Chivu Tak Percaya Takhayul, Inter Kejar Scudetto dengan Mental Juara

Jelang laga penting melawan Como di pekan ke-32 Serie A 2025-26, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu angkat bicara dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sport Italia.

Dalam pernyataannya, Chivu menyinggung banyak hal, mulai dari filosofi kepelatihan, kekuatan tim, hingga peluang Nerazzurri dalam perburuan Scudetto Serie A.

Memilih Jadi Diri Sendiri

Chivu menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam musim pertamanya sebagai pelatih adalah tetap menjadi dirinya sendiri.

“Saya mencoba untuk tetap menjadi diri saya. Saya bisa saja memakai ‘topeng’ seperti yang sering terjadi di dunia ini, tapi saya memilih untuk tetap jujur pada diri sendiri, baik secara manusia maupun profesional,” ujar Chivu.

Menurutnya, integritas dan kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun tim yang solid, bukan sekadar taktik di lapangan.

Fokus ke Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Saat ditanya apakah ada pertandingan yang ingin diulang, Chivu memberikan jawaban tegas:

“Tidak, saya selalu melihat ke depan,” tegasnya.

Pendekatan ini mencerminkan mentalitas pemenang yang ingin ia tanamkan ke dalam skuad Inter, selalu fokus pada laga berikutnya, bukan terjebak pada kesalahan masa lalu.

Kemenangan atas Roma Jadi Sinyal Kuat

Kemenangan besar atas AS Roma menjadi momentum penting bagi Inter.

Chivu menyebut bahwa hasil tersebut menunjukkan satu hal utama:

“Kami punya keinginan besar untuk tetap kompetitif sampai akhir,”

Hal ini menjadi indikator bahwa Inter tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga secara mental.

Momen Emosional Bersama Barella

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah pelukan Chivu dengan Nicolo Barella setelah gol.

Menurut Chivu, momen tersebut mencerminkan kekuatan sebenarnya dari tim:

“Itu menunjukkan kepedulian dan rasa saling memiliki. Hal-hal seperti ini sering diremehkan, padahal justru itu yang membuat kami semakin kuat,”

Ia menekankan bahwa hubungan emosional antar pemain menjadi faktor penting dalam kesuksesan tim.

Kembalinya Lautaro dan Calhanoglu Jadi Tambahan Energi

Inter juga mendapat kabar baik dengan pulihnya dua pemain kunci:

  • Lautaro Martinez
  • Hakan Calhanoglu

Chivu menegaskan bahwa keduanya sama pentingnya dengan seluruh anggota tim lainnya.

“Mereka berdua sama pentingnya dengan pemain lain yang menjadi bagian dari tim ini, dari klub ini. Kami semua tahu betapa pentingnya para pemain kami, kami tahu apa yang bisa mereka berikan dan kontribusi mereka. Itulah kekuatan sejati dari tim ini, dan saat ini kami juga menikmati kembalinya para pemain penting yang sebelumnya sempat mengalami masalah kebugaran,”

Kunci Scudetto: Mentalitas dan Dominasi

Dalam perburuan gelar, Chivu menyoroti tiga faktor utama:

  • Keberanian
  • Kepribadian
  • Keinginan untuk mendominasi

Menurutnya, kualitas inilah yang akan menentukan apakah Inter mampu mengangkat trofi di akhir musim.

“Keberanian, kepribadian, dan keinginan untuk mendominasi,”

Tanpa Takhayul, Hanya Kerja Keras

Menariknya, saat ditanya soal “nazar” atau ritual khusus demi Scudetto, Chivu menjawab santai:

“Tidak. Saya tidak percaya takhayul dan tidak membuat nazar: saya percaya pada pekerjaan saya, pada apa yang bisa saya berikan dan saya sampaikan. Saya percaya pada kekuatan sejati saya, yaitu sebagai manusia. Dalam hal ini, nazar tidak diperlukan.”

Pernyataan ini semakin menegaskan karakter Chivu sebagai pelatih yang rasional dan berprinsip kuat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*