Ada gol yang sekadar menentukan kemenangan. Namun ada juga gol yang hidup selamanya dalam ingatan para fans.
Bagi Davide Frattesi, momen itu terjadi tepat setahun lalu saat Inter Milan menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions.
Gol dramatisnya di babak tambahan waktu mengubah malam itu menjadi salah satu laga paling emosional dalam sejarah modern Inter Milan.
Namun ironisnya, gol tersebut kini terasa seperti simbol dari sesuatu yang lain: kemungkinan akhir perjalanan Frattesi bersama Nerazzurri.
Gol yang Mengirim Inter ke Final Liga Champions
Dalam laga penuh tensi dan drama, Frattesi mencetak gol kemenangan 4-3 pada extra time yang memastikan Inter melaju ke final Liga Champions.
Momen itu:
- Membuat San Siro meledak
- Mengangkat status Frattesi di mata tifosi
- Menjadi gol terbesar dalam kariernya
Ia tampil sebagai pahlawan di malam yang akan selalu dikenang para pendukung Inter.
Dari Pahlawan Menjadi Pelapis
Sayangnya, setahun setelah malam magis tersebut, situasi berubah drastis.
Musim ini menjadi periode yang sulit bagi Frattesi:
- Minim kontribusi gol
- Kesulitan mendapatkan konsistensi
- Perannya mulai tergeser dalam skuad
Yang paling mencolok, ia belum mencetak gol satu pun musim ini.
Statistik tersebut menjadi gambaran jelas bahwa performanya jauh di bawah ekspektasi.
Persaingan Ketat di Lini Tengah Inter
Salah satu penyebab menurunnya peran Frattesi adalah persaingan luar biasa di lini tengah Inter.
Nama-nama seperti:
- Hakan Calhanoglu
- Nicolo Barella
- Henrikh Mkhitaryan
masih menjadi pilihan utama.
Sementara itu, pelatih Cristian Chivu mulai mencoba beberapa opsi baru seperti Petar Sucic, yang membuat ruang Frattesi semakin sempit.
Di Ambang Perpisahan
Situasi ini memunculkan spekulasi besar soal masa depan Frattesi.
Beberapa klub Serie A disebut terus memantau situasinya, terutama karena:
- Usianya masih ideal
- Punya kualitas menyerang dari lini kedua
- Bisa berkembang di sistem berbeda
Inter sendiri diyakini terbuka terhadap berbagai kemungkinan jika ada tawaran yang sesuai.
Gol ke Barcelona yang Tak Akan Pernah Dilupakan
Apa pun yang terjadi nanti, satu hal tak akan berubah: nama Frattesi sudah tercatat dalam sejarah Inter.
Golnya ke Barcelona bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah:
- Ledakan emosi
- Simbol perjuangan
- Momen yang menyatukan tifosi
Meski musim ini sulit, malam itu akan tetap abadi.

Leave a Reply