
Transfer Curtis Jones dari Liverpool telah memberikan tambahan kualitas baru bagi lini tengah Inter Milan. Namun, kedatangan gelandang Inggris tersebut ternyata belum tentu menjadi langkah terakhir Nerazzurri pada bursa transfer musim panas ini.
Justru, Inter kini disebut memiliki satu target tambahan yang dapat menjadi “ceri di atas kue” dari seluruh aktivitas mercato mereka, yakni seorang penyerang kelima.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, kebutuhan penyerang Kelima menjadi salah satu perhatian manajemen Inter setelah hampir seluruh sektor skuad mendapatkan tambahan pemain sesuai permintaan pelatih Cristian Chivu.
Jika Jones menjadi bagian penting dari proyek baru di lini tengah, maka Inter masih ingin mencari pemain ofensif dengan karakter yang benar-benar berbeda dari penyerang yang sudah tersedia.
Chivu Ingin Lebih dari Sekadar Pelapis
Sejak awal mercato, salah satu prinsip yang dibawa Chivu adalah memiliki lebih dari satu pilihan untuk setiap posisi.
Inter kemudian menjalankan gagasan tersebut dengan cukup konsisten.
Di posisi penjaga gawang, misalnya, terdapat Josep Martinez dan Ivan Provedel yang memberikan persaingan sekaligus kedalaman.
Di lini belakang, Inter memiliki sejumlah opsi melalui kombinasi pemain berpengalaman dan tambahan baru seperti John Stones plus kembalinya Benjamin Pavard.
Di sektor wing-back, Inter juga memiliki beberapa alternatif, termasuk eksperimen terhadap Andy Diouf dan kedatangan Djed Spence.
Sementara itu, lini tengah memiliki begitu banyak opsi hingga jumlah gelandang yang tersedia mencapai tujuh pemain, bahkan secara administratif bisa menjadi delapan selama Kristjan Asllani belum resmi meninggalkan klub.
Dengan kata lain, hampir semua bagian skuad sudah mendapatkan kedalaman yang diinginkan Chivu.
Namun ada satu area yang masih dianggap belum sepenuhnya lengkap, yakni lini depan.
Thuram-Lautaro Sudah Kuat, Pio Esposito dan Bonny Jadi Alternatif
Secara kualitas, sebenarnya Inter tidak memiliki alasan untuk mengkhawatirkan lini serang.
Duet Lautaro Martinez dan Marcus Thuram tetap menjadi fondasi utama.
Keduanya mampu memberikan kombinasi antara kekuatan fisik, mobilitas, pengalaman, dan produktivitas gol.
Di belakang mereka terdapat dua pemain muda yang semakin menarik perhatian, yakni Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny.
Pio Esposito menjadi salah satu prospek paling menjanjikan dari akademi Inter, sementara Bonny memberikan karakteristik fisik dan permainan yang berbeda.
Namun, menurut Gazzetta, ada satu jenis pemain yang belum dimiliki Inter, bukan sekadar penyerang tambahan, dan bukan pula pemain yang hanya menjadi “duplikat” dari pemain yang sudah ada. Inter menginginkan profil kelima yang benar-benar berbeda.
Identitas Penyerang yang Dicari Inter
Profil yang diinginkan Inter sebenarnya cukup jelas.
Nerazzurri mencari seorang pemain ofensif yang mampu:
- melakukan dribbling;
- melewati lawan dalam situasi satu lawan satu;
- menciptakan sesuatu dari situasi sulit;
- bermain sedikit melebar dari posisi dua penyerang utama;
- memberikan variasi serangan;
- menjadi pemecah kebuntuan ketika pertandingan berjalan sulit.
Dengan kata lain, Inter membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan “menghidupkan” pertandingan melalui aksi individual.
Selama ini, sistem Inter sangat bergantung pada kombinasi pergerakan, pertukaran posisi, dan hubungan antara para pemain depan.
Namun, ketika menghadapi tim yang bertahan sangat dalam, kehadiran seorang pemain yang mampu menggiring bola melewati lawan dapat menjadi senjata tambahan.
Di sinilah kebutuhan terhadap penyerang kelima muncul.
Bukan Pembelian Mahal
Meski menginginkan tambahan kualitas, Inter tampaknya tidak berencana mengeluarkan investasi besar untuk pemain kelima tersebut.
Gazzetta menegaskan bahwa manajemen Nerazzurri tidak berniat mengeluarkan terlalu banyak uang.
Siapa Kandidatnya?
Untuk saat ini, nama-nama yang dipertimbangkan masih dirahasiakan oleh manajemen Inter.
Gazzetta menyebut terdapat sejumlah profil yang sedang dievaluasi, tetapi klub menjaga kerahasiaan dengan sangat ketat.
Artinya, rumor mengenai kandidat penyerang kelima masih harus disikapi dengan hati-hati.
Inter tampaknya tidak ingin pasar mengetahui terlalu banyak mengenai target mereka sebelum situasinya benar-benar matang.
Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi klub untuk bergerak secara fleksibel jika peluang baru muncul menjelang penutupan bursa transfer.
ika transfer tersebut berhasil diwujudkan, Inter akan memiliki skuad dengan kedalaman yang sangat besar.
Tujuannya bukan hanya untuk mempertahankan daya saing di Serie A, tetapi juga menghadapi kalender kompetisi Eropa yang semakin padat.
Musim panjang membutuhkan rotasi.
Cedera, akumulasi kartu, kelelahan, dan jadwal pertandingan dapat membuat pemain pelapis memiliki peran sama pentingnya dengan starter.
Karena itu, seorang penyerang kelima dengan karakteristik unik dapat menjadi aset strategis.
Ia mungkin tidak selalu bermain sejak menit pertama, tetapi bisa menjadi pemain yang menentukan ketika pertandingan membutuhkan solusi berbeda.

Leave a Reply