dan Roma sama-sama memasuki pertandingan dengan catatan sempurna di Serie A. Hasil imbang membuat kedua tim tetap berada dalam persaingan papan atas.

Bisseck kemudian ditanya apakah Roma sudah bisa disebut sebagai salah satu penantang Scudetto.

Bek asal Jerman itu memilih untuk tidak terlalu jauh berbicara mengenai persaingan gelar.

“Baru lima pertandingan, kompetisi masih sangat panjang. Mereka tampil sangat baik, tetapi kami juga,”

Bisseck menegaskan bahwa fokus Inter saat ini adalah memperhatikan perkembangan tim sendiri.

“Kami fokus kepada diri sendiri dan kita lihat apa yang akan terjadi,”

Mentalitas Comeback Harus Diikuti Perbaikan

Hasil imbang di Olimpico kembali memperlihatkan dua sisi Inter.

Di satu sisi, Nerazzurri menunjukkan mentalitas kuat dengan mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Namun, di sisi lain, performa buruk pada babak pertama menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki.

Bisseck sendiri mengakui bahwa Inter belum tampil pada level yang seharusnya sejak awal pertandingan.

Bagi Chivu dan stafnya, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan kemampuan melakukan comeback, tetapi membuat Inter tampil lebih konsisten sejak menit pertama.

Inter memang tidak pernah mati. Namun, seperti ditegaskan Bisseck, langkah berikutnya adalah memastikan Nerazzurri tidak perlu selalu berada dalam situasi sulit sebelum menunjukkan kualitas terbaiknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*