Inter Milan Capai Target Oaktree: Pendapatan 450 Juta Euro, Neraca Keuangan Tetap Positif

Inter Milan kembali menunjukkan fondasi finansial yang semakin kokoh. Setelah mencatat performa finansial yang luar biasa musim lalu, Inter Milan kembali diproyeksikan menutup laporan keuangan bulan Juni musim ini dengan hasil positif.

Target yang dicanangkan oleh pemilik baru, Oaktree Capital Management, tampaknya berada di jalur yang tepat.

Di tengah dinamika olahraga yang tak selalu berjalan sesuai harapan, Inter membuktikan bahwa stabilitas bisnis dan keberlanjutan finansial kini menjadi pilar utama strategi klub.

Era Baru Inter: Prosperitas dan Keberlanjutan

Saat Oaktree mengambil alih kepemilikan dari Steven Zhang dan menunjuk Beppe Marotta sebagai figur sentral manajemen, arahan strategisnya jelas: membangun model bisnis yang sehat dalam jangka menengah dan panjang.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Pada 30 Juni 2025, Inter membukukan laba bersih sebesar 35 juta euro, menjadi yang pertama dalam sejarah klub. Capaian tersebut tak lepas dari lonjakan pendapatan signifikan, khususnya dari:

  • Performa di UEFA Champions League
  • Partisipasi di FIFA Club World Cup

Meski musim ini (2025-26) tak sepenuhnya mulus, termasuk tersingkir lebih awal di kompetisi Liga Champions, fondasi ekonomi Inter tetap solid.

Rincian Pendapatan: Proyeksi 450 Juta Euro

Pada musim lalu (2024-25), Inter mencetak rekor pendapatan Serie A sebesar 545 juta euro (di luar penjualan pemain). Namun angka tersebut termasuk sekitar 115 juta euro pemasukan luar biasa dari performa di Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Untuk musim berjalan (2025-26), proyeksi pendapatan diperkirakan berada di kisaran 450 juta euro, dengan rincian utama:

1. Pendapatan Stadion: ±90 Juta Euro

Pertumbuhan sekitar 15% terjadi berkat:

  • Revisi harga tiket musiman
  • Optimalisasi sistem ticketing
  • Peningkatan pemasukan hospitality

2. Hak Siar: ±170 Juta Euro

Posisi puncak klasemen Serie A memberi tambahan 2-3 juta euro dibanding posisi kedua.

3. Sektor Komersial: ±150 Juta Euro

Didorong oleh:

  • Kontrak sponsor baru dengan nilai lebih tinggi
  • Perpanjangan kerja sama komersial
  • Optimalisasi branding global

4. Penjualan Pemain

Pendapatan dari transfer pemain sudah melampaui 30 juta euro, naik dari 22 juta euro musim sebelumnya.

Meski total pendapatan turun dibanding musim rekor, struktur pemasukan kini lebih organik dan berkelanjutan.

Efisiensi Biaya Jadi Kunci Stabilitas

Di sisi pengeluaran, manajemen Inter sukses memangkas biaya sekitar 20–25 juta euro melalui:

  • Pengurangan beban gaji
  • Penurunan amortisasi
  • Minimnya beban premi tim
  • Restrukturisasi skuad

Total biaya diproyeksikan berada di angka 460 juta euro, turun dari 482 juta euro musim sebelumnya.

Salah satu perubahan signifikan datang dari sektor keuangan. Inter berhasil menurunkan bunga obligasi baru menjadi 4,5% (dari sebelumnya 6,75%), sehingga memangkas beban finansial hingga sekitar 20 juta euro.

Proyeksi Laba: Mungkin Tak Besar, Tapi Stabil

Jika musim lalu laba sebelum pajak mencapai 50 juta euro, musim ini diproyeksikan sekitar 5 juta euro sebelum pajak. Angka yang lebih kecil, namun tetap mencerminkan kestabilan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*